Breaking News
Loading...

Recent Post

Jumat, 31 Oktober 2008
no image

Teknologi Tepat Guna Pendidikan

Pangkat dan golongan guru sebagai jabatan fungsional ditentukan oleh aktifitas dan kegiatan guru mengajar. Setiap akan naik pangkat guru harus membuat perhitungan usulan angka kredit sesuai dengan kinerjanya masing-masing.
Banyak guru mentok pangkatnya pada golongan IV/a karena salah satu syarat pada golongan ini yakni cukup sulit, yakni harus membuat Karya Tulis Ilmiah (KTI). Penyebabnya adalah ditolaknya Karya Tulis Ilmiah yang diajukan. Akar masalahnya adalah tidak semua guru memiliki kemampuan menulis KTI, beberapa memiliki KELEBIHAN LAIN, seperti membuat alat peraga, karya teknologi tepat guna dan karya seni.
Sesuai dengan KepMendikbud Nomor 25 tahun 1995 tentang Petunjuk Teknis Ketentuan Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Karya teknologi tepat guna dapat memiliki nilai/angka kredit tersendiri. Karya teknologi tepat guna tersebut dapat digunakan sebagai alat action/intervensi pada Penelitian Tindakan Kelas atau Penelitian Eksperimen, dan laporan penelitian tersebut tetap memperoleh nilai/angka kredit tersendiri.
Apa itu Teknologi Tepat Guna (TTG)? TTG adalah teknologi yang diterapkan pada bidang tertentu (misal olahraga, rumah tangga, pendidikan dsb.) sehingga menghasilkan manfaat pada bidang tersebut. Teknologi yang tepat untuk mengatasi masalah yang dihadapi dengan menggunakan sumber daya yang sesuai atau tersedia di lingkungannya. Umumnya berupa peralatan yang relatif sederhana, mudah dibuat dan dioperasikan.
Menurut KepMendikbud diatas, teknologi tepat guna adalah teknologi yang menggunakan sumber daya yang ada untuk memecahkan masalah yang dihadapi/ada secara berdayaguna dan berhasilguna atau untuk pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi lebih mudah, murah, dan sederhana.
Teknologi Tepat Guna yang dapat dinilai angka kreditnya terbagi atas perangkat keras dan perangkat lunak.
Perangkat keras :
  • kincir air yang dimanfaatkan untuk menumbuk padi atau untuk menghasilkan listrik
  • mesin perontok padi
  • mesin penetas telur dengan kotak kayu
  • pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan drum
  • rangkaian elektronik penghemat daya listrik
Perangkat lunak :
  • program aplikasi komputer
  • sumber belajar berbasis komputer
Dalam dunia pendidikan, TTG yang dibuat oleh guru dapat ditentukan dengan kriteria sebagai berikut:

Kriteria :
  • Berupa teknologi tepat guna dalam proses belajar mengajar atau bimbingan dan konseling.
  • Teknologi tersebut bersifat lebih memudahkan pelaksanaan proses belajar mengajar atau bimbingan dan konsleing dengan hasil yang lebih baik atau lebih optimal.
Bukti Fisik :
  • Uraian tertulis tentang cara pembuatan dan penggunaan yang dilengkapi dengan gambar dan lain-lain yang dianggap perlu.
Pemberian Angka Kredit :
  • Angka kredit diberikan setiap penemuan teknologi tersebut (dengan nilai 5).
Perlu diketahui, penemuan teknologi tepat guna tidak hanya bisa dilakukan oleh guru teknik (SMK), tetapi dapat juga oleh guru non teknik, termasuk guru SD, SMP dan SMA. Lingkup instrumental input yang menerapkan teknologi tepat guna :
  1. Sarana praktek/praktikum, umumnya pengertian teknologi tepat guna hanya berupa hardware. Peluang untuk menerapkan teknologi tepat guna dalam bidang : peralatan praktikum keteknikan, kimia, fisika, biologi, matematika bahkan ilmu sosial.
  2. Sistem pembelajaran, dapat ditemukan hardware maupun software untuk memudahkan dan meningkatkan hasil pembelajaran, teknologi tepat guna untuk mendukung sistem belajar jarak jauh, sistem belajar yang membuat siswa menjadi lebih aktif dan sejenisnya.
Sistem penilaian, teknologi tepat guna dapat diterapkan dalam hal hardware maupun software untuk memudahkan sistem penilaian. Alat bantu pendidikan, biasanya berupa hardware seperti OHP, papan tulis mekanis.

Teknologi tepat guna pada faktor pendukung pembelajaran misalnya; Bahan ajar/sumber belajar, Media pembelajaran, Sarana praktek/praktikum, Sistem penilaian, Sistem pembelajaran. Sedangkan Teknologi tepat guna dalam mata pelajaran BK dapat diterapkan dalam hal : Sistem penanganan kasus, Sistem informasi, Sistem diagnosa kasus, Tes psikologi, dsb.

Contoh TTG yang berupa alat praktikum misalnya: Mikroskop dan teleskop sederhana, Alat uji/pelatih kelincahan dalam olah raga, Alat pengukur derajat keasaman (pH), Alat pengukur kekuatan magnit. Sedangkan contoh TTG yang berupa alat bantu mengajar adalah Papan tulis mekanis (lipat, gulung dsb), OHP dengan kotak sederhana, Proyektor slide. Alat berlatih bentuk permainan yang dapat dikategorikan sebagai TTG seperti Alat permainan untuk melatih kecerdasan, Alat permainan untuk melatih keterampilan.

Sekarang, apa syarat Teknologi tepat guna berupa perangkat keras yang sesuai kriteria?
  • Merupakan penemuan baru, belum ada sebelumnya.
  • Pernah ada tetapi memiliki tingkat modifikasi yang tinggi (70%)
  • Pernah ada tetapi memiliki sistem yang berbeda, lebih baik, lebih efektif atau lebih efisien
  • Memiliki konstruksi yang sistematis, memiliki rangkaian struktur tertentu (jadi tidak terlalu sederhana, misalnya : hanya terdiri dari satu batang atau satu bahan).
  • Menggunakan bahan yang ada di sekitarnya, tetapi tidak mesti dari tumbuhan atau barang bekas. Jadi yang penting bahannya yang mudah ditemukan di sekitarnya.
  • Dapat digunakan di kelas dalam proses pembelajaran
  • Bersifat permanen (dapat digunakan secara berulang)
  • Bila berupa alat, menunjukkan kerapian pembuatan (tidak asal jadi), rancangan harus asli temuan sendiri sedangkan pembuatan dapat dibantu orang lain (tetapi tidak boleh semuanya dibuat orang lain).
Sedangkan Teknologi tepat guna berupa perangkat lunak yang sesuai kriteria adalah:
  • Merupakan penemuan baru, belum ada sebelumnya.
  • Pernah ada tetapi memiliki tingkat modifikasi yang tinggi (70%)
  • Pernah ada tetapi memiliki sistem yang berbeda, lebih baik, lebih efektif atau lebih efisien
  • Memiliki alur kerja yang sistematis, memiliki rangkaian struktur tertentu (jadi tidak terlalu sederhana, misalnya : hanya terdiri dari satu atau dua langkah).
  • Menggunakan software yang ada di sekitarnya.
  • Dapat digunakan di kelas dalam proses pembelajaran
  • Bersifat permanen (dapat digunakan secara berulang)
  • Rancangan dan pembuatan harus dibuat sendiri.
Contoh Teknologi Tepat Guna berupa Program Aplikasi Komputer misalnya:
  • Bahan ajar lengkap satu semester dengan menggunakan Flash Macro Media, Visual Basic atau program lain
  • Sistem informasi pendidikan untuk sekolah yang berhubungan dengan proses pembelajaran, dengan menggunakan program/bahasa komputer tertentu (Java, PHP dll)
  • Memiliki inovasi yang belum ada sebelumnya.
Sebuah TTG perangkat lunak dapat ditolak karena:
  • Tidak dapat digunakan dalam proses pembelajaran
  • Tidak bermanfaat dalam meningkatkan mutu pembelajaraN
  • Bukan penemuan baru, karena sudah ada sebelumnya dengan tingkat modifikasi rendah, kurang dari 70%.
  • Sudah ada sebelumnya dan memiliki sistem yang sama dengan yang sudah ada
  • Temuan teknologi tepat guna yang berbentuk alat praktikum, bukan pada bidang mata pelajaran yang diajarkan.
  • Sudah ada di buku pelajaran tanpa modifikasi 70% atau tanpa pembaruan sistem.
Demikian sedikit informasi mengenai TTG bagi guru yang ingin meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus menambah angka kredit. Diharapakan para guru untuk terus meningkatkan kreativitas dan aktivitas belajar mengajar dengan menggunakan TTG.
Senin, 27 Oktober 2008
Kandangan Punya Website

Kandangan Punya Website

Kandangan, sebuah kota kecil yang sejak jaman kolonial dulu punya julukan "Paris van Borneo". Ibukota kabupaten HSS ini merupakan daerah sejuk terletak di kaki pegunungan Meratus. Oleh karena keteduhan dan kesejukannya itulah maka kota ini disejajarkan dengan kota Bandung yang juga dijuluki "Paris van Java".

Kandangan juga kini terus berbenah dari segi teknologi agar tidak ketinggalan dengan "kota kembarannya" tersebut. Saat ini jaringan internet sudah masuk ke kota Kandangan lewat akses Speedy. Warnet-warnet mulai berdiri dan menjamur di pinggir jalan protokol. Selain itu kota ini telah menjadi WAN kota dengan telah beroperasinya ISP kecil "Matrix Wireless" sejak setahun yang lalu. Disamping itu, dalam waktu dekat Pemkab HSS juga akan menyebarluaskan koneksi internet VSAT yang dimilikinya melalui jaringan wireless.

Berbagai website dan blog lokal sudah bermunculan di kota Dodol ini. Dari website Pemkab HSS, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Sekolah hingga blog-blog pribadi. Disamping itu para siswa dan guru juga telah mulai aktif ngeblog. Tidak ketinggalan karyawan dan pegawai di instansi lain. Tapi aktivitas pembuatan website dan ngeblog ini masih menjadi hal yang cukup sulit karena status mereka masih pemula. Berikut ini beberapa website dan blog yang telah ada di HSS.

1. Website Pemerintah Kabupaten HSS
Bagi anda yang mencari informasi seputar kabupaten HSS, Lembaga Birokrasi dan layanan masyarakat di kabupaten Dodol ini silakan mengunjungi website di bawah ini.


2. Dinas Pendidikan Kab HSS (Bidang Dikmen)
Dinas Pendidikan kab HSS juga telah meluncurkan websitenya. Silakan mengunjungi website ini untuk memperoleh informasi seputar dunia pendidikan di HSS. Mulai masalah kurikulum, sertifikasi, lomba, kegiatan dan database honorer bisa diperoleh di sini.



3. Dinas Pariwisata Seni dan Budaya HSS
Ingin rekreasi ke Lokasado menikmati arung jeram khas yakni "bamboo rafting"? Mau melihat "Telaga Bidadari"? atau mengunjungi situs sejarah "Tugu Proklamasi Divisi ALRI"? Jangan sampai salah jalan. Kunjungi saja website Dinas Pariwisata Seni dan Budaya kab HSS di bawah ini. Walaupun website ini kurang diupdate tapi informasi pariwisata yang terkandung di dalamnya sudah cukup memberikan gambaran dan arah perjalanan untuk tamasya di HSS.


4. Badan Kepegewaian dan Diklat (BKD) HSS
Informasi kepegawaian dan diklat di kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat diakses di website di bawah ini. Tapi sayang sudah 6 bulan lebih tidak ada lagi update informasi dan berita terbaru. Hal ini sangat diperlukan oleh pencari kerja dan pegawai di HSS untuk mendapatkan pengumuman, informasi dan berita dari badan yang resmi ini tanpa harus datang ke kantornya. Mudah-mudahan website ini segera diupdate adminnya.


5. SMAN 2 Kandangan on the Net
Sebagai salah satu sekolah kategori mandiri/SSN, SMAN 2 Kandangan terus berbenah diberbagai lini. Termasuk membangun hotspot di sekolah berbasis TI di HSS tersebut. Tidak ketinggalan peluncuran website resmi sekolah. Silakan kunjungi website ini untuk memperoleh informasi seperti PSB, kegiatan, siswa, guru-guru, dan data alumni.



6. SMAN 1 Angkinang Online
SMA yang baru 2 tahun berdiri di HSS ini sangat giat meningkatkan kemajuan sekolahnya. Walaupun terletak di kecamatan Angkinang yang tidak terjangkau akses internet tapi kemajuan TI tetap menjadi hal penting. Terbukti dari adanya website yang dimiliki sekolah ini walaupun belum genap sebulan lalu dibuat. Silakan berkunjung ke sini untuk melihat potret perkembangan pendidikan di luar kota Kandangan.



7. Dunia Pulsa Kalimantan
Walaupun terletak di pedalaman, tapi bisnis berbasis internet telah mulai menggeliat di HSS. Terbukti dari adanya usaha pulsa elektronik online yang all operator di HSS. Kunjungi dan daftarkan diri anda di sini jika ingin memulai bisnis berjualan pulsa all operator murah dan online 24 jam. Transaksi dapat dilihat langsung di web report untuk mengetahui penjualan dan keuntungan harian anda.

Selain itu masih ada beberapa website yang sedang dalam tahap development. Misalnya website SMPN 1 Kandangan yang merupakan sekolah berstandar internasional pertama di HSS, dan website SMAN 1 Daha Utara yang terletak di kawasan rawa HSS.

7. Blog
Tidak ketinggalan berbagai blog mulai bermunculan bak jamur dimusim hujan. Ada blog anak sekolahan seperti punya si pixel yang imut, ada blog yang digawangi oleh seorang guru seperti punya Pak Syam ini, dan blog yang dikelola oleh pegawai instansi kesehatan seperti punya Kandangan Cing ai ini yang mencoba merangkum berbagai berita dan isu hangat di HSS.
Sampai saat ini saya terus berusaha searching dan mengindeks website-website dan semua blog yang ada di HSS maupun yang ditulis oleh insan yang berasal dari HSS. Mudahan dalam waktu dekat bisa selesai dan diupdate di sini.
Selasa, 21 Oktober 2008
no image

Gaji Guru 2009 Naik 100%

Berbahagialah bagi pahlawan tanpa tanda jasa alias guru dan dosen, nasib mereka berangsur-angsur bersinar lagi. Panitia Kerja (Panja) Belanja Pusat, Panitia Anggaran DPR telah menyetujui kenaikan gaji guru pada 2009 hingga 100 persen.

Bila pendapatan mereka pada tahun ini maksimal 2,4 juta (gol IV/E bersertifikat), maka 2009 bakal mendapatkan gaji sebesar Rp 5,4 juta. Belum lagi tunjangan khusus bagi guru yang berada di daerah terpencil (gurdacil) yang diperkirakan sebesar Rp 5,1 juta. Jadi, perbulannya mereka bakal mendapat gaji di atas Rp 10 juta, kalau tunjangan gurdacilnya juga disetujui.

"Untuk besaran gaji sudah final. Sedangkan tunjangan khusus gurdacil hingga kini besarannya masih diperdepatkan, tetapi usulannya tetap akan dinaikkan yaitu bagi guru di daerah-daerah pedalaman seperti Papua, Maluku dan Kalimantan," kata anggota Panja asal PDI Perjuangan, Rudianto Tjen kepada PersdaNetwork di Jakarta, Senin (20/10).

Lebih jauh, jelas anggota DPR asal Bangka Belitung ini, untuk gurdacil, bila pada 2008 ini kuotanya hanya untuk 20.000 orang gaji, pada 2009 mendatang akan ditambah 10.000 lagi hingga menjadi 30.000 orang guru.

Kenaikan gaji guru ini telah disepakati oleh seluruh anggota Panja Belanja Pusat dan Departemen Pendidikan Nasional. Disebutkan, gaji terendah yaitu untuk guru pegawai negari sipil (PNS) dengan golongan II/B tidak bersertifikat (0 tahun) yang tadinya mendapat gaji sebesar Rp 1,55 juta, akan mememperoleh gaji bulanan Rp 2,07 juta.

Sedangkan gaji untuk guru PNS tertinggi dengan golongan IV/E bersertifikat (0 tahun) yang saat ini digaji Rp 2,43 juta bakal melonjak menjadi Rp 5,42 juta.

Perubahan pendapatan juga bakal dialami oleh guru tetap non PNS. Bila pengajar PNS mendapatkan kenaikan gaji, maka tunjangan fungsional guru tetap non PNS akan naik, untuk yang non S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 250.000, sedangkan yang S1 naik dari Rp 200 ribu menjadi Rp 300.000.

Untuk dosen PNS golongan III/B belum bersertifikat (0 tahun) yang tahun ini gajinya Rp 1,8 juta akan naik menjadi Rp 2,26 juta per bulan. Sedangkan untuk tingkat guru besar, gajinya bakal melonjak besar dari Rp 5,12 juta menjadi Rp 13,53 juta per bulan. "Gaji tersebut sudah termasuk seluruh pendapatan per bulan (take home pay/THP)," ujar Rudianto.

Anggota Komisi X (bidang pendidikan) asal PAN, Yasin Kara menyatakan, kenaikan gaji guru ini sebenarnya sudah diusulkan selama empat tahun berturut-turut. "Kita sudah mengusulkan sejak 2005 lalu, baru tahun depan dinaikkan. Apakah ini karena akan ada Pemilu atau tidak, yang penting perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru bisa terlaksana," kata Yasin saat dihubungi melalui ponsel.

Menurutnya, untuk gaji 2009 ini, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar kurang lebih Rp 50 triliun. Anggaran tersebut akan dimasukkan dalam Undang-Undang APBN 2009 yang rencananya disahkan dalam rapat paripurna DPR tanggal 28 Oktober mendatang.

Selain itu, Sekretaris Fraksi PAN ini juga menandaskan, pemerintah harus terus meningkatkan jumlah guru yang bersertifikat. Guru nantinya akan disertifikasi agar memenuhi standar mutu pendidikan nasional.

Saat ini, dari 2,7 orang guru yang ada di Indonesia, baru hanya 300.000 saja yang tersentifikasi. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, jelasnya, tahun 2009 ditargetkan jumlah guru yang tersertifikasi berjumlah 1 juta orang guru. "Lambat laut seluruh guru akan tersertifikasi," kata Yasin.

Informasi besaran kenaikan gaji pokok seluruh PNS 2009 yang dituangkan dalam PP Nomor 8 Tahun 2009 dapat dilihat di sini.

Berita dikutip dari: www.banjarmasinpost.co.id
Selasa, 14 Oktober 2008
'Roti Burger' dari Langit

'Roti Burger' dari Langit

Tahukah anda bahwa sebutir air hujan yang jatuh dari ketinggian 1.200 m mempunyai dampak yang sama dengan benda berbobot 1 kg dari ketinggian 110 cm. Bayangkan apa yang anda rasakan jika tubuh, rumah atau kendaraan Anda tertimpa benda seperti ini?

Padahal menurut perkiraan, setiap detik sekitar 16 juta ton air menguap dari bumi dan turun menjadi hujan. Berarti satu tahun, angka ini mencapai sekitar 505.000.000.000.000 (505 triliun) ton air. Sanggupkah anda membayangkan bencana apa yang terjadi oleh air sebanyak itu jika setetes saja sudah berbahaya?

Kita patut bersyukur hal ini tidak pernah terjadi. Sang Perancang Agung yang menciptakan alam semesta ini telah memperhitungkan segala sesuatu dengan cermat bahkan sampai setetes air hujan. Ternyata butir air hujan tidaklah turun dalam bentuk menyerupai tetesan air mata atau bentuk mirip buah salak. Nyatanya, tetesan air hujan berbentuk bulat saat baru saja jatuh meninggalkan awan. Untuk butiran air hujan berukuran kecil, bentuk bulat ini bertahan. Namun, untuk butiran lebih besar, semakin jatuh ke bawah, bentuknya berubah dan lebih menyerupai setengah bola pipih. Dalam bahasa Inggris penampakan ini biasa disebut hamburger-bun shape atau bentuk roti burger: rata di permukaan bawahnya dan melingkar di permukaan atasnya (lihat gambar). Perubahan bentuk ini akibat gaya tekan udara pada permukaan bagian bawah tetesan air hujan yang sedang jatuh ke bumi. Gaya tekan yang berlawanan dengan arah turunnya hujan menyebabkan ratanya permukaan bawah tetesan air hujan. Bentuk ini memperbesar gaya hambat sehingga memperkecil kecepatan jatuhnya air hujan. Rendahnya kecepatan jatuhnya ke bumi menghindari kerusakan hebat akibat tumbukan air hujan.

Jadi hujan turun ke bumi dalam ukuran dan perhitungan yang tepat dalam berbagai halnya. Yang utama adalah kecepatan jatuhnya air hujan. Saat dijatuhkan dari ketinggian 1.200 meter, sebuah benda berbobot dan berukuran sama dengan setetes air hujan akan terus-menerus mengalami percepatan (peningkatan kecepatan). Akhirnya, benda ini jatuh menumbuk permukaan bumi pada kecepatan 558 km/jam. Tapi anehnya, kecepatan rata-rata butiran air hujan hanyalah 8-10 km/jam; atau sekitar 60-70 kali lebih lambat. Subhanallah.
Senin, 13 Oktober 2008
Empat Bulan Tanpa Makan

Empat Bulan Tanpa Makan


Kutub selatan adalah daerah terdingin di dunia. Di wilayah ini, m usim dingin berlangsung selama enam bulan. Mempunyai anak dalam kondisi sesulit ini pastilah memerlukan pengorbanan yang tak terkira dari induknya. Namun, di tempat ini hiduplah sang induk yang paling sayang dan setia di dunia: penguin.

Saat musim berkembang biak tiba, para penguin pergi berbondong-bondong menuju ke sebuah tempat pertemuan besar. Perjalanan ini dapat memakan waktu berminggu-minggu. Mereka mengarungi jarak lebih dari 100 kilometer. Terkadang mereka berenang dan di lain waktu meluncur dengan perut mereka di atas permukaan es. Mereka menuju tempat yang sama dengan cara yang mengagumkan. Di akhir perjalanan, secara menakjubkan mereka bertemu dengan ribuan penguin lain di satu tempat tertentu.

Ada satu tujuan penting di balik pertemuan ini. Tempat di mana mereka semua bertemu ini adalah tempat untuk melahirkan anak-anak mereka. Perjalanan melelahkan ini hanyalah awal dari pengorbanan dan kesulitan yang dihadapi penguin demi anak-anak mereka. Kesulitan yang sebenarnya dimulai setelah sang betina bertelur. Ini disebabkan musim dingin akan segera tiba. Suhu musim dingin dapat turun hingga -50 °C. Selain itu, angin berkecepatan 100 km per jam menerbangkan es dan salju.

Para penguin betina kembali ke laut setelah bertelur, dan menyerahkan telur mereka untuk dierami penguin jantan. Sang jantan yang setia mengambil alih tugas merawat telur-telur tersebut. Penguin jantan membawa telur di atas kakinya dan melindunginya dari es. Bulunya yang tebal melindungi telur dari hawa dingin. Selain itu, jika jatuh di atas permukaan es, telur seketika akan membeku. Oleh karenanya, penguin jantan selalu sangat berhati-hati membawa dan menghangatkan telur.

Pengorbanan yang mereka lakukan dalam menjaga telur tersebut sungguh di luar pemahaman manusia. Mereka terus berdiri sepanjang waktu, tak pernah meletakkan telurnya barang sesaat pun. Karena harus menjaga telur sepanjang waktu, para penguin jantan tidak berkesempatan berburu. Mereka melakukannya tanpa makan selama empat bulan, sehingga berat badan mereka pun dapat turun hingga setengah dari semula. Terkadang jarak terdekat sumber makanan mereka adalah sejauh beberapa hari perjalanan.

Para penguin saling berkerumun dan merapatkan tubuh mereka satu sama lain untuk berlindung dari angin yang dingin membekukan. Selama empat bulan musim dingin tersebut, yang mereka lakukan hanyalah bersabar, menahan lapar dan dingin.

Di akhir masa sulit itu, musim semi pun tiba kembali. Telur-telur telah menetas, dan anak-anak penguin membuka mata mereka pada dunia. Karena lapisan lemak yang akan melindungi mereka dari dingin belum terbentuk, anak-anak penguin masih tetap berada di kaki ayahnya agar terhindar dari dingin, sembari mendapatkan kehangatan dari tubuh sang induk.

Makanan pertama anak penguin berasal dari susu dari tembolok ayahnya. Meskipun penguin jantan tidak makan apa pun selama empat bulan, ia melakukan pengorbanan lain dengan menyimpan makanan di temboloknya bagi anaknya. Di saat itulah sang betina kembali ke daratan dari laut, setelah selama empat bulan berburu dan menyimpan makanan di perutnya untuk anak-anaknya yang baru menetas.

Segera setelah sang betina datang, sang jantan yang telah menahan lapar selama empat bulan bergegas ke laut untuk mulai berburu. Segera setelah sang jantan makan, mereka kembali ke sarang dan melanjutkan memberi makan anak-anaknya bersama betinanya. Tak berapa lama kemudian, penguin muda tumbuh besar, dan mencapai ukuran yang memungkinkan mereka dapat pergi dengan ayah mereka yang setia.

Demikianlah, penguin jantan tidak makan selama empat bulan demi anak-anaknya. Ia berdiri di atas kakinya selama itu, tak pernah meninggalkan telurnya barang sesaat pun. Ini adalah pengorbanan yang luar biasa, yang dilakukan oleh binatang.

Di antara manusia, ada contoh orang yang benar-benar tidak berhati nurani, yang menelantarkan anak-anak mereka ketika dalam kesulitan. Banyak anak-anak yang terpaksa menjadi gelandangan di jalanan. Tetapi penguin tak pernah menelantarkan anak-anaknya, sekalipun kondisinya amat buruk.

Mereka yang mendukung teori evolusi dan menolak penciptaan menyatakan bahwa binatang hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Karenanya, mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana penguin rela menahan lapar selama 4 bulan dan bertahan dari dingin. Lalu siapakah yang mengilhamkan pengorbanan diri semacam itu pada makhluk ini? Sekali lagi, hanya ada satu jawaban atas pertanyaan tersebut. Allahlah yang menciptakan penguin. Allah jugalah yang mengilhamkan pengorbanan luar biasa yang mereka lakukan.
Bajayau..Oh..Bajayau(1)

Bajayau..Oh..Bajayau(1)

Pagi itu, awal Januari 2004. Ratusan anak muda berbaju hitam putih hilir mudik di Pendopo Kabupaten HSS di suatu pagi lima tahun lampau. Sebagian ada yang duduk di kursi yang disediakan panitia sambil berbincang dengan kenalan sesama CPNS di sampingnya. Adapula yang sambil berdiri menyapa rekan yang jauh dipojok ruangan. Tapi sebagian besar berbaris rapi antri ke depan untuk menerima pembagian SK CPNS yang akan mereka terima.

Saya duduk gelisah membuka map biru tua yang baru saja saya terima. Hati berdebar, sulit digambarkan perasaan saat itu yang campur aduk antara senang, bahagia, terharu dan tidak percaya bahwa saya diterima jadi CPNS. Maklum ini merupakan pengalaman pertama melamar kerja setelah lulus kuliah di FKIP Unlam bulan september lalu. Alhamdulillah bulan Nopember-Desember berhasil lulus test.

Rasa tak percaya bahwa diterima jadi CPNS karena saya tidak pernah sepeserpun berusaha memberikan uang pelicin atau sogokan agar diterima. Niat awalnya cuma coba-coba mendaftar dan cari pengalaman karena hati tidak yakin bisa lulus. Menurut cerita orang yang pernah mengikuti seleksi CPNS, agar lulus harus mengeluarkan duit sampai belasan juta rupiah. Waduh..jangankan uang segitu banyak, orang tua saya di desa cuma bertani sehingga uang sejuta pun sangat jarang ada ditangan.

Alhamdulillah, kembali hati bergetar serasa diguyur es. Bergetar dan dingin entah apa sebabnya. Dengan tangan gemetar dan mata sedikit berkaca-kaca perlahan mulai terbaca Surat Keputusan Bupati HSS tersebut. Isinya menyebutkan bahwa saya diangkat sebagai CPNS, bla..bla..blaa dengan tempat tugas SMPN 2 Daha Selatan.

Setelah mulai sadar dan pikiran kembali ke alam nyata, hati mulai bertanya. Dimanakah gerangan letak SMPN 2 Daha Selatan. Perlu diketahui saya aslinya orang HST bukannya orang HSS jadi belum tahu seluk beluk kabupaten ini. Menginjak Kandangan saja saat mengikuti test CPNS ini saja.

Seorang yang tak saya kenal disamping memberikan penjelasan. "SMPN 2 Daha Selatan itu terletak di Bajayau" katanya. Saya kembali bertanya "Nah..kalau Bajayau itu sendiri di mana?". Dia pun tertawa, "Masa Bajaya saja tidak tahu, itu tuh sebuah daerah di Nagara". Saya pun menggumam sendiri "Ohhhh..Nagara! Kalau nagara pernah dengar walaupun belum pernah ke sana".

Setelah pulang kerumah saya cerita kepada orang tua. Mereka sangat senang dan bahagia melihat saya diterima jadi CPNS. Terkabul akhirnya doa sederhana mereka: "Ya Allah yang Maha Pemurah, Berikanlah anak-anak kami penghidupan yang lebih baik daripada keadaan kami". Akhirnya mereka bertanya saya ditempatkan di mana?. Bajayau, jawab saya singkat tanpa beban karena tidak tahu apa, bagaimana dan dimana daerah itu. Pokoknya yang ada dihati saya, diterima bekerja jadi Guru Negeri tanpa menyogok sudah syukur luar biasa. Masalah ditempatkan diujung duniapun rasanya tidak akan membuat saya takut.

Ayah saya yang sudah pernah pergi ke Nagara memberikan penjelasan. Nagara itu sebuah kota kecamatan yang jauhnya 30 km dari kota Kandangan. Keadaan alamnya merupakan daerah yang dikelilingi air karena merupakan kawasan rawa. Di sana banyak pula terdapat kerajinan besi dan alumunium selain mata pencaharian mencari ikan. Jadi jangan heran melihat panci, kuali, wajan dan perkakas alumunium lainnya di produksi di sana.

Ibu saya turut menghibur. Nak, kata beliau, sejauh-jauhnya sekolah SMP biasanya di kota kecamatan. Tidak seperti sekolah SD yang bisa terletak jauh di pelosok. Jadi jangan khawatir paling-paling SMPN 2 Daha Selatan itu di ujungnya kota Nagara.Akhirnya kami lewati malam itu dengan memperbanyak rasa syukur. Walau bagaimanapun sulit atau jauhnya tempat tugas dari kampung halaman, toh saya telah membuat sebuah prestasi gemilang di keluarga kami. Baru saya satu-satunya yang sukses kuliah walaupun anak petani miskin. Terlebih lagi baru saya satu-satunya dikeluarga kami dan tetangga jiran dekat, yang bisa menjadi Guru Negeri atau PNS, yang utama saya tidak menyogok untuk lulus test ini sehingga sampai akhir hayat bisa menikmati pekerjaan dan gaji tanpa dihantui perasaan takut akan halal-tidaknya gaji yang saya terima nanti.

Sebelum pergi tidur saya dan ayah menyiapkan barang yang akan dibawa besok. Perintah BKD HSS ,besok harus langsung lapor ke Disdik kabupaten setelah itu langsung lapor ke sekolah. Pokoknya besok harus sudah sampai di SMPN 2 Daha Selatan. Siapa tahu perjalanan jauh dan mengharuskan bermalam tentu saja harus menyiapkan sedikit bekal makanan dan peralatan untuk tidur dan mandi.

Pagi itu hari Selasa tanggal 13 Januari 2004. Saya mengenakan pakaian hitam putih kembali. Setelah pamit saya langsung berangkat ke Kandangan dengan sepeda motor pinjaman sepupu. Maklum vespa tua yang saya pakai sejak kuliah udah tidak mau kompromi lagi alias udah tidak mau dihidupkan mesinnya. Sesampai di Disdik HSS saya bertemu sekitar 80an orang guru baru seperti saya. Setelah kenalan dan tanya sana-sini akhirnya ditemukan 3 orang yang bernasib sama "terdampar" di Bajayau. Ada Pak Fahmi guru Olah Raga, Pak Bahri Guru Bahas Inggris dan Bu Sanah Guru PAI. Sambil bergurau kami saling tanya mengapa bisa "terdampar" di Bajayau. Ternyata kami berempat punya satu kesamaan, yakni tidak bisa "mengurus" tempat penempatan. Soalnya beredar rumor, bagi yang mau memilih tempat penempatan tinggal datang ke "sang Pejabat" dan memberikan sedikit "Uang terima kasih" maka bisa memilih alternatif tempat tugas yang dekat saja.

Menurut rekan-rekan CPNS yang berasal dari Kandangan, Bajayau dulunya disebut "tempat pembuangan". Tempat tugas yang jauhnya puluhan kilometer dari Kandangan dan senasib sepenanggunan dengan "Loksado". Tapi kami udah bertekad bulat, maju terus pantang mundur. Pokoknya hari ini sudah harus sampai di sana dan lapor sama kepala sekolah. Sekalian minta dibikinkan SPMT sebagai syarat kelengkapan yang diminta BKD.

Kami berempat berangkat dari Kandangan pukul 11:00 Wita dan sampai di Nagara sekitar pukul 12:00 Wita. Saat istirahat di warung sambil minum kami bertanya pada penduduk disana, "Bajayau itu dimana?". Mereka menjelaskan bahwa kalau mau pergi ke Bajayau hanya bisa lewat jalan sungai alias naik kelotok (sejenis perahu bermotor). Tapi sayang, kata mereka, kelotok taksi hanya ada pada hari Senin, Rabu dan Jumat yang merupakan hari pasar di Nagara.
Duh..hati mulai sedikit gelisah. Bagaimana dong agar kami bisa pergi ke sana? apa harus berenang. Untunglah masih ada alternatif lain, yakni mencarter sebuah klotok pulang-pergi ke Bajayau. Ya, jadilah dicarter soalnya tidak ada pilihan lain. Biayanya sih sedikit mahal untuk ukuran kami tapi setelah dibagi berempat akhirnya jadi juga berangkat.

Sepeda motor kami titipkan ditempat parkir dengan catatan bila sore kami tidak datang berarti tolong disimpankan karena kami bermalam di Bajayau. Setelah itu..petualangan pun dimulai....
Ternyata enak juga naik klotok di Nagara ke Bajayau. Sepanjang tepian sungai terlihat aktivitas penduduk Nagara. Banyak terlihat kerajinan logam dan proses penempaan parang. Bunyi tang-ting-tong yang berasal dari suara logam olahan memberikan nuansa yang khas. Deretan rumah "aneh" yang mempunyai dua bagian depan. Bagian depan pertama dengan pintu dan lainnya menghadap ke jalan di tepi sungai. Tapi bagian depan lainnya menghadap sungai. Jadi dari pinggir jalan kita bisa "menamu" (meminjam istilah SQ) dan dari pinggir sungai kita bisa masuk rumah juga.

Setelah sekitar 5 km menyusuri sungai Nagara kearah hilir maka pemandangan pun berganti. Kalau sebelumnya terlihat suasana kota kabupaten unik di pinggiran sungai, sekarang telah berganti dengan pemandangan rawa seluas mata memandang. Sehabis kota Nagara maka tinggal satu dua rumah lanting kecil di pinggir sungai. Selain itu terlihat hanya rawa yang seolah-olah membentang sampai nun jauh disana berbatasan dengan kaki langit. Air yang jernih, ikan berloncat-loncatan. Sesekali terlihat jukung (perahu kecil) nelayan mencari ikan. Terkadang klotok kami berpapasan dengan kapal barang sebesar rumah bertingkat dua. Menurut pengemudi kelotok yang kami sewa, kapal itu baru saja datang dari Banjarmasin membawa barang dagangan ke Nagara dan sebaliknya.

Perjalanan ini terasa mengasyikan sehingga tidak terasa sudah 1 jam kami menyusuri sungai yang lebar ini kearah hilir. Beberapa kampung kecil muncul silih berganti. Tapi belum juga terlihat dimana tanda-tanda lokasi SMPN 2 Daha Selatan. Kami sedikit risau karena tidak seorangpun dari kami berempat ini yang pernah pergi ke sana. Jadi hanya bermodalkan nekat dan sedikit sok tahu. Kepada pengemudi kelotok yang juga tidak tahu dimana sekolah tsb kami katakan, Antarkan saja ke Bajayau, nanti di SMPN 2 Daha Selatan kita singgah. Hee.he.he..nekat juga.



Sesudah beberapa saat terlihat perkampungan kecil di tepi sungai telah habis. Yang tersisa hanya rawa dan sedikit hutan galam dengan aneka satwa khasnya. Duh, batin mulai gelisah dimanakah gerangan tempatnya SMPN 2 Daha Selatan. Sepertinya sudah tidak ada lagi pemukiman manusia, kok pengemudi kelotok tenang saja meneruskan perjalanan. Kami tanya, Pak, sudah sampai di Bajayau atau belum?. Dia menjawab belum, sebentar lagi.
Ternyata predikat "Daerah Terpencil" yang disematkan kepada Bajayau bukan tanpa alasan. Selain harus menempuh jalan darat 30km ternyata harus menempuh jalan sungai sudah sejam lebih belum terlihat juga.
Kami berempat sudah tidak bisa bersuara lagi. Badan sudah lelah, perut mulai lapar, kepala mulai pusing karena mambok naik kelotok. Akhirnya kami berempat tertidur dengan harapan setelah bangun sudah sampai di "negeri antah berantah" yang bernama Bajayau.

Benar juga, setelah setengah jam lebih tertidur kami akhirnya dibangunkan pengemudi kelotok. Ternyata sudah sampai di Bajayau. Tidak seperti dugaan kami, Bajayau merupakan perkampungan yang cukup ramai. Hampir 3 km sepanjang sungai ini dihuni oleh penduduk yang mayoritas nelayan. Rumah-rumah diatas tiang di pinggir sungai, dengan deretan jukung dan kelotoknya memberikan suasana khas nelayan. Dimana-mana terlihat jemuran ikan kering dan keramba. Sikap penduduk sangat ramah dan bersahaja. Duh..hati jadi bersemangat kembali.
Walaupun kami ditempatkan didaerah yang masuk kategori terpencil di HSS, yakni Bajayau, tapi suasana khas rawa memberikan perasaan lain saat bertugas di sini nanti. Gambaran akan anak-anak yang bersahaja, sekolah yang sederhana, mengajar diatas rawa sungguh memberikan gairah tersendiri bagi yang sudah jenuh bekerja atau mengajar di kota besar dengan segala hiruk pikuk dan kepadatan lalu lintasnya.
(Bersambung).
Sabtu, 11 Oktober 2008
no image

Membangun Bisnis Anda

Setiap orang tentu memiliki "Rencana Masa Depan" atau disingkat RMD. Ya, mungkin RMD anda sebagai berikut:
  1. Memiliki usaha sendiri
  2. Banyak teman
  3. Mempunyai penghasilan
  4. Rumah & kendaraan
  5. Kebebasan waktu
  6. Kekayaan
  7. kesehatan
  8. Membantu orang lain
Sudah tentu untuk mewujudkan RMD itu butuh biaya atau memerlukan dana. Untuk itulah tujuan kita bekerja yakni mewujudkan RMD. Tapi seberapa besar penghasilan anda saat ini, tahun lalu atau sampai tahun depan dapat memenuhi RMD. Mungkin tidak 100% RMD bisa dipenuhi karena biasanya kebutuhan hidup tak terbatas dan terus meningkat. Berkenaan dengan tingkat pemenuhan RMD dan cara orang bekerja, saya membaca satu buku.

Menarik, mungkin satu kata itu cukup tepat membaca buku "Cashflow Quadrant" karya Robert kiyosaki. Menurut penulis buku best seller ini, di dunia kerja terdapat 2 tipe pekerja. Yakni, Tipe 1 dan Tipe 2. Apa saja perbedaannya.

Pekerja Tipe 1:
  • Tipe ini dianut oleh 90% penduduk dunia
  • Cuma dapat memenuhi 10% RMD
  • penghasilan didapat dengan barter tenaga dan waktu
Pekerja Tipe 2:
  • Tipe ini dianut oleh 10% penduduk dunia yang sukses
  • Dapat memenuhi 90% RMD
  • Penghasilan didapat dari asset yang telah dibangun
Pekerja tipe 1 adalah pekerja biasa seperti karyawan, buruh, PNS, pedagang, nelayan dan sebagainya. Pola pekerjaan tidak aman, untuk mendapatkan uang harus membarterkan waktu & tenaga. Kalau suatu saat tidak mempunyai waktu atau tenaga ( kecelakaan, sakit, kena PHK, etc ) sehingga tidak bisa bekerja, maka tidak akan mendapatkan uang. Memiliki penghasilan yg Linier. Penghasilan rata-rata naik 0-20% per tahun padahal kebutuhan (BBM, tabung gas, air & listrik) naik 80-200% per tahun. Jadi hidup semakin lama semakin sulit.

Sebaliknya, pekerja tipe 2 bekerja untuk membangun Aset. Katakanlah hanya selama 6–12 bln. Asyiknya, setelah Aset terbentuk walaupun Anda tidak bekerja, Aset akan menghasilkan uang secara terus menerus, selain itu Pola 2 sangat menggiurkan karena penghasilan kita tidak terbatas. jadi pasti dengan sangat mudahnya Anda dapat mewujudkan Rencana Masa Depan yang Anda inginkan. Namun tidak banyak orang yang menjalankan pola 2 ini. Banyak alasan yang menyebabkan mereka mengurungkan niatnya untuk membangun ASET. Salah satu diantaranya adalah terbatasnya MODAL dan kurangnya keahlian. Sekarang permasalahannya aset itu seperti apa saja? Didalam buku Cashflow Quadrant, dijelaskan ada 3 cara membangun Aset.

Macam-macam asset:
  1. Perusahaan, modal besar, resiko besar
  2. Waralaba, modal besar, resiko besar
  3. Waralaba Pribadi, modal kecil, resiko kecil
Nah, jika anda tertarik untuk menjadi pekerja tipe 2 dengan membangun asset Waralaba Pribadi bisa bekerja sama dengan suatu lembaga usaha waralaba yang sudah mapan. Kalau ingin tahu gambarannya silakan tunggu postingan berikutnya.
Senin, 06 Oktober 2008
no image

Datamatrix Barcode

Sebagai blogger kita harus bersosialisasi dan berkomunikasi dengan seluruh komunitas. Hal ini dilakukan dengan cara saling mengunjungi blog untuk "say hello". Tapi terkadang kita perlu berbagi nomor telpon agar komunikasi yang terjalin lebih akrab dan intens.

Sekarang lihatlah di samping kiri blog saya. Di bawah alamat email terdapat gambar kotak persegi dengan corak warna hitam di atas putih. Nah itulah nomor telpon saya yang dikemas dalam bentuk barcode datamatrix. Anda yang ingin menambahkan nomor telpon saya langsungl arahkan kamera HP ke kotak tersebut dan jalankan program barcode reader. Selanjutnya akan timbul data nama dan nomor telpon, tinggal klik pilihan untuk menambahkan ke data kontak anda. Gampang kan kalau kita memaksimalkan pemakaian TI dalam kehidupan sehari-hari. Kita tak perlu lagi susah-susah mengetik nama dan nomor untuk membuat kontak baru. Itu udah ketinggalan jaman bro.

Oh ya, program barcode reader yang saya pakai adalah Kayawa Reader yang dapat didownload di sini. Software ini diinstall di HP yang mempunyai kamera agar dapat membaca barcode datamatrix.

Kelebihan lain dari barcode datamatrix kita dapat menyisipkan 3 jenis data, yakni teks biasa, link/url, dan vcard. Jika sebuah link / url kita masukan dalam barcode datamatrix, maka setelah terbaca oleh hp tersedia pilihan untuk langsung mengunjungi/mendownload link tersebut di HP. Demikian pula data vcard atau data kontak (Nokia Compatible) yang kita masukan di datamatrix maka akan terbaca dan langsung timbul pilihan untuk menyimpan kontak tersebut tanpa perlu mengetik nama dan nomor. Mudah bukan.

Pembuatan barcode datamatrix bisa dilakukan pakai software barcode generator. Bagi anda yang tidak ingin susah-sudah tinggal masuk ke sini untuk menggenerate barcode secara online. tinggal klik kanan dan simpan gambar yang digenerete. Bisa dipakai di blog atau di print. Selanjutnya terserah imajinasi anda menggunakan datamatrix ini.
Sabtu, 04 Oktober 2008
no image

Kebohongan Subsidi BBM Pemerintah

Saya tertarik dengan judul berita utama Kantor Berita Antara :"Pemerintah Harus Beri Subsidi BBM Kepada Nelayan" yang dirilis beberapa bulan lalu bisa dilihat di sini. Menurut saya hal ini bohong dan penipuan pemerintah terhadap rakyatnya.

Coba pikirkan, saat membaca berita di atas yang terbayang adalah pemerintah telah atau akan berbaik hati memberikan subsidi BBM kepada rakyatnya. Puluhan bahkan ratusan triliun "dikorbankan" pemerintah untuk menolong rakyat agar harga BBM menjadi murah. Wah, sungguh baik hati ya pemerintah kita. Terlihat sekilas bahwa ini merupakan kebijakan baik, hebat, populis, yang harus kita dukung. (Walaupun kenyataanya saat ini subsidi itu sedikit-demi sedikit mulai dan akan dihilangkan).

Kebohongannya adalah: Pemerintah tidak memberikan subsidi kepada rakyatnya karena uang yang dipakai untuk subsidi tersebut memang uang rakyat. Artinya pemerintah hanya menyalurkan kembali uang rakyat kembali ke rakyat dalam bentuk subsidi.

Jadi pemberi subsidi sebenarnya adalah para pembayar pajak karena pendapatan APBN terbesar dari pajak. Artinya uang subsidi BBM "pemberian pemerintah" itu sebenarnya uang dari WNI yang baik dan taat pajak. Mereka bisa siapa saja, pedagang, pengusaha, PNS, POLRI, TNI, Petani, Nelayan yang telah bersusah payah dan berkeringat darah mencari nafkah untuk keluarganya dan berbaik hati menyisihkan sekian persen membayar pajak untuk membiayai APBN.

Tapi anda jangan berpikir kalau orang kecil biasa yang tidak punya NPWP tidak ikut bayar pajak. Apakah itu tukang becak, pedagang kecil, petani penggarap, bahkan pengangguran pun ikut bayar pajak. Bagaimana caranya?

Menurut Imam Semar cara pemerintah menarik pajak ada 2 macam. Jalur langsung dan jalur tidak langsung. Jalur langsung adalah penarikan pajak biasa. Yang jarang kita ketahui adalah jalur tidak langsung. Bayangkan bagaimana caranya pemerintah menarik pajak dari abang tukang bakso di desa terpencil?

Caranya adalah melalui inflasi. Inflasi arti riilnya adalah berkurangnya nilai tabungan atau uang yang kita simpan dirumah. Bayangkan kita menyimpan seribu rupiah pada tahun lalu bisa untuk membeli dua biji kue. Ternyata tahun ini uang seribu hanya bisa untuk membeli satu biji kue. Artinya nilai riil uang tahun ini telah berkurang tinggal separuhnya. Dalam bahasa "keren" ekonomi ini disebut terjadi inflasi 50%. Penyebab utama terjadinya inflasi adalah jika pemerintah mencetak uang baru tanpa ada penambahan produksi riil barang. Yang terjadi adalah jumlah uang melebihi harga barang sehingga permintaan akan lebih besar dari penawaran. Otomatis harga barang akan naik. Nah, naiknya harga barang ini disebut juga inflasi. Ingat, artinya nilai riil uang yang kita miliki akan berkurang. Sekarang anda sadar tidak bagaimana cara pemerintah secara tidak langsung menarik uang dari saku kita.

Kesimpulannya, uang subsidi yang "diberikan" pemerintah berasal dari kita semua, dari tukang becak sampai pengusaha besar, baik lewat penarikan pajak langsung atau pun pajak tidak langsung. Jadi janganlah anda terpesona oleh "kebaikan hati" pemerintah mengeluarkan subsidi BBM ataupun BLT karena itu duit kita sendiri. Pemerintah memang dipilih dan digaji untuk melakukan hal tersebut, yakni mensejahterakan rakyat yang telah memilihnya.

Kalau anda masih belum faham atau tidak percaya silakan baca tulisan dari pakarnya, yakni Imam Semar di sini.

Coba pikirkan? Apakah saya bohong atau pemerintah yang bohong.....
Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved