Breaking News
Loading...

Recent Post

Jumat, 20 November 2009
RootKit, lebih hebat dari Virus

RootKit, lebih hebat dari Virus

Bayangkan ...

(1) Sebuah file mampu bersembunyi pada komputer anda. File itu tidak terdeteksi di windows explorer, tidak terdeteksi oleh antivirus, anti malware, anti spy ware dan seterusnya. File ini tidak akan terlihat oleh perintah dir pada command prompt walaupun ditambah parameter untuk menampilkan attribut hidden.

(2) Sebuah proses yang dijalankan pada komputer anda tidak tampak di task manager, tidak terlihat di system service seolah-olah proses itu tidak ada atau siluman.

(3) Ukuran free space di hardisk anda ternyata tidak akurat/ tidak benar alias dipalsukan. Saat dibaca di windows explorer tertulis 37 GB free (misalnya) tapi saat mau mencopi file mp3 ke harddisk gagal dengan informasi disk full. Artinya sebuah/beberapa file dapat disimpan ke dalam hardisk tanpa diketahui oleh pemiliknya.

Bagaimanakah 3 hal di atas bisa terjadi? Siapakah yang menyebabkan keanehan itu. Jawabannya adalah: rootkit!

Menurut wikipedia, Rootkit adalah kumpulan software yang bertujuan untuk menyembunyikan proses, file dan data sistem yang sedang berjalan dari sebuah sistem operasi tempat dia bernaung. Rootkit awalnya berupa aplikasi yang tidak berbahaya, tetapi belakangan ini telah banyak digunakan oleh malware yang ditujukan untuk membantu penyusup menjaga aksi mereka yang ke dalam sistem agar tidak terdeteksi. rootkit hadir di beragam sistem operasi seperti, Linux, Solaris dan Microsoft Windows. Rootkit ini sering merubah bagian dari sistem operasi dan juga menginstall dirinya sendiri sebagai driver atau modul kernel.

Rootkit memodifikasi kernel (inti dari system operasi) sehingga informasi yang ditampilkan oleh Windows yang notabene berasal dari kernel akhirnya menjadi bisa dipalsukan. Jangan heran kalau keberadaan file bisa disembunyikan, informasi free disk space bisa dipalsukan dan prosses yang sedang berjalan tidak bisa ditampilkan di task manager.

Kata "rootkit" terdengar di telinga publik bermula pada skandal Sony BMG CD Copy Protection, dimana CD yang dibuat Sony BMG music meletakkan sebuah rootkit di PC Microsoft Windows pada saat pengguna memutar CD di komputer mereka. Sony sebelumnya tidak memperingatkan kepada pengguna akan hal ini di dalam CD mereka maupun di dalam kemasannya. Tujuan pihak Sony agar file music dalam CD tersebut tidak bisa di copy. Setelah menghadapi banyak tuntutan akhirnya Sony menarik semua CD bermasalah tersebut.

Tentu anda tertarik untuk melakukan hal diatas bukan. Tapi coba di komputer sendiri jangan di komputer orang lain. Segala akibat yang terjadi silakan tanggung sendiri dan penulis menyatakan tidak ikut bertanggung jawab.

Salah satu rootkit populer di kalangan para hacker adalah Hacker Defender. Software ini mampu berjalan baik di system operasi Windows 2000, Windows XP hingga Windows Server 2003. Hacker Defender bisa didownload dalam bentuk executable dan source code sehingga anda yang mempunyai kemampuan programming dapat memodifikasi rootkit ini. Hacker Defender terdiri dari 9 buah file, yaitu:

  1. hxdef100.exe : program hacker defender v.1.0.0
  2. hxdefOFdis.exe : program hacker defender yang telah dimodifikasi dengan teknik berbeda.
  3. hxdef100.ini : file setting yang mengatur cara kerja software ini dengan sisipan tambahan karakter sampah untuk menghindari deteksi antivirus.
  4. hxdef100.2.ini : file setting yang telah disederhanakan agar lebih mudah dibaca dan difahami.
  5. bdcli100.exe : Backdoor client.
  6. rdrbs100.exe : redirector
  7. Readmecz.txt : readme file dalam bahasa Czech
  8. Readmeen.txt : readme file dalam bahasa Inggris.
  9. src.zip : file-file source code.
Kalau mau mencoba silakan download filenya (link nya silakan tanya Prof Google). Sebelum menjalankan program utama hxdef100.exe, terlebih dahulu ubah settingan hxdef100.ini agar sesuai dengan keperluan anda.

Sekarang anda bisa menyembunyikan file penting dan rahasia anda tanpa bisa dideteksi oleh Windows. Demikian pula virus tidak bisa menginfeksi karena file anda tidak terlihat di level operating system.

Selamat mencoba menjadi hacker.


Jumat, 23 Oktober 2009
no image

Formasi Penerimaan CPNS di Kab HSS / Kandangan

Berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 359.P/M.PAN/9/2009 tanggal 14 September 2009 tentang Persetujuan Rincian Formasi CPNS tahun 2009 dan Keputusan Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 820/973/-SIPEG/BKD DAN DIKLAT tentang Penetapan Formasi CPNSD dari Pelamar Umum di Kabupaten Hulu SUngai Selatan tahun anggaran 2009 tanggal 15 Oktober 2009, dengan ini diumumkan bahwa dalam tahun anggaran 2009 Pemkab HSS membuka penerimaan CPNSD bari dari pelamar umum.

1. Jumlah Formasi dan Kualifikasi Pendidikan
Jumlah formasi untuk CPNSD kab HSS dari pelamar umum sebanyak 324 orang dengan rincian:
a. Formasi guru dari pelamar umum sebanyk 105
b. Formasi tenaga kesehatan dari pelamar umum sebanyak 107
c. Formasi tenaga teknis lainnya dari pelamar umum sebanyak 112

2. Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Berbadan sehat dan bebas narkoba
3) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (per 31 Desember 2009)
4) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/CPNS
5) Bersedia ditempatkan dilingkungan Pemkab HSS
6) Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS atau TNI/Polri
7) Tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik

B. Persyaratan Akademis
Memiliki ijazah sesuai dengan kualifikasi pendidikan sebagaimana terlampir pada Formasi I, II dan II dengan IPK:
1. Lulusan PTN minimal 2,5 untuk Sarjana dan sarjana muda.
2. Lulusan PTS minimal 2,75 untuk sarjana dan sarjana muda.

C. Persyaratan Administrasi
1. Pelamar mengisi blanko isian biodata (disediakan panitia) dan mengajukan permohonan tertulis kepada:

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN
U.p Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat
Kab Hulu SUngai Selatan
di Kandangan
2. Permohonan ditulis tangan dengan tinta hitam diatas double folio bergaris dan dibubuhi tanda tangan diatas materi Rp 6.000,- pada alamat pelamar ditulis lengkap alamat rumah dan nomor telepon / HP
3. Permohonan dilampiri:
a) Fotocopy Ijazah / STTB yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan serta transkip nilai dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar serta memperlihatkan dokumen aslinya.
b) Fotocopy Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) AK.I sebanyak 1 lemar yang dilegalisir dan diperlihatkan aslinya.
c) Pas Photo terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar dan ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar.

4. Permohonan beserta lampirannya dimasukkan dalam map berwarna:
a. Kuning untuk GURU
b. Hijau untuk KESEHATAN
c. MERAH untuk tenaga Teknis

D. Tempat dan Jadwal PEndaftaran
1. Tempat pendaftaran di kantor BKD dan DIklat kab HSS jalan Panglima Batur No 14 Kandangan
2. Waktu pendaftaran dimulai tanggal 26 Oktober 2009 jam 08.00 WITA (hari kerja) sampai dengan tanggal 4 Nopember 2009 pukul 15:30 WITA.
3. Semua berkas menjadi hak milik Panitia CPNSD kab HSS

E. Materi Tes
1. Tes Kompetensi Dasar (TKD),
a) Tes Pengetahuan umum
b) Tes Bakat SKolastik
c) Tes Skala Kematangan

F. Pelaksanaan Tes Seleksi dan Hasil tes
1. Pelaksanaan Ujian seleksi CPNSD dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Nopember 2009 (waktu dan tempat ditentukan kemudian)
2. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus CPNSD direncanakan pada pertengahan Desember 2009.
3. Bagi pelamar yang sudah mendaftarkan diri sebagai CPNS pada kabupaten lain tidak diperkenankan/diperbolehkan mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS di lingkungan kab HSS, kab kota lainnya.

Formasi CPNS Daerah kabupaten Hulu Sungai Selatan provinsi Kalimatan Selatan tahun 2009 bisa dilihat di sini.
Jumat, 16 Oktober 2009
no image

Contoh Case Study

Sulitkah Mempertahankan Minat Belajar Mereka?

Oleh: Helsy Elselia, S.Pd.

Guru SMPN 2, Tanjungsari- Sumedang.

Sebagai seorang guru, saya berkeinginan agar siswa merasa senang saat belajar dan tetap mengikuti pembelajaran sampai jam pelajaran berakhir. Pada kesempatan ini pelajaran yang akan saya sampaikan adalah materi klasifikasi zat.

Konsep yang tercantum dalam RPP adalah asam, basa dan garam dalam kisaran standar kompetensi: Memahami klasifikasi zat, sedangkan kompetensi dasar: Melakukan percobaan sederhana dengan bahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari. Konsep asam, basa dan garam diajarkan di kelas VII semester 1. Seperti kita ketahui bahwa pelajaran Kimia baru mulai dipelajari siswa setelah masuk SMP. Sehingga siswa yang baru tamat SD tersebut masih sangat merasa asing terhadap Laboratorium beserta alat dan bahannya sampai petunjuk kegiatannya (LKS).

Sabtu, 23 Agustus 2008, pukul 09.50, dilaksanakanlah pembelajaran di kelas 7D SMPN 2 Tanjungsari. Kegiatan belajar saat itu menggunakan pendekatan kontekstual dan siswa belajar dalam kelompok yang terdiri atas 4 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Pengaturan meja dan bangku disusun membentuk angka II. Pada awal pembelajaran saya lupa meminta siswa untuk menghadap ke depan papan tulis, sehingga ada beberapa siswa yang membelakangi guru. Saat itu saya begitu bersemangat untuk membawa siswa mengerti akan konsep kimia ini.

Apersepsi disampaikan dalam waktu kurang dari 15 menit, dan ada beberapa siswa yang belum siap untuk belajar. Mereka masih mengawasi sekeliling ruangan yang masih sangat asing baginya. Saya mulai menjelaskan bermacam macam indicator dan ciri asam basa yang biasa dikenal, seperti ciri pada cuka dan sabun. Kemudian penjelasan berlanjut pada alat dan bahan eksperimen .

Saya memperhatikan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti penjelasan itu. Penjelasan yang disampaikan dianggap angin lalu dan mereka asyik melihat keliling ruangan Lab. Reki adalah satu dari siswa tadi yang mengantuk dan meletakkan kepalanya di meja.

“Anak-anak, tahukah kalian mengapa untuk mengurangi sakit pada lambung orang sering menggunakan obat seperti antasid? “Ucapan saya mulai sedikit menarik perhatian siswa saat melakukan tahap kontak dalam kontekstual. Lalu kegiatan belajar mulai melangkah ke tahap kuriositi.” Coba kalian perhatikan tabung reaksi yang berisi ekstrak kulit buah manggis ini, apa warnanya? Sekarang Ibu akan mencampurkannya dengan larutan antasid, sedikit kita aduk dan perhatikanlah…… dan ternyata campuran itu jadi berubah warna. Mengapa begitu, apa ada yang tahu alasannya?” Semua siswa terdiam dan terkagum-kagum. Demikianlah demontrasi tersebut dilakukan sehingga terciptalah rasa ingin tahu siswa.

Tiba saatnya siswa ditugaskan untuk bereksplorasi dengan media pembelajaran dengan di pandu oleh LKS pada tahap elaborasi. Setiap siswa mendapatkan 2 lembar LKS. Ada siswa yang sudah aktif membaca dan langsung ingin mencoba melakukan kegiatan seperti perintah dalam LKS, tapi ada juga yang diam menonton.

Seperti pada awal pembelajaran Reki berada pada keadaan yang belum mau belajar dan malas mengikuti kegiatan kelompok. Rafima, teman sekelompoknya mulai menegur. ”Ayo Rek baca LKS-nya, bantu saya dong, jangan diam saja,” Gerutu Rafima. Dengan terpaksa Reki mulai melirik demi LKS. Setelah ditemukan hal yang menarik dari kegiatan yang dilakukan teman temannya, mulailah minat Reki muncul. Perlahan Ia mulai melakukan kegiatan dan berdiskusi tentang gejala yang timbul setelah meneteskan cuka pada lakmus merah dan lakmus biru. “Kok aneh ya mengapa lakmus biru berubah jadi merah sedangkan yang merahnya tidak berubah. Tapi bila ditetesi air kapur, malah yang berubah lakmus merah jadi biru, sedangkan lakmus biru tetap,” kata Reki aneh. Terbukalah suatu diskusi kelompok untuk membahas gejala yang timbul dan mereka mencatatnya pada tabel pengamatan. Tetapi penyebab terjadinya perubahan itu masih belum dapat mereka temukan dan ada keinginan untuk bertanya kepada guru, tapi keinginan itu hilang.

Sambil berkeliling membimbing kegiatan yang dilakukan siswa kelompok demi kelompok, saya memperhatikan aktivitas siswa. Saya merasa pembelajaran saat itu berhasil karena saya dapat membaca siswa senang dan betah belajar dari kegiatan eksperimen indikator asam basa ini.

Setelah kegiatan kelompok berakhir saya mulai masuk pada tahap nexus yaitu tahap perumusan rangkuman. Dengan sangat tergesa-gesa, saya langsung memberikan penjelasan, tapi sayangnya penjelasan itu tidak menimbulkan adanya interaksi siswa dengan guru. Informasi banyak bersumber dari guru sehingga guru-lah yang memonopoli pembicaraan. Banyak teori asam basa saya sampaikan secara langsung dan tidak ada kegiatan menggali pengetahuan siswa dari apa yang telah mereka lakukan. Dari raut wajah, banyak siswa yang merasa sulit menghubungkan sejumlah informasi yang diucapkan guru dan kegiatan ini membuat turunnya konsentrasi belajar siswa .

“Dari ketiga macam indicator alami yang kita gunakan hari ini, manakah indikotor yang paling baik dan apa alasannya.” Saya mulai meminta perhatian siswa kembali. Banyak siswa terdiam. Kemudian saya mencoba menunjuk salah satu dari mereka untuk menjawab. Tapi apa jawab mereka? “Belum Bu, Kami tidak bisa menjawabnya!”

Akhirnya pertanyaan itu saya jawab dan pertegas sendiri setelah tidak saya temukan jawaban tepat dari mereka. Penjelasan itu saya akhiri dengan kesimpulan ciri ciri larutan yang bersifat asam, basa dan netral. Jumlah siswa yang tidak memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan baik jadi bertambah banyak. Meskipun beberapa pertanyaan dalam LKS dapat dijawab dengan baik, tapi ada beberapa konsep yang belum dipahami, sehingga siswa belum mampu menarik kesimpulan dari percobaan yang mereka lakukan, kemampuan itu hanya terbatas pada beberapa siswa saja. Hal ini terbukti dari hasil test yang diberikan guru.

Saya merasa kecewa. Awalnya saya mengira pembelajaran saat itu berhasil, ternyata tidak. Saya tidak dapat mempertahankan semangat belajar siswa yang justru malah di akhir jam pelajaran.

Meskipun sudah saya kuras energi ini untuk membuat siswa mengerti dengan berkeliling membimbing siswa, memberi penjelasan, tapi sia-sia belaka karena justru motivasi yang muncul sangat tinggi pada kegiatan elaborasi menjadi sangat cepat menyusut di akhir pembelajaran. Kejadian ini sangat tidak saya harapkan karena mengapa saya tidak dapat mempertahankan semangat belajar siswa. Apa yang harus saya ubah dari pembelajaran ini.

Minggu, 11 Oktober 2009
no image

Penerimaan CPNS Kalsel 2009

1. Info CPNS Pemda / Pemkab di Kalsel 2009

Banjarmasin, 8/10 (Antara) - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai dibuka pada 20 Oktober 2009, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Thamrin, Kamis.

Menurut Thamrin, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKD Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim)."Pada koordinasi tersebut kami memutuskan bahwa tes PNS dilakukan pada 15 November," katanya. Dengan demikian, kata dia, pada akhir Oktober pendaftaran CPNS harus sudah dimulai, karena sesuai ketentuan, jarak antara pendaftaran dan tes minimal dua minggu. Sedangkan hasilnya, akan diumumkan pada akhir Desember, sehingga pada awal 2010 bagi PNS yang diterima bisa mulai bekerja.

Thamrim mengatakan, pada penerimaan PNS 2009 Kalsel mendapatkan jatah 6.801 orang, terdiri 5.213 orang dari jalur umum dan 1.470 honorer. Selain itu, kata dia, juga akan ada pengangkatan sekretaris desa (Sekdes) menjadi PNS sebanyak 118 orang. Khusus untuk Pemprov Kalsel terbuka lowongan sebanyak 245 orang dari jalur umum dan 302 orang honorer. Sedangkan bagi kabupaten dan kota lainnya, hingga kini belum ada penetapan, karena masih ada lima kabupaten yang belum menyetorkan data kebutuhan formasi.

"Kita belum bisa umumkan formasinya, karena masih ada kabupaten yang belum memberikan data," katanya. Menindaklanjuti hal tersebut, dalam minggu ini pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan BKD kabupaten dan kota untuk mengetahui kebutuhan pegawai dan kendalanya. Pelaksanaan tes CPNS katan dia, akan dilaksanakan secara serentak antara Kalsel, Kalteng dan Kaltim menghindari mutasi pelamar atau peserta testing ganda.


2. Info CPNS Depag Kalsel 2009

Mengacu Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Agama RI Nomor : 1449 Tahun 2009 tanggal 29 September 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama Tahun Anggaran 2009, serta Nomor : B.II/1-a/Kp.00.3/965/2009 tanggal 30 September 2009 tentang Penyampaian Alokasi Formasi Umum CPNS di lingkungan Departemen Agama Tahun Anggaran 2009. Dengan ini kami sampaikan Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pelamar umum di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota Tahun Anggaran 2009, dengan alokasi formasi terlampir.

PERSYARATAN PELAMAR
A. PERSYARATAN UMUM
  1. Setiap warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berusia serendahrendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (pada tanggal 1 Desember 2009) dapat mengajukan lamaran untuk mengikuti ujian pengadaan CPNS Departemen Agama tahun 2009, dan bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 tahun s/d 40 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 dapat pula mengajukan lamaran jika memiliki wiyata bakti minimal 12 tahun 8 bulan secara terus menerus dan tidak terputus-putus pada instansi pemerintah atau lembaga yang berbadan hukum;
  2. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan ketrampilan yang diperlukan sesuai dengan formasi yang tersedia;
  3. Berkelakuan Baik;
  4. Sehat jasmani dan rohani;
  5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap;
  6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Swasta;
  7. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri;
  8. Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan Pemerintah;
  9. Tidak menjadi anggota / pengurus PARPOL;
  10. Bersedia mematuhi peraturan / ketentuan yang berlaku dalam lingkungan Departemen Agama.
B. PERSYARATAN KHUSUS
Mereka yang memenuhi persyaratan umum di atas, dapat mengikuti ujian CPNS dengan ketentuan yang bersangkutan mengajukan surat lamaran dialamatkan kepada Menteri Agama RI di Jakarta yang ditulis sendiri dengan tinta hitam dengan menyebutkan formasi serta jenis ketenagaan yang dilamar pada satuan organisasi dimaksud;
  1. Surat lamaran tersebut harus dilampiri :
  2. Fotokopi sah STTB / ijazah dan transkrip nilai;
  3. Pas poto hitam putih, ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 2 (dua) lembar;
  4. Fotokopi KTP (Domisili Kalimantan Selatan);
  5. Fotokopi sah surat keputusan pengangkatan pertama sebagai tenaga honorer sampai dengan terakhir atau wiyata bakti (bagi yang memiliki).

C. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
1. Tempat Pendaftaran dilaksanakan 13 (tiga belas) tempat sesuai dengan formasi penerimaan penempatan CPNS yaitu :
a. Kanwil Dep. Agama Prov. Kalimantan Selatan;
b. Kandepag Kab. Banjar;
c. Kandepag Kab. Kotabaru;
d. Kandepag Kab. Tanah Bumbu;
e. Kandepag Kab. Tabalong;
f. Kandepag Kab. Hulu Sungai Utara;
g. Kandepag Kab. Hulu Sungai Selatan;
h. Kandepag Kota Banjarmasin;
i. Kandepag Kab. Balangan;
j. Kandepag Kota Banjarbaru;
k . Kandepag Kab. Barito Kuala
l. Kandepag Kab. Hulu Sungai Tengah;
m. Kandepag Kab. Tapin.
Waktu pendaftaran pelamar serentak pada :
  1. Tanggal 5 sampai dengan 20 Oktober 2009, pada hari dan jam kerja kantor. Penerimaan di tutup tanggal 20 Oktober 2008 pukul 16.00 Wita;
  2. Pelaksanaan Ujian Tertulis serentak dilaksanakan pada :
  3. Tanggal 15 Nopember 2009 di masing – masing Kandepag Kabupaten / Kota (sesuai dengan alokasi formasi).
D. LAIN – LAIN
  1. Pelamar harus menulis Nama, Alamat, Pendidikan, Golongan dan Formasi yang jelas pada Map berkas pelamar;
  2. Persyaratan Administrasi lainnya belum tercantum dalam pengumuman ini dipenuhi setelah pengumuman kelulusan;
  3. Hal – hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung pada tempat pendaftaran masing – masing atau pada Kantor Wilayah Dep. Agama Prov. Kalimantan Selatan (Subbag Ortala dan Kepegawaian).
Banjarmasin, 02 Oktober 2009

Untuk Informasi lengkap silahkan download file disini
Untuk Formasi yang dibutuhkan silahkan download disini
Contoh Surat lamaran
Sabtu, 26 September 2009
no image

Seminar Nasional Open Source

Ikuti seminar nasional dengan tema "Pemerataan Akses Internet dan Migrasi Open Source Software" pada tanggal 4 Oktober 2009 di Aula RSUD Damanhuri Barabai dengan pembicara:

  1. Bupati HST, Drs Syaiful Rasyid, MM : (Keynote Speaker)
  2. Bambang Dwi Anggora, M. Eng (Depkominfo) : Sosialisasi Internet
  3. DR. Kemal / Menristek : Latar Belakang Open Source Software
  4. Pancat Setyantana, M.Eng / Depkominfo : Strategi Pelaksanaan Open Source Software
  5. Saipul Rahman, S.Pd / Helpdesk OSS kab HSS : Migrasi Open Source Software
Peserta terbatas sebanyak 200 orang.
Kontribusi peserta : Rp 80.000,- / orang.

Fasilitas seminar:
1. Sertifikat
2. Block Note + Pulpen (Starter kit)
3. CD Linux Installer
4. Snack dan Makan Siang

Pendaftaran:
1. Grand Net - Jl. H.M. Syarkawi (Barabai)
2. Bappeda kab. HST - Ibu Patriani
3. Syamsuddin, S.Pd (Kandangan)

Selebaran / Undangan Seminar dapat didownload di sini.

Jumat, 18 September 2009
no image

SELAMAT IDUL FITRI 1430H


SYAMSUDDIN IDERIS & KELUARGA mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1430H dan mohon maaf lahir dan bathin, atas segala kesalahan baik sengaja atau tidak disengaja, baik offline atau online di tulisan ini. Semoga dengan hikmah Ramadhan dan Idul Fitri ini kita kembali menjadi manusia yang fitrah dan bersih dari dosa-dosa. Amin.

Kandangan, 18 September 2009/28 Ramadhan 1430H

Kamis, 17 September 2009
no image

GURU PEMANDU UJUNG TOMBAK PROGRAM BERMUTU

Era baru pembangunan pendidikan Indonesia telah mulai. Hal itu ditandai dengan dimulainya Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP pada 75 kabupaten/kota di 15 provinsi di Indonesia.




BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading) bertujuan mengupayakan peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Program BERMUTU meliputi 4 komponen pokok, yaitu: 1. Komponen reformasi pendidikan calon guru di Perguruan Tinggi; 2. Komponen Continous Profesional Development di tingkat sekolah; 3. Komponen sistem akunta-bilitas dan insentif peningkatan kinerja dan karier guru; dan 4. Komponen monitoring dan evaluasi kinerja guru. Pada komponen yang ke-2, salah satu kegiatannya adalah pemberdayaan dan peningkatan kinerja guru SD dan SMP di Sanggar KKG dan MGMP yang terdekat.
Sasaran peserta program BERMUTU di KKG/MGMP diutamakan guru yang belum
berkualifikasi S-1. Diharapkan mereka dapat melanjutkan ke LPTK (Lembaga Pendidikan
Tenaga Kependidikan) di Perguruan Tinggi yang terakreditasi untuk memperoleh gelar sarjana. Pengalaman kesertaan mereka selama mengikuti program BERMUTU dapat dikonversi ke dalam SKS (satuan kredit semester) sekitar 40-60 sks. Penghargaan SKS itu diperoleh dari produk belajar yang dihasilkan dari kegiatan di KKG/MGMP, misalnya: kajian kritis bidang ilmu, studi kasus pembelajaran, laporan lesson study, laporan PTK, dan hasil lainnya. Karya-karya guru tersebut selanjutnya dinilai oleh LPTK untuk mendapatkan sejumlah SKS yang dapat mengurangi beban belajar atau masa studi di LPTK. Harapannya mereka memiliki kemauan kuat dan mendapat sedikit kemudahan dalam melanjutkan studi S-1 di LPTK. Kepemilikan kualifikasi S-1 itu memungkinkan mereka memiliki kesempatan mengikuti sertifikasi guru.
Artikel ini ditulis bertujuan untuk ikut mensosialisasikan Program BERMUTU kepada pembaca awam, khususnya kegiatan yang berhubungan dengan pemberdayaan dan peningkatan kinerja guru di Sanggar KKG/MGMP. Selain itu, tulisan ini dimaksudkan untuk menunjukkan pentingnya peran Guru Pemandu dalam keberhasilan pelaksanaan Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP. Harapan penulis, para guru dan pembaca Buletin ini mengetahui sekilas mengenai pengertian, tujuan, kegiatan, dan sasaran Program BERMUTU. Guru Pemandu sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan Program BERMUTU di sanggar KKG/MGMP dapat memahami peran dan tugasnya sehingga memberikan andil bermakna dalam keberhasilan Program BERMUTU.
Tim Pengembang Program BERMUTU
BERMUTU merupakan program nasional yang melibatkan banyak pihak dan memerlukan dana besar. Pihak yang terlibat adalah Dirjen PMPTK (Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan), Dirjen Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), Balitbang Diknas (Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Nasional), Menpan (Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara), BKN (Badan Kepegawaian Nasional), P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan), LPMP (Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan), dan Pemerintah Kabupaten/Kota mitra BERMUTU.
Dana yang diperlukan untuk mendukung Program BERMUTU ini sebesar Rp19.510.000.000,00. Dana itu diperoleh dari Pinjaman Bank Dunia, Hibah Pemerintah Belanda, APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
Tim pengembang yang terlibat secara teknis operasional dalam Program BERMUTU secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut.
1. NCT (National Core Team=Tim Inti Nasional)
Tim ini digawangi oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan dan Pelatihan (Direktorat Bindiklat), Ditjen PMPTK, Depdiknas bekerja sama dengan Ditjen Dikti. Tim inti nasional inilah yang merancang program secara nasional dan menyiapkan Modul atau BBM (Bahan Belajar Mandiri) serta perangkat lainnya yang diperlukan dalam pelaksanaan Program BERMUTU. NCT ini pula yang membentuk PCT dan melakukan sosialisasi program BERMUTU.
2. PCT (Provincial Core Team=Tim Inti Provinsi)
Tim ini diprakarsai oleh Widyaiswara LPMP, Dosen LPTK setempat, dan Instruktur Dinas Pendidikan Provinsi. Tim Inti Provinsi ini bertugas melakukan sosialisasi Program BERMUTU ke daerah, membentuk DCT dan melatih Guru Pemandu KKG/MGMP di kabupaten/kota mitra BERMUTU, dan melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP.
3. DCT (District Core Team = Tim Inti Daerah)
Tim ini beranggotakan unsur Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Pengawas Sekolah, dan Kepala Sekolah. Tim Inti Daerah bertugas menyiapkan pembentukan Sanggar KKG/MGMP sesuai ketentuan yang berlaku, mengajukan proposal untuk memperoleh DBL (Dana Bantuan Langsung), menetapkan peserta dan Guru Pemandu Program BERMUTU, dan menyusun laporan kegiatan serta mempertanggungjawabkan dananya.
4. GP (Guru Pemandu)
Guru Pemandu merupakan ujung tombak pelaksanaan program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP. Guru Pemandu adalah seseorang yang memiliki kemampuan dan kewenangan mengajar, mendidik, dan melatih peserta Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP. Dalam pelaksanaannya, Guru Pemandu ini dapat direkrut dari instruktur, widyaiswara, dosen, pengawas, atau narasumber yang dipandang mampu.
Peran Guru Pemandu
Berdasarkan peran dan tugas tim pengembang di atas, dapat dilihat bahwa peran Guru Pemandu sangat menentukan dalam keberhasilan Program BERMUTU. Mereka dapat diibaratkan sebagai ujung tombak yang amat menentukan keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP. Bila ujung tombak itu hanya sekadar ‘pucuk daun’, sudah barang pasti tidak dapat berperan sebagaimana mestinya. Namun, apabila ujung tombak itu dari ‘besi baja’ yang terasah, dapatlah diharapkan kemampuannya dalam menjalankan peran dan fungsinya.
Untuk menjamin Guru Pemandu BERMUTU yang berkualitas, upaya yang dapat dilakukan adalah: penetapan kriteria sebagai syarat perekrutannya, pelatihan berkelanjutan yang sistematis, dan pemberian kompensasi yang memadai. Pihak yang tepat untuk mewujudkan hal itu adalah LPMP bekerja sama dengan LPTK dan Dinas Pendidikan. Di masa mendatang, pembinaan terhadap Guru Pemandu perlu dipersiapkan secara serius untuk menjamin mutu pelaksanaan Program BERMUTU di Sanggar KKG/MGMP.
Kriteria Guru Pemandu BERMUTU –seperti yang ditentukan oleh LPMP Jawa Tengah bersama DCT 10 Kabupaten Mitra BERMUTU—sebagai berikut ini.

1. Kualifikasi pendidikan minimal S-1,
2. Berstatus sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil),
3. Berprofesi Guru / Kepsek / Pengawas / Widyaiswara/Dosen yang masih aktif,
4. Minimal golongan IIIc,
5. Pernah melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas),
6. Menguasai dasar-dasar TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi),
7. Usia maksimal 50 tahun, dan
8. Memiliki komitmen tinggi terhadap program BERMUTU.

Pelatihan terhadap Guru Pemandu juga telah dilakukan di LPMP Jawa Tengah selama 3 hari pada bulan Juni dan Juli 2009 di LPMP Jawa Tengah. Pelatihan yang diberikan meliputi: gambaran umum BERMUTU, Case Study, Lesson Study, PTK, TIK, Tematik, Model Pembelajaran Inovatif, Andragogi, KTSP, pengembangan instrumen penilaian, dan kajian bidang akademik . Semestinya, ada kegiatan lanjutan untuk melihat kinerja dan kesulitan yang dihadapi Guru Pemandu setelah melaksanakan tugasnya di Sanggar KKG/MGMP. Pelatihan bagi mereka sebaiknya menggunakan model in-1—on—in-2--on. Artinya, sebelum melaksanakan tugas mereka dilatih di LPMP pada in-1), selanjutnya melaksanakan tugas di Sanggar KKG/MGMP. Setelah selesai 6-8 pertemuan, mereka kembali dilatih atau ‘diasah’ ketajaman ujung tombaknya dalam in-2.
Usai pelatihan kedua itu, mereka kembali menjalankan tugasnya di Sanggar KKG/MGMP. Hanya dengan pelatihan yang baik, sistematis, dan berkelanjutan kita dapat berharap Guru Pemandu memiliki kompetensi yang memadai untuk dapat memberikan kontribusi bermakna dalam keberhasilan Program BERMUTU.
Hal yang tidak boleh dilupakan dalam upaya meningkatkan kualitas Guru Pemandu adalah kompensasi yang wajar dan memadai atas jerih payah mereka. Honorarium untuk mereka harus pantas dan transparan. Selama ini, belum ada ketentuan yang jelas yang mengatur tentang hak dan kewajiban Guru Pemandu. Sebaiknya juga, pasca melaksanakan tugas Guru Pemandu dapat diberi sertifikat atau surat keterangan dari LPMP atau Dinas Pendidikan.
Kewajiban Guru pemandu sesungguh-nya tidaklah ringan. Mereka paling tidak dituntut dapat secara baik dalam merencanakan pembelajaran. Kegiatan perencanaan itu meliputi: membuat silabus dan satuan acara pembelajaran, menyiapkan materi, serta media pembelajaran yang diperlukan dalam setiap pertemuan. Selanjutnya, mengajar yaitu mentransfer ilmu pengetahuan, menyajikan dan memahamkan materi pada Bahan Belajar Mandiri kepada peserta. Tugas mendidik juga harus diperankan oleh Guru Pemandu yang difokuskan pada meningkatkan semangat belajar, minat baca, minat menulis, dan minat meneliti pada diri peserta. Guru Pemandu juga dituntut dapat melatih peserta untuk dapat menguasai keterampilan menulis case study, menyelenggarakan Lesson Study, menyusun laporan Penelitian Tindakan Kelas, dan pemanfaatan komputer serta internet. Akhirnya, Guru Pemandu harus melaporkan kegiatan yang telah dilakukan di Sanggar KKG/MGMP kepada DCT dan LPMP sebagai bentuk pertanggungjawaban tugasnya.
Sukses Program BERMUTU adalah harapan kita semua. Untuk mewujudkan hal itu, menuntut komitmen kuat pada semua pihak yang terlibat di dalamnya. Tim Inti Nasiona, Tim Inti Provinsi, Tim Inti Daerah, dan Guru Pemandu harus bekerja sungguh-sungguh sesuai perannya masing-masing. Namun, mengingat tugas Guru Pemandu yang berada di garda depan selayaknya dapat menjadi ujung tombak yang tajam terasah agar dapat memberikan andil bermakna dalam keberhasilan Program BERMUTU.

Jakarta, 2009
Biodata Penulis
Nama:
Slamet Trihartanto
Instansi:
LPMP Jawa Tengah
Pendidikan:
S-1 Bahasa Indonesia FKIP-UNS
S-2 Linguistik UNS
Pengalaman:
Anggota PCT BERMUTU Provinsi Jawa Tengah

Rabu, 16 September 2009
no image

CASE STUDY DALAM PEMBELAJARAN

Oleh Mary dan Teuku Alamsyah
Dipublikasikan oleh Agus Dwianto, S.Pd

1. Hakikat Case study
Case study atau studi kasus adalah rangkuman pengalaman pembelajaran (pengalaman mengajar) yang ditulis oleh seorang guru/dosen dalam praktik pembelajaran mereka di kelas. Pengalaman tersebut memberikan contoh nyata tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh guru pada saat mereka melaksanakan pembelajaran. Gunanya adalah melalui pengkajian case study dalam pembelajaran dengan segala komponennya, para guru dapat melakukan evaluasi diri (self evalution), dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik pembelajaran mereka di kelas. Bagi para calon guru, kajian terhadap case study akan dapat membuka wawasan mereka terhadap pembelajaran dan menanamkan konsep bagaimana seharusnya pembelajaran itu berlangsung.
Di sisi lain, case study tentang pembelajaran dapat digunakan untuk membantu, baik guru maupun mahasiswa calon guru dalam memahami hakikat pembelajaran. Studi kasus seperti ini menjadi catatan penting dalam pelaksanaan pembelajaran secara nyata. Case study ditulis dalam bentuk narasi dan berisi pengalaman pembelajaran yang paling berkesan yang Anda ingat karena kesuksesannya, kesulitan, atau pengalaman yang penuh problematika. Case study ditulis dengan memperhatikan hal-hal berikut ini.
1) Case study ditulis dalam bentuk cerita naratif yang sangat rinci dan sangat erat kaitannya dengan pengalaman yang Anda alami.
2) Case study tersebut sedapat-dapatnya harus ringkas. Maksismum dua halaman ketikan. Namun, jika pengalaman yang akan diungkap dalam case study tergolong cukup esensial sebagai pengalaman bagi orang lain, case study dapat juga ditulis melebihi dua halaman ketikan.
3) Case study harus memuat unsur kemanusiaan: kemauan yang Anda miliki, tindakan dan kesalahan Anda yang mengecewakan dan rasa kesenangan atau kekecewaan pada saat selesainya pembahasan.
4) Case study harus memiliki judul yang dapat mewakili keseluruhan isi pengalaman pembelajaran yang dituliskan.
5) Pengalaman yang dituangkan dalam case study adalah ungkapan kejujuran. Artinya, cerita dalam case study adalah cerita kejujuran.

2. Manfaat Case Study
Manfaat yang dapat dipetik dari case study bagi guru dan bagi mahasiswa calon guru dapat dikemukakan sebagai berikut.
1) Sebagai evaluasi diri (self evalution) bagi guru untuk dapat memperbaiki dan sekaligus dapat meningkatkan praktik pembelajaran mereka di kelas.
2) Sebagai pembuka wawasan mahasiswa calon guru terhadap pembelajaran dan penanaman konsep bagaimana seharusnya pembelajaran itu berlangsung.
3) Guru dan mahasiswa calon guru dapat belajar dari kegagalan orang lain (guru penulis case study).
4) Menemukan kekurangan dan kelebihan proses pembelajaran berdasarkan pengalaman penulis case study.
5) Mahasiswa calon guru dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang dunia anak—khususnya di sekolah, termasuk di dalamnya memahami psikologi anak.
6) Guru dan mahasiswa calon guru dapat menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tepat sehingga tidak mengulangi kekeliruan yang dialami oleh penulis case study.
7) Keberhasilan yang dialami oleh penulis case study dapat menjadi acuan bagi orang lain (guru dan calon guru).
8) Bagi guru pamong, case study bermanfaat dalam pembimbingan mahasiswa PPL melaksanakan pembelajaran agar menjadi lebih baik.
9) Dengan mengkaji case study, guru ataupun calon guru menjadi lebih terbuka, lebih jujur, dan lebih berani mengungkapkan kegagalan yang dialaminya dalam pembelajaran.
10) Guru dan calon guru dapat belajar menulis pengalaman pembelajarannya dalam bentuk narasi pembelajaran.

3. Metode untuk Mengembangkan Case Study
1) Seorang guru menceritakan/menulis pengalaman yang sukses atau suatu permasalahan yang menarik yang muncul saat pembelajaran dengan pokok bahasan atau topik tertentu. Pengalaman yang diceritakan/dituliskan itu menggambarkan pemikiran guru tersebut tentang mengapa permasalahan atau pengalaman tersebut menarik.
2) Harus ditulis sesegera mungkin supaya tidak mudah terlupakan
3) Sebagai masukan dalam penulisan, penulis narasi dapat mempedomani komentar-komentar guru lain (guru mitra) yang ikut mengamati proses pembelajaran
4) Persiapan guru
5) RPP
6) Pelaksanaan pembelajaran
• Kegiatan awal, inti, dan akhir
• Metode dan strategi pembelajaran
• Materi pembelajaran
• Evaluasi
• Ketercapaian tujuan pembelajaran
7) Perilaku siswa
8) Perasaan guru (keberhasilan, kegagalan, dan persepsinya terhadap siswa)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebuah case study dalam bentuk narasi pembelajaran, prosesnya adalah sebagai berikut.
(1) Ada tim kolaborasi (beberapa orang guru)
(2) Ada persiapan-persiapan prapembelajaran
(3) Praktik pembelajaran di kelas (ada yang berpraktik mengajar dan ada yang mengamati)
(4) Pengamat menuliskan komentarnya
(5) Komentar yang ditulis oleh pengamat tidak berupa “potret pembelajaran”, tetapi mengarah pada proses pembelajaran dengan segala komponennya
(6) Komentar pengamat ditulis pada saat proses pembelajaran berlangsung
(7) Pada akhir pembelajaran, komentar pengamat diserahkan kepada guru yang berpraktik mengajar
(8) Guru yang berpraktik mengajar menuliskan pengalaman pembelajarannya dalam bentuk narasi pembelajaran
(9) Narasi yang sudah ditulis, diberi judul yang sesuai
(10) Setelah menulis narasi, guru juga menulis refleksi dengan cara membaca kembali narasi yang ditulisnya, kemudian baru menuliskan refleksi.
(11) Narasi yang sudah ditulis dibaca oleh pengamat dan pengamat menuliskan komentarnya berdasarkan narasi dan hasil pengamatan pembelajaran
(12) Case study dilengkapi dengan RPP dan hasil kerja siswa
(13) Narasi memuat semua hal yang dialami dan dirasakan guru dalam pembelajaran, termasuk di dalamnya perilaku siswa

Penulisan Refleksi
1) Penulis disarankan membaca ulang narasi yang sudah ditulisnya itu beberapa kali, kemudian menuliskan refleksi terhadap narasi itu.
2) Guru-guru lainnya diminta memberikan tanggapan/komentar dengan menuliskan ide-ide mereka sehubungan dengan kasus yang mereka baca tersebut.
no image

APA MENGAPA PROGRAM PENDIDIKAN “BERMUTU”

A. Pendahuluan
UU Sisdiknas menunjuk Tujuan Pendidikan Nasional pertama mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Kedua …… mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Wadah-wadah kegiatan guru pada dasarnya bertujuan menanggapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang senantiasa menuntut penyesuaian dan pengembangan profesional guru. Melalui wadah ini para guru berkomunikasi, berkonsultasi, dan saling berbagi informasi serta pengalaman.
Sementara itu dalam pelaksanaannya KKG/MGMP, masih banyak menghadapi permasalahan. Permasalahan tersebut bisa berasal dari interen guru sendiri dan juga berasal dari luar.
Harapan besar akan peran dari KKG/MGMP di dalam mengembangkan prifesionalitas guru menjadi lebih penting setelah pemerintah memberlakukan kurikulum baru. Oleh karena itu dipandang perlu KKG/MGMP digalakkan kembali, dengan maksud agar KKG/MGMP sebagai wadah guru dapat menjadi wadah vital bagi guru untuk mereform dirinya agar mampu menyiapkan anak didik yang tangguh, kreatif, kritis, dan terampil, dengan pendekatan proses pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi berpusat pada siswa. Berbagai inovasi pembelajaran seperti pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning), CBSA (Student Active Learning), Problem Solving (Problem-Based Learning), dan lain sebagainya diharapkan dikuasai guru dengan baik.
B. Tujuan Program
Program bertujuan adanya hasil kerja KKG dan MGMP yang bermutu, kreatif, dan inovatif untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Melalui kegiatan KKG/MGMP diharapkan guru :
Memperluas wawasan dan pengetahuan dalam berbagai hal, khususnya penguasaan substansi materi pembelajaran, penyusunan silabus, penyusunan bahan-bahan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, memaksimalkan pemakaian sarana/prasarana belajar, memanfaatkan sumber belajar, dsb.
Memberi kesempatan kepada anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik.
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta mengadopsi pendekatan pembaharuan dalam pembelajaran yang lebih profesional bagi peserta kelompok kerja atau musyawarah kerja.
Memberdayakan dan membantu anggota kelompok kerja dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran di sekolah.
Mengubah budaya kerja anggota kelompok kerja atau musyawarah kerja (meningkatkan pengetahuan, kompetensi dan kinerja) dan mengembangkan profesionalisme guru melalui kegiatan-kegiatan pengembangan profesionalisme di tingkat KKG/MGMP.
Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik.
Meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan-kegiatan di tingkat KKG/MGMP.
Bermutu merupakan akronim dari Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading, yang diartikan Peningkatan mutu pendidikan melalui peningkatan kompetensi dan kinerja guru. Tujuan peningkatkan mutu pendidikan dengan reformasi manajemen dan peningkatan kualifikasi guru
C. Pihak yang terlibat :
n PMPTK (Bindiklat, Profesi)
n DIKTI (Ketenagaan)
n Dinas Pendidikan
n P4TK
n LPMP
n LPTK
n Kelompok Guru, Kepala Sekolah, Pengawas,
n Jardiknas (Pustekkom), Balitbang (Puslitjaknov, Puspendik)

Program bermutu akan dilaksanakan secara terpadu melalui komponen bermutu :
1. Komponen reformasi Pendidikan Calon Guru di PT,
2. Komponen Continous Profesional Development di tingkat Sekolah,
3. Komponen Sistem akuntabilitas dan insentif peningkatan kinerja & karir guru,
4. Komponen Monitoring & Evaluasi Kinerja Guru
D. Bentuk Program
Isi Program KKG dan MGMP dalam kegiatan secara idealnya adalah :
1. Problem solving masalah PBM,
2. Penjabaran kurikulum (KTSP, silabus, RP, dsb),
3. Desain instruksional,
4. Teknologi pembelajaran : berbagai pendekatan, termasuk pembelajaran dan penilaian berbasis ICT,
5. Inovasi pembelajaran: berbagai upaya inovasi,
6. Kajian pelaksanan PBM,
7. Evaluasi PBM: Penulisan Butir soal, penskoran, analisis, pelaporan hasil belajar,
8. Remedial Teaching,
9. Program Pengayaan pembelajaran,
10. Pengembangan profesi PTK.
E. Pendekatan dalam Model Belajar BERMUTU
n Proses belajar terstruktur dan mandiri di KKG/MGMP selama 16 pertemuan, dengan bimbingan guru pemandu dan dosen LPTK (2x)
Dirancang untuk menggunakan semua paket pembelajaran yang ada dann dikembangkan Pemerintah bersama Lembaga Donor (Lesson Study, CLCC, DBE2, NTTPEP, MBE, UT, HYLITE, dll.) secara terintegrasi.
n Dirancang menggunakan tiga pendekatan secara terkombinasi : lesson study, penelitian tindakan kelas, dan case study
n Dikemas dengan pemanfaatan ICT dan diskusi virtual antar guru, dan dengan tutor/guru pamong.
F. Manfaat Program
n Bagi Siswa : Belajar yang menyenangkan, bermakna .
Bagi Guru : Meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya sesuain dengan standar nasional pendidikan melalui berbagai kegiatan forum MGMP.
Bagi Sekolah : Memiliki guru-guru yang kompeten, produktif, kreatif,n inovatif dan profesional serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah.
Bagi Pemerintah Kabupaten/Kota : Memiliki guru-guru yang kompeten,n produktif, kreatif, inovatif dan professional serta mampu meningkatkan mutu pembelajaran.
G. Dampak yang diharapkan
1. Terwujudnya peningkatan mutu pelayanan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa dalam
2. Termotivasinya sekolah untuk membangun komunitas profesional dan mengembangkan budaya belajar yang keberlanjutan dan berdampak positif terhadap peningkatan kinerja sekolah.
3. Terwujudnya sekolah yang mampu membangun sistem jejaring dan belajar bagi warga sekolah untuk mengembangkan profesionalisme secara mandiri dalam bidang masing-masing.
4. Terwujudnya kerjasama antar sekolah dalam pengembangan kreatifitas dan inovasi layanan pendidikan serta meningkatnya kesadaran untuk saling bertukar informasi dalam pengetahuan, keterampilan, dan budaya kerja yang berkualitas dalam kerangka peningkatan kualitas pendidikan.

Pelaksanaan program juga merujuk kepada 2 program yang bermanfaat, yaitu :
n memberikan credit tertentu (Recognition Prior Learning/RPL) meningkatkan kualifikasi tanpa harus meninggalkan tugasnya
memelihara kompetensi guru melalui program Continous Profesionaln Development/CPD yang dikaitkan dengan jenjang jabatan fungsional bagi guru
Untuk itu Program akan berbentuk paket pembelajaran dalam Program Belajar yang tediri dari :
n Untuk peningkatan kualifikasi guru/kepala sekolah/pengawas melalui Program Belajar BERMUTU
n Untuk pengembangan profesional berkelanjutan guru/kepala sekolah/pengawas (CPD)

Sumber Belajar antara lain terdiri dari kumpulan bacaan-bacaan (modularized readings) untuk:
- How to conduct CAR
- Problems in Curriculum, Subject Pedagogy, TL
- Classroom observation
- Integrated thematic planning for SD-KR
- Core skills subject in SD-KR
- Conduct KTSP for SD-KR
- Planning TL in SD-KR (syllabus, unit, lesson, LKS, assessment)
- Use of ICT
- Layered Curriculum (Multigrade/inclusive teaching and learning)
- Issues in subject matters: math, language, integrated IPS, integrated IPA
- Issues in subject pedagogy: math, language, integrated IPS, integrated IPA
- Strategies of TL (including PAKEM)
- Media for TL (including ICT)
- Multiculture
Setiap kali putaran program aka nada hasil akhir tugas guru ( minimal ) :
1. 1 buah Rancangan PTK
2. 1 buah Laporan PTK
3. Kajian kritis bidang ilmu 3 buah
Masing-masing peserta diharapkan :
• Guru SD : 5 buah rancangan PTK, 5 buah laporan PTK, 3 buah kajian kritis
• Guru SMP: 4 buah rancangan PTK, 4 buah laporan PTK, 3 buah kajian kritis
Sejalan dengan itu ada 4 Topik Utama untuk manajemen pendidikan bagi Kelompok Kepala Sekolah, Pengawas, Guru:
Panduan Belajar untuk Penilaian Kebutuhan Guru dalam Gugus/Rayon KKGn dan MGMP serta Peran Kepala Sekolah dan Pengawas sebagai Pembina
n Panduan Belajar untuk Pengelolaan Kualitas Pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.
n Panduan Belajar untuk Pengelolaan Keuangan bagi Kepala Sekolah dan Pengawas.
n Panduan Belajar untuk Diseminasi ‘Best Practice” dalam Forum.
Hasil akhir tugas Kepala Sekolah/Pengawas secara individual selama 1 putaran :
1. Laporan penilaian dan analisis kinerja guru
2. Laporan reviu dan analisis kualitas KKG/MGMP
3. Laporan seminar best practice
4. Laporan PTS best practice
5. Perencanaan Keuangan
6. Proposal Hibah
H. Outcomes yang diharapkan
Komponen 1 : Program Pendidikan Guru Yang Berkualitas, Peningkatann akses bagi guru-guru di pedesaan dan daerah terpencil untuk mengikuti kegiatan KKG/MGMP, Guru Pemula Berkualitas Tinggi
2 KKG-MGMP, KKKS-MKKS, KKPS-MKPS yang aktif , Peningkatan kualitasn guru yang efektif, Penguatan kapasitas kabupaten/kota, Guru yang memiliki motivasi tinggi, kreatif dan didukung sarana yang memadai
3 Profesi Guru Yang Meningkat dan Menarik, Alternatif Kesempatann Karir, Pengembangan Profesional Berkelanjutan dan Peningkatan Kualitas Guru
n 4 Database Guru Yang Komprehensif, Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan, Pengambil Kebijakan memiliki informasi yang valid
I. Pembiayaan
l Kegiatan yang didanai grant
Konsumsi dan bahan dan ATK (in-service), akomodasi, lumpsum, bahan dan ATK (pertemuan gugus dan KKG Sekolah), mengundang fasilitator, PTK, transport dan honor on-service, study visit, transport guru ke Forum KKG
l Kegiatan didanai sekolah
Transport dan konsumsi guru (in-service, pertemuan)
l Kegiatan didanai Grant KKPS
Observasi KBM (Evaluasi Sumatif)
l Kegiatan didanai Kabupaten/Kota
Pengadaan alat perlengkapan sekolah dan akses internet
Program akan muncul dalam bentuk keterpaduan penerapan:
- Penelitian Tindakan Kelas
- Lesson Study
- Case Study
- PAKEM
- KTSP
- Manajemen Berbasis Sekolah
J. Dengan melihat konsep program, dukungan dana serta keterlibatan berbagai pihak, apabila semua dapat dilaksanakan dengan konsisten, setidaknya akan memberikan pencerahan dalam upaya peningkatan sumber daya guru di SD dan SMP. Demikian sekilas Program Bermutu, semoga bermanfaat.

Sumber : Hasil Sosialisasi Program bermutu di Hotel Grand Setiakawan Solo tanggal 11 s.d 14 Januari 2009

Sabtu, 29 Agustus 2009
KM Sari Mulya Tenggelam di Sungai Nagara

KM Sari Mulya Tenggelam di Sungai Nagara

Kapal Motor Sarimulya yang berpenumpang ratusan orang tenggelam di perairan Desa Batalas, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Jumat 28 Agustus sore kemarin. sedikitnya 17 orang hilang dalam insiden ini.

Kapal Bersandar di Pelabuhan Nagara, HSS-Kalsel

Data terakhir yang dihimpun Pusat Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan, dua penumpang dinyatakan meninggal dunia dan 104 lainnya selamat.

Kepala Pusat Penanggulangan Bencana Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam Pakaya mengungkapkan, para penumpang yang hilang itu hingga kini masih dalam proses pencarian tim SAR.

"Masih dicari. Diperkirakan 17 orang yang hilang, tapi ini belum data yang pasti," katanya, Minggu (29/8/2009).

Saat ini, lanjut Rustam, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh aparat setempat beserta tim SAR. Sekira 6 Unit ambulans telah diterjunkan, dan beberapa rumah sakit setempat telah dipersiapkan untuk menangani para korban.

Mengenai penyebab pasti tenggelamnya kapal penumpang juga, Rustam mengaku belum mengetahuinya. Kapal tersebut berangkat dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan menuju Banjarmasin Jumat kemarin dan tenggelam sekira pukul 18.30 WIB.

"Kapal itu tenggelam di Batalas Kabupaten Tapin, namun hal ini masih ditangani jadi belum tahu apa penyebab pastinya," pungkasnya.

Korban Kapal Motor (KM) Sarimulya yang tenggelam di perairan Sungai Barito, di kawasan Desa Batalas Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin, bertambah menjadi 8 orang. Puluhan orang masih dinyatakan hilang dalam kecelakaan ini.

Sungai Nagara, HSS-Kalsel

Menurut Dardi, sang Nakhoda, kapal pengangkut sembako yang berlayar dari Negara, Kecamatan Daha Selatan, Kabupeten Hulu Sungai Selatan dengan tujuan Banjarmasin itu, mendadak oleng dan langsung terbalik.

"Saya sendiri tidak tahu kapal langsung oleng ke kanan dan langsung terbalik. Peristiwa itu terjadi saat buka puasa Jumat kemarin," ungkapnya di Pos Keselamatan di Kawasan Candi Laras, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, Sabtu (29/8/2009).

116 orang dinyatakan selamat dan hingga kini petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap penumpang yang masih dinyatakan hilang.

Sebanyak 116 orang selamat dan 8 lainnya tewas dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Sarimulya di perairan Sungai Barito, Tapin, Kalimantan Selatan. Namun, Sabtu (29/8/2009) siang, jumlah korban hilang belum dapat dipastikan, karena transportasi air ini tidak dilengkapi manifest.

Kapal tersebut diperkirakan berisi lebih dari 150 penumpang berikut sembako yang mereka beli dari Banjarmasin untuk dibawa ke kampung mereka di kawasan Tapin yang berjarak lebih dari 150 Km itu.

Tim Basarnas hingga kini masih kesulitan memastikan jumlah pasti penumpang kapal motor tersebut. Tim hanya terus melakukan pencarian tanpa adanya patokan pasti berapa penumpang yang harus ditemukan di sungai terbesar di Indonesia itu.

Kapal tersebut tenggelam saat berlayar dari Negara, Kecamatan Daha Selatan, Kabupeten Hulu Sungai Selatan dengan tujuan Banjarmasin. Kapal kayu bertingkat dua ini mendadak oleng dan langsung terbalik di kawasan Desa Batalas Kecamatan Candi Laras Utara Kabupaten Tapin.

Pencarian terhadap korban kecelakaan Kapal Motor Sarimulya di perairan Desa Batalas, Kecamatan Candilaras Utara, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan masih terus dilakukan. Derasnya air Sungai Barito menjadi sedikit hambatan bagi tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian.

Hal tersebut diungkapkan Warsino, salah satu anggota Tim Basarnas. "Kami masih terkendala derasnya air dan juga keruhnya airnya sungai," ujarnya di sela-sela pencarian, Sabtu (29/8/2009).

Hingga siang ini, tim SAR gabungan baru menemukan penumpang yang dipastikan tewas sebanyak delapan orang serta 116 orang dinyatakan selamat dalam kecelakaan ini.

Mereka sebagian dirawat di pos darurat yang dibangun di kawasan Candilaras serta puskesmas-puskemas terdekat.

Tim SAR tak mengenal lelah terus menyusuri sungai yang memiliki lebar sekira 75 meter dengan kedalam berkisar antara 7 samapai 15 meter itu.

Korban KM Sarimulya yang tenggelam di perairan Sungai Barito, Desa Batalas Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, terus bertambah. Korban bertambah menjadi 10 orang, termasuk balita berumur 2 tahun yang hingga kini belum diketahui keberadaan orang tuanya.

Koordinator Badan SAR Nasional (Basarnas) Suprapto mengatakan, korban selamat belum bertambah masih berjumlah 116 orang. Sementara, korban meninggal menjadi 10 orang. Faisal, balita berumur 2 tahun yang tewas dalam peristiwa tersebut, merupakan korban yang baru saja ditemukan tim SAR pada pukul 16.30 WITA.

"Sekarang jumlah korban bertambah menjadi 10 orang, termasuk faisal (2) yang baru saja kami angkat tadi. Yang hilang sampai saat ini belum bisa dipastikan berapa," ujar Suprapto saat di hubungi melalui telepon, Sabtu (29/8/2009).

Kesepuluh Korban tewas tersebut terdiri dari 5 orang laki-laki, dan 5 orang perempuan. Berikut 10 korban KM Sarimulya yang sudah dipastikan tewas.

1. Ramtana (50)
2. Aisah (60)
3. Pandi (38)
4. Lastri (37)
5. Masnah (60)
6. Ny. Jalwiyah (32)
7. putranya Abdul Ghani (4)
8. Ansuni (65)
9. Hj. Aliyah (62)
10. Faisal (2)

Terus bertambahnya korban tewas KM Sarimulya yang tenggelam di perairan Sungai Barito, Desa Batalas Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, tak sedikit pun menyurutkan niat Tim SAR untuk terus melakukan pencarian.

Menurut Koordinator Basarnas Suprapto, hingga kini jumlah pasti korban hilang tenggelamnya kapal KM Sarimulya tersebut belum didapatkan. Namun, kemungkinan korban tewas akan terus bertambah melihat kondisi perairan tempat tenggelamnya kapal itu.

"Kemungkinan korban lainnya tewas, tapi masih dalam pencarian. Semoga korban yang hilang bisa diselamatkan dalam keadaan hidup. Kami akan melakukan pencarian hingga menemukan semuanya, bisa berlanjut sampai besok," katanya saat dihubungi, Sabtu (29/8/2009).

Kapal Motor Sarimulya bermuatan sembako dan penumpang sebanyak lebih dari 150 orang itu berangkat dari Negara, Kecamatan Daha Selatan, Kabupeten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan dengan tujuan Banjarmasin.

Nahas, kapal tersebut terbalik di perairan Desa Batalas, Kecamatan Candilaras Selatan, Kabupaten Tapin.
Rabu, 05 Agustus 2009
no image

Wireless Security

Pengamanan perangkat wireless security pada media pc, laptop, dan notebook dilakukanlah beberapa kegiatan dan aktivitas, yaitu :

1. Menyembunyikan SSID
  Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack , void11 dan masih banyak lagi.

2. Keamanan Wireless dengan metode Wired Equivalent Privacy (WEP)

 WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP (Wired Equivalent Privacy) adalah suatu metoda pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan Shared Key Authentication. Shared Key Authentication adalah metoda otentikasi yang membutuhkan penggunaan WEP. Enkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke client maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

 Proses Shared Key Authentication:

1. client meminta asosiasi ke access point, langkah ini sama seperti Open System Authentication. 
2. access point mengirimkan text challenge ke client secara transparan. 
3. client akan memberikan respon dengan mengenkripsi text challenge dengan menggunakan kunci WEP dan mengirimkan kembali ke access point. 

4. access point memberi respon atas tanggapan client, akses point akan melakukan decrypt terhadap respon enkripsi dari client untuk melakukan verifikasi bahwa text challenge dienkripsi dengan menggunakan WEP key yang sesuai. Pada proses ini, access point akan menentukan apakah client sudah memberikan kunci WEP yang sesuai. Apabila kunci WEP yang diberikan oleh client sudah benar, maka access point akan merespon positif dan langsung meng-authentikasi client. Namun bila kunci WEP yang dimasukkan client adalah salah, maka access point akan merespon negatif dan client tidak akan diberi authentikasi. Dengan demikian, client tidak akan terauthentikasi dan tidak terasosiasi. 

 Menurut Arief Hamdani Gunawan, Komunikasi Data via IEEE 802.11, Shared Key Authentication kelihatannya lebih aman dari dari pada Open System Authentication, namun pada kenyataannya tidak. Shared Key malah membuka pintu bagi penyusup atau cracker. Penting untuk dimengerti dua jalan yang digunakan oleh WEP. WEP bisa digunakan untuk memverifikasi identitas client selama proses shared key dari authentikasi, tapi juga bisa digunakan untuk men-dekripsi data yang dikirimkan oleh client melalui access point.

 WEP memiliki berbagai kelemahan antara lain :
* Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
* WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
* Masalah initialization vector (IV) WEP

* Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).

  WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
* Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan 
* Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
* Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat. Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.

3. Keamanan wireless dengan metode WI-FI Protected Accsess (WPA)

  Merupakan rahasia umum jika WEP (Wired Equivalent Privacy) tidak lagi mampu diandalkan untuk menyediakan koneksi nirkabel (wireless) yang aman dari ulah orang usil atau ingin mengambil keuntungan atas apa yang kita miliki—dikenal dengan jargon hackers. Tidak lama setelah proses pengembangan WEP, kerapuhan dalam aspek kriptografi muncul.

  Berbagai macam penelitian mengenai WEP telah dilakukan dan diperoleh kesimpulan bahwa walaupun sebuah jaringan wireless terlindungi oleh WEP, pihak ketiga (hackers) masih dapat membobol masuk. Seorang hacker yang memiliki perlengkapan wireless seadanya dan peralatan software yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis cukup data, dapat mengetahui kunci enkripsi yang digunakan.

  Menyikapi kelemahan yang dimiliki oleh WEP, telah dikembangkan sebuah teknik pengamanan baru yang disebut sebagai WPA (WiFI Protected Access). Teknik WPA adalah model kompatibel dengan spesifikasi standar draf IEEE 802.11i. Teknik ini mempunyai beberapa tujuan dalam desainnya, yaitu kokoh, interoperasi, mampu digunakan untuk menggantikan WEP, dapat diimplementasikan pada pengguna rumahan atau corporate, dan tersedia untuk publik secepat mungkin. Adanya WPA yang "menggantikan" WPE, apakah benar perasaan "tenang" tersebut didapatkan? Ada banyak tanggapan pro dan kontra mengenai hal tersebut. Ada yang mengatakan, WPA mempunyai mekanisme enkripsi yang lebih kuat. Namun, ada yang pesimistis karena alur komunikasi yang digunakan tidak aman, di mana teknik man- in-the-middle bisa digunakan untuk mengakali proses pengiriman data. Agar tujuan WPA tercapai, setidaknya dua pengembangan sekuriti utama dilakukan. Teknik WPA dibentuk untuk menyediakan pengembangan enkripsi data yang menjadi titik lemah WEP, serta menyediakan user authentication yang tampaknya hilang pada pengembangan konsep WEP. 

  Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu secara dinamis berubah setelah 10.000 paket data ditransmisikan. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali. Background process secara otomatis dilakukan tanpa diketahui oleh pengguna. Dengan melakukan regenerasi kunci enkripsi kurang lebih setiap lima menit, jaringan WiFi yang menggunakan WPA telah memperlambat kerja hackers yang mencoba melakukan cracking kunci terdahulu. 

  Walaupun menggunakan standar enkripsi 64 dan 128 bit, seperti yang dimiliki teknologi WEP, TKIP membuat WPA menjadi lebih efektif sebagai sebuah mekanisme enkripsi. Namun, masalah penurunan throughput seperti yang dikeluhkan oleh para pengguna jaringan wireless seperti tidak menemui jawaban dari dokumen standar yang dicari. Sebab, masalah yang berhubungan dengan throughput sangatlah bergantung pada hardware yang dimiliki, secara lebih spesifik adalah chipset yang digunakan. Anggapan saat ini, jika penurunan throughput terjadi pada implementasi WEP, maka tingkat penurunan tersebut akan jauh lebih besar jika WPA dan TKIP diimplementasikan walaupun beberapa produk mengklaim bahwa penurunan throughput telah diatasi, tentunya dengan penggunaan chipset yang lebih besar kemampuan dan kapasitasnya.

  Proses otentifikasi WPA menggunakan 802.1x dan EAP (Extensible Authentication Protocol). Secara bersamaan, implementasi tersebut akan menyediakan kerangka kerja yang kokoh pada proses otentifikasi pengguna. Kerangka-kerja tersebut akan melakukan utilisasi sebuah server otentifikasi terpusat, seperti RADIUS, untuk melakukan otentifikasi pengguna sebelum bergabung ke jaringan wireless. Juga diberlakukan mutual authentification, sehingga pengguna jaringan wireless tidak secara sengaja bergabung ke jaringan lain yang mungkin akan mencuri identitas jaringannya.

  Mekanisme enkripsi AES (Advanced Encryption Standard) tampaknya akan diadopsi WPA dengan mekanisme otentifikasi pengguna. Namun, AES sepertinya belum perlu karena TKIP diprediksikan mampu menyediakan sebuah kerangka enkripsi yang sangat tangguh walaupun belum diketahui untuk berapa lama ketangguhannya dapat bertahan.

  Bagi para pengguna teknologi wireless, pertanyaannya bukanlah dititikberatkan pada pemahaman bahwaWPAadalah lebih baik dari WEP, namun lebih kepada improvisasi tepat guna yang mampu menyelesaikan masalah keamanan wireless saat ini. Di kemudian hari, kita akan beranggapan pengguna adalah raja. Apa yang dibutuhkan para pengguna teknologi wireless adalah kemudahan menggunakan teknologi itu. Untuk dapat menggunakan "kelebihan" yang dimiliki WPA, pengguna harus memiliki hardware dan software yang kompatibel dengan standar tersebut. Dari sisi hardware, hal tersebut berarti wireless access points dan wireless NIC (Network Interface Card) yang digunakan harus mengenali standar WPA. Sayang, sebagian produsen hardware tidak akan mendukung WPA melalui firmware upgrade, sehingga pengguna seperti dipaksa membeli wireless hardware baru untuk menggunakan WPA.

  Dari sisi software, belum ada sistem operasi Windows yang mendukung WPA secara default. Komputer yang menggunakan system operasi Windows dengan hardware kompatibel dengan standar WPA dapat mengimplementasikannya setelah menginstal WPA client. WPA client baru dapat bekerja pada sistem operasi Windows Server 2003 dan Windows XP. Bagi para pengguna sistem operasi lainnya belum ditemukan informasi mengenai kemungkinan mengimplementasikan WPA.
  Melakukan migrasi hardware dan implementasi WPA dapat dibayangkan sebagai sebuah pekerjaan yang sangat besar. Untungnya, hal tersebut bukanlah sesuatu yang harus dilakukan pada saat yang bersamaan. Wireless Access Points dapat mendukung WPA dan WEP secara bersamaan. Hal ini memungkinkan migrasi perlahan ke implementasi WPA. 

  Pada jaringan wireless yang membutuhkan tingkat sekuriti tingkat tinggi, variasi sistem tambahan proprietari dibuat untuk menjadi standar transmisi WiFi. Pada perkembangannya, beberapa produsen WiFi telah mengembangkan teknologi enkripsi untuk mengakomodasi kebutuhan pengamanan jaringan wireless.

4. MAC Filtering

Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah. Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address. Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC adress tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.

5. Captive Portal
Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :
* user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP address (DHCP). 
* block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
* redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
* setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet).
  Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing. Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang sudah terhubung sebelumnya. Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekuensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya. Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi. Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti https,pop3s, ssh, imaps dst.
Rabu, 08 Juli 2009
Penerimaan Santri Perdana Ponpes Al Baladul Amin

Penerimaan Santri Perdana Ponpes Al Baladul Amin

Kandangan, HSS-Kalsel. Pondok Pesantren unggulan Al-Baladul Amin, yang terletak di Mandala Permai, Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) akan menerima santri untuk tahap pertama dengan membuka program SMA unggulan. Ponpes Al-Baladul Amin bertujuan mendidik para santri yang siap terjun ke masyarakat, mendidik para santri yang berpengetahuan luas memiliki toleransi yang tinggi. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan HSS Drs H Muhammad Yusuf Effendi M.AP, dalam sosialisasi ‘SMA unggulan’ Ponpes Al-Baladul Amin, Sabtu (30/5) lalu, di pendopo kabupaten setempat.

Sementara, Wakil Bupati HSS H Ardiansyah S.Hut yang membuka acara tersebut, menyampaikan jika penerimaan perdana Ponpes Al-Baladul Amin mempunyai peranan penting, terutama mendidik kesadaran, keikhlasan, kemandirian bagi para santri.

(Bangunan Ponpes Al Baladul Amin yang terus dibangun)

"Hubungan Kyai dan santri yang terbangun secara kokoh, sehingga perannya tidak sebatas pengajar melainkan juga sebagai pamong, pembimbing, pengasuh, pendidik, dan bahkan menjadikan santri sebagaimana layaknya anak mereka sendiri,’’ tegasnya.

Selanjutnya, sebut Ardiansyah, banyak asfek keberhasilan pendidikan justru dimiliki oleh orang pesantren, di mana mereka berhasil mengembangkan kemampuan berbahasa asing, Arab dan Inggris.Contoh yang nyata dilihat adanya Ponpes Gontor di Penorogo, Ma’had Al-Zaitun Indramayu yang berada di pedesaan, ternyata berhasil. Terasa ironis, katanya, justru pendidikan umum dan bahkan termasuk banyak perguruan tinggi di kota besar masih belum berhasil mengejar kemajuan beberapa ponpes tersebut.

(Serah Terima Berkas Santri Perdana dari Pengurus Yayasan kepada Kepala Sekolah)

Diharapkan pesantren unggulan Al-Baladul Amin mampu menjembatani dikotomi tradisional dan moderen, kolaborasi antara pendidikan nasional dan Departemen Agama, sehingga lulusan SMA dapat melanjutkan studinya di universitas dalam negeri atau luar negeri dengan tetap mengedepankan Akhlakul Karimah dalam segala asfek kehidupan, beber Wabup Ardiansyah.


(Suasana Tes Seleksi Masuk Ponpes al Baladul Amin)

Sementara, panitia pelaksana H Zainal Ariffi Lc, menerangkan pendaftaran dibuka sejak tanggal 2 sampai dengan 20 Juni 2009 di Kantor Dinas Pendidikan dan Departemen Agama Kabupaten HSS. Syarat-syarat untuk menjadi santri ia katakan, laki-laki sehat jasmani dan rohani berumur maksimal 17 tahun, memiliki surat tanda lulus SMP/MTs atau sederajat, ranking 1-10 dengan fotocopy raport semester 1-5. Selain itu juga mampu baca tulis Al-Qur’an, mengikuti dan lulus test masuk dan bersedia tinggal di asrama.

(Pengurus Yayasan, Kabid Bina SMP,SMA & SMK, Kepala Sekolah)

Sosialisasi diikuti sekolah tingkat atas atau sederajat yang diwakili dari perwakilan sekolah masing-masing dari delapan kecamatan seperti Kandangan, Simpur, Kalumpang, Padang Batung, Telaga langsat, Sungai Raya. Sementara dari Kecamatan Loksado tidak hadir. Untuk Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan, dan Daha Barat juga akan diadakan sosialisasi di daerah itu sendiri.
(Pengurus Yayasan al Baladul Amin dan Jasa Raharja)


Bardasarkan hasil seleksi masuk SMA Unggulan Al Baladul Amin, maka calon-calon santri yang diterima menjadi santri adalah:

NO NAMA
1 KAMARULLAH
2 MIFTAH FARID
3 KHAIDIR
4 M. RISWAN
5 ARIF MARWAN
6 M. NAJIH ZIKRI
7 ANDI ATMA ANSYARI
8 M. RIZAQAN EL HAFAZI
9 M.AKHYAR
10 AMAL FATHULLAH
11 M. FAHMI RIZAL
12 M. JAMILUDDIN
13 AHMAD SYAKRANI
14 AIDIL MUJAHID
15 M. IHSAN
16 M. PADILLAH
17 M. RIF'AT
18 AKHMAD RAMALI
19 DADAN WICAKSONO
20 M. HAMDIE
21 PAZRI MAULIDI
22 RIFANIANSYAH
23 MUSTAPA R.
24 RIZALI FANSURI
25 SALAM HAFIZHI
26 TONI WAHYUDIN
27 AHMAD SUHAIMI
28 ALDI RISWANDI
29 M. NOOR YUDHA
30 RISWANDI
31 MUHAMMAD FAHRUDDIN
32 ABDI RIVALDI
33 AMIRUL MA'FUZ
34 MUHAMMAD MIFTAHUL IHSAN
35 SALIHUDDIN
36 HENDRA
37 MUHAMMAD ASWADI RAHMAN
38 SUPIAN HADI
39 HEROLI IQBAL
40 MAHFUZD ANUARI
41 M. SYAFI'I
Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved