Breaking News
Loading...

Recent Post

Jumat, 23 Oktober 2009
no image

Formasi Penerimaan CPNS di Kab HSS / Kandangan

Berdasarkan surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia Nomor 359.P/M.PAN/9/2009 tanggal 14 September 2009 tentang Persetujuan Rincian Formasi CPNS tahun 2009 dan Keputusan Bupati Hulu Sungai Selatan Nomor 820/973/-SIPEG/BKD DAN DIKLAT tentang Penetapan Formasi CPNSD dari Pelamar Umum di Kabupaten Hulu SUngai Selatan tahun anggaran 2009 tanggal 15 Oktober 2009, dengan ini diumumkan bahwa dalam tahun anggaran 2009 Pemkab HSS membuka penerimaan CPNSD bari dari pelamar umum.

1. Jumlah Formasi dan Kualifikasi Pendidikan
Jumlah formasi untuk CPNSD kab HSS dari pelamar umum sebanyak 324 orang dengan rincian:
a. Formasi guru dari pelamar umum sebanyk 105
b. Formasi tenaga kesehatan dari pelamar umum sebanyak 107
c. Formasi tenaga teknis lainnya dari pelamar umum sebanyak 112

2. Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran
A. Persyaratan Umum
1) Warga Negara Republik Indonesia
2) Berbadan sehat dan bebas narkoba
3) Usia serendah-rendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (per 31 Desember 2009)
4) Tidak pernah diberhentikan dengan tidak hormat sebagai PNS/CPNS
5) Bersedia ditempatkan dilingkungan Pemkab HSS
6) Tidak berstatus sebagai CPNS/PNS atau TNI/Polri
7) Tidak menjadi pengurus atau anggota partai politik

B. Persyaratan Akademis
Memiliki ijazah sesuai dengan kualifikasi pendidikan sebagaimana terlampir pada Formasi I, II dan II dengan IPK:
1. Lulusan PTN minimal 2,5 untuk Sarjana dan sarjana muda.
2. Lulusan PTS minimal 2,75 untuk sarjana dan sarjana muda.

C. Persyaratan Administrasi
1. Pelamar mengisi blanko isian biodata (disediakan panitia) dan mengajukan permohonan tertulis kepada:

BUPATI HULU SUNGAI SELATAN
U.p Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat
Kab Hulu SUngai Selatan
di Kandangan
2. Permohonan ditulis tangan dengan tinta hitam diatas double folio bergaris dan dibubuhi tanda tangan diatas materi Rp 6.000,- pada alamat pelamar ditulis lengkap alamat rumah dan nomor telepon / HP
3. Permohonan dilampiri:
a) Fotocopy Ijazah / STTB yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan yang dibutuhkan serta transkip nilai dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang sebanyak 1 lembar serta memperlihatkan dokumen aslinya.
b) Fotocopy Kartu Pencari Kerja (Kartu Kuning) AK.I sebanyak 1 lemar yang dilegalisir dan diperlihatkan aslinya.
c) Pas Photo terbaru berwarna ukuran 3x4 sebanyak 3 lembar dan ukuran 4x6 sebanyak 3 lembar.

4. Permohonan beserta lampirannya dimasukkan dalam map berwarna:
a. Kuning untuk GURU
b. Hijau untuk KESEHATAN
c. MERAH untuk tenaga Teknis

D. Tempat dan Jadwal PEndaftaran
1. Tempat pendaftaran di kantor BKD dan DIklat kab HSS jalan Panglima Batur No 14 Kandangan
2. Waktu pendaftaran dimulai tanggal 26 Oktober 2009 jam 08.00 WITA (hari kerja) sampai dengan tanggal 4 Nopember 2009 pukul 15:30 WITA.
3. Semua berkas menjadi hak milik Panitia CPNSD kab HSS

E. Materi Tes
1. Tes Kompetensi Dasar (TKD),
a) Tes Pengetahuan umum
b) Tes Bakat SKolastik
c) Tes Skala Kematangan

F. Pelaksanaan Tes Seleksi dan Hasil tes
1. Pelaksanaan Ujian seleksi CPNSD dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 15 Nopember 2009 (waktu dan tempat ditentukan kemudian)
2. Pengumuman pelamar yang dinyatakan lulus CPNSD direncanakan pada pertengahan Desember 2009.
3. Bagi pelamar yang sudah mendaftarkan diri sebagai CPNS pada kabupaten lain tidak diperkenankan/diperbolehkan mendaftarkan diri pada penerimaan CPNS di lingkungan kab HSS, kab kota lainnya.

Formasi CPNS Daerah kabupaten Hulu Sungai Selatan provinsi Kalimatan Selatan tahun 2009 bisa dilihat di sini.
Jumat, 16 Oktober 2009
no image

Contoh Case Study

Sulitkah Mempertahankan Minat Belajar Mereka?

Oleh: Helsy Elselia, S.Pd.

Guru SMPN 2, Tanjungsari- Sumedang.

Sebagai seorang guru, saya berkeinginan agar siswa merasa senang saat belajar dan tetap mengikuti pembelajaran sampai jam pelajaran berakhir. Pada kesempatan ini pelajaran yang akan saya sampaikan adalah materi klasifikasi zat.

Konsep yang tercantum dalam RPP adalah asam, basa dan garam dalam kisaran standar kompetensi: Memahami klasifikasi zat, sedangkan kompetensi dasar: Melakukan percobaan sederhana dengan bahan yang diperoleh dalam kehidupan sehari hari. Konsep asam, basa dan garam diajarkan di kelas VII semester 1. Seperti kita ketahui bahwa pelajaran Kimia baru mulai dipelajari siswa setelah masuk SMP. Sehingga siswa yang baru tamat SD tersebut masih sangat merasa asing terhadap Laboratorium beserta alat dan bahannya sampai petunjuk kegiatannya (LKS).

Sabtu, 23 Agustus 2008, pukul 09.50, dilaksanakanlah pembelajaran di kelas 7D SMPN 2 Tanjungsari. Kegiatan belajar saat itu menggunakan pendekatan kontekstual dan siswa belajar dalam kelompok yang terdiri atas 4 orang dan dibagi menjadi 10 kelompok. Pengaturan meja dan bangku disusun membentuk angka II. Pada awal pembelajaran saya lupa meminta siswa untuk menghadap ke depan papan tulis, sehingga ada beberapa siswa yang membelakangi guru. Saat itu saya begitu bersemangat untuk membawa siswa mengerti akan konsep kimia ini.

Apersepsi disampaikan dalam waktu kurang dari 15 menit, dan ada beberapa siswa yang belum siap untuk belajar. Mereka masih mengawasi sekeliling ruangan yang masih sangat asing baginya. Saya mulai menjelaskan bermacam macam indicator dan ciri asam basa yang biasa dikenal, seperti ciri pada cuka dan sabun. Kemudian penjelasan berlanjut pada alat dan bahan eksperimen .

Saya memperhatikan ada beberapa siswa yang tidak mengikuti penjelasan itu. Penjelasan yang disampaikan dianggap angin lalu dan mereka asyik melihat keliling ruangan Lab. Reki adalah satu dari siswa tadi yang mengantuk dan meletakkan kepalanya di meja.

“Anak-anak, tahukah kalian mengapa untuk mengurangi sakit pada lambung orang sering menggunakan obat seperti antasid? “Ucapan saya mulai sedikit menarik perhatian siswa saat melakukan tahap kontak dalam kontekstual. Lalu kegiatan belajar mulai melangkah ke tahap kuriositi.” Coba kalian perhatikan tabung reaksi yang berisi ekstrak kulit buah manggis ini, apa warnanya? Sekarang Ibu akan mencampurkannya dengan larutan antasid, sedikit kita aduk dan perhatikanlah…… dan ternyata campuran itu jadi berubah warna. Mengapa begitu, apa ada yang tahu alasannya?” Semua siswa terdiam dan terkagum-kagum. Demikianlah demontrasi tersebut dilakukan sehingga terciptalah rasa ingin tahu siswa.

Tiba saatnya siswa ditugaskan untuk bereksplorasi dengan media pembelajaran dengan di pandu oleh LKS pada tahap elaborasi. Setiap siswa mendapatkan 2 lembar LKS. Ada siswa yang sudah aktif membaca dan langsung ingin mencoba melakukan kegiatan seperti perintah dalam LKS, tapi ada juga yang diam menonton.

Seperti pada awal pembelajaran Reki berada pada keadaan yang belum mau belajar dan malas mengikuti kegiatan kelompok. Rafima, teman sekelompoknya mulai menegur. ”Ayo Rek baca LKS-nya, bantu saya dong, jangan diam saja,” Gerutu Rafima. Dengan terpaksa Reki mulai melirik demi LKS. Setelah ditemukan hal yang menarik dari kegiatan yang dilakukan teman temannya, mulailah minat Reki muncul. Perlahan Ia mulai melakukan kegiatan dan berdiskusi tentang gejala yang timbul setelah meneteskan cuka pada lakmus merah dan lakmus biru. “Kok aneh ya mengapa lakmus biru berubah jadi merah sedangkan yang merahnya tidak berubah. Tapi bila ditetesi air kapur, malah yang berubah lakmus merah jadi biru, sedangkan lakmus biru tetap,” kata Reki aneh. Terbukalah suatu diskusi kelompok untuk membahas gejala yang timbul dan mereka mencatatnya pada tabel pengamatan. Tetapi penyebab terjadinya perubahan itu masih belum dapat mereka temukan dan ada keinginan untuk bertanya kepada guru, tapi keinginan itu hilang.

Sambil berkeliling membimbing kegiatan yang dilakukan siswa kelompok demi kelompok, saya memperhatikan aktivitas siswa. Saya merasa pembelajaran saat itu berhasil karena saya dapat membaca siswa senang dan betah belajar dari kegiatan eksperimen indikator asam basa ini.

Setelah kegiatan kelompok berakhir saya mulai masuk pada tahap nexus yaitu tahap perumusan rangkuman. Dengan sangat tergesa-gesa, saya langsung memberikan penjelasan, tapi sayangnya penjelasan itu tidak menimbulkan adanya interaksi siswa dengan guru. Informasi banyak bersumber dari guru sehingga guru-lah yang memonopoli pembicaraan. Banyak teori asam basa saya sampaikan secara langsung dan tidak ada kegiatan menggali pengetahuan siswa dari apa yang telah mereka lakukan. Dari raut wajah, banyak siswa yang merasa sulit menghubungkan sejumlah informasi yang diucapkan guru dan kegiatan ini membuat turunnya konsentrasi belajar siswa .

“Dari ketiga macam indicator alami yang kita gunakan hari ini, manakah indikotor yang paling baik dan apa alasannya.” Saya mulai meminta perhatian siswa kembali. Banyak siswa terdiam. Kemudian saya mencoba menunjuk salah satu dari mereka untuk menjawab. Tapi apa jawab mereka? “Belum Bu, Kami tidak bisa menjawabnya!”

Akhirnya pertanyaan itu saya jawab dan pertegas sendiri setelah tidak saya temukan jawaban tepat dari mereka. Penjelasan itu saya akhiri dengan kesimpulan ciri ciri larutan yang bersifat asam, basa dan netral. Jumlah siswa yang tidak memperhatikan dan mengikuti pembelajaran dengan baik jadi bertambah banyak. Meskipun beberapa pertanyaan dalam LKS dapat dijawab dengan baik, tapi ada beberapa konsep yang belum dipahami, sehingga siswa belum mampu menarik kesimpulan dari percobaan yang mereka lakukan, kemampuan itu hanya terbatas pada beberapa siswa saja. Hal ini terbukti dari hasil test yang diberikan guru.

Saya merasa kecewa. Awalnya saya mengira pembelajaran saat itu berhasil, ternyata tidak. Saya tidak dapat mempertahankan semangat belajar siswa yang justru malah di akhir jam pelajaran.

Meskipun sudah saya kuras energi ini untuk membuat siswa mengerti dengan berkeliling membimbing siswa, memberi penjelasan, tapi sia-sia belaka karena justru motivasi yang muncul sangat tinggi pada kegiatan elaborasi menjadi sangat cepat menyusut di akhir pembelajaran. Kejadian ini sangat tidak saya harapkan karena mengapa saya tidak dapat mempertahankan semangat belajar siswa. Apa yang harus saya ubah dari pembelajaran ini.

Minggu, 11 Oktober 2009
no image

Penerimaan CPNS Kalsel 2009

1. Info CPNS Pemda / Pemkab di Kalsel 2009

Banjarmasin, 8/10 (Antara) - Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai dibuka pada 20 Oktober 2009, kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel, Thamrin, Kamis.

Menurut Thamrin, pihaknya telah berkoordinasi dengan BKD Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim)."Pada koordinasi tersebut kami memutuskan bahwa tes PNS dilakukan pada 15 November," katanya. Dengan demikian, kata dia, pada akhir Oktober pendaftaran CPNS harus sudah dimulai, karena sesuai ketentuan, jarak antara pendaftaran dan tes minimal dua minggu. Sedangkan hasilnya, akan diumumkan pada akhir Desember, sehingga pada awal 2010 bagi PNS yang diterima bisa mulai bekerja.

Thamrim mengatakan, pada penerimaan PNS 2009 Kalsel mendapatkan jatah 6.801 orang, terdiri 5.213 orang dari jalur umum dan 1.470 honorer. Selain itu, kata dia, juga akan ada pengangkatan sekretaris desa (Sekdes) menjadi PNS sebanyak 118 orang. Khusus untuk Pemprov Kalsel terbuka lowongan sebanyak 245 orang dari jalur umum dan 302 orang honorer. Sedangkan bagi kabupaten dan kota lainnya, hingga kini belum ada penetapan, karena masih ada lima kabupaten yang belum menyetorkan data kebutuhan formasi.

"Kita belum bisa umumkan formasinya, karena masih ada kabupaten yang belum memberikan data," katanya. Menindaklanjuti hal tersebut, dalam minggu ini pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan BKD kabupaten dan kota untuk mengetahui kebutuhan pegawai dan kendalanya. Pelaksanaan tes CPNS katan dia, akan dilaksanakan secara serentak antara Kalsel, Kalteng dan Kaltim menghindari mutasi pelamar atau peserta testing ganda.


2. Info CPNS Depag Kalsel 2009

Mengacu Surat Keputusan Sekretaris Jenderal Departemen Agama RI Nomor : 1449 Tahun 2009 tanggal 29 September 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Departemen Agama Tahun Anggaran 2009, serta Nomor : B.II/1-a/Kp.00.3/965/2009 tanggal 30 September 2009 tentang Penyampaian Alokasi Formasi Umum CPNS di lingkungan Departemen Agama Tahun Anggaran 2009. Dengan ini kami sampaikan Pengumuman tentang Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dari pelamar umum di lingkungan Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Kalimantan Selatan dan Kantor Departemen Agama Kabupaten / Kota Tahun Anggaran 2009, dengan alokasi formasi terlampir.

PERSYARATAN PELAMAR
A. PERSYARATAN UMUM
  1. Setiap warga negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berusia serendahrendahnya 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun (pada tanggal 1 Desember 2009) dapat mengajukan lamaran untuk mengikuti ujian pengadaan CPNS Departemen Agama tahun 2009, dan bagi pelamar yang berusia lebih dari 35 tahun s/d 40 tahun pada tanggal 1 Desember 2009 dapat pula mengajukan lamaran jika memiliki wiyata bakti minimal 12 tahun 8 bulan secara terus menerus dan tidak terputus-putus pada instansi pemerintah atau lembaga yang berbadan hukum;
  2. Mempunyai pendidikan, kecakapan, keahlian dan ketrampilan yang diperlukan sesuai dengan formasi yang tersedia;
  3. Berkelakuan Baik;
  4. Sehat jasmani dan rohani;
  5. Tidak pernah dihukum penjara atau kurungan berdasarkan putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum yang tetap;
  6. Tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil / Pegawai Swasta;
  7. Tidak berkedudukan sebagai Calon Pegawai Negeri / Pegawai Negeri;
  8. Bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Republik Indonesia atau Negara lain yang ditentukan Pemerintah;
  9. Tidak menjadi anggota / pengurus PARPOL;
  10. Bersedia mematuhi peraturan / ketentuan yang berlaku dalam lingkungan Departemen Agama.
B. PERSYARATAN KHUSUS
Mereka yang memenuhi persyaratan umum di atas, dapat mengikuti ujian CPNS dengan ketentuan yang bersangkutan mengajukan surat lamaran dialamatkan kepada Menteri Agama RI di Jakarta yang ditulis sendiri dengan tinta hitam dengan menyebutkan formasi serta jenis ketenagaan yang dilamar pada satuan organisasi dimaksud;
  1. Surat lamaran tersebut harus dilampiri :
  2. Fotokopi sah STTB / ijazah dan transkrip nilai;
  3. Pas poto hitam putih, ukuran 3 X 4 Cm sebanyak 2 (dua) lembar;
  4. Fotokopi KTP (Domisili Kalimantan Selatan);
  5. Fotokopi sah surat keputusan pengangkatan pertama sebagai tenaga honorer sampai dengan terakhir atau wiyata bakti (bagi yang memiliki).

C. WAKTU DAN TEMPAT PENDAFTARAN
1. Tempat Pendaftaran dilaksanakan 13 (tiga belas) tempat sesuai dengan formasi penerimaan penempatan CPNS yaitu :
a. Kanwil Dep. Agama Prov. Kalimantan Selatan;
b. Kandepag Kab. Banjar;
c. Kandepag Kab. Kotabaru;
d. Kandepag Kab. Tanah Bumbu;
e. Kandepag Kab. Tabalong;
f. Kandepag Kab. Hulu Sungai Utara;
g. Kandepag Kab. Hulu Sungai Selatan;
h. Kandepag Kota Banjarmasin;
i. Kandepag Kab. Balangan;
j. Kandepag Kota Banjarbaru;
k . Kandepag Kab. Barito Kuala
l. Kandepag Kab. Hulu Sungai Tengah;
m. Kandepag Kab. Tapin.
Waktu pendaftaran pelamar serentak pada :
  1. Tanggal 5 sampai dengan 20 Oktober 2009, pada hari dan jam kerja kantor. Penerimaan di tutup tanggal 20 Oktober 2008 pukul 16.00 Wita;
  2. Pelaksanaan Ujian Tertulis serentak dilaksanakan pada :
  3. Tanggal 15 Nopember 2009 di masing – masing Kandepag Kabupaten / Kota (sesuai dengan alokasi formasi).
D. LAIN – LAIN
  1. Pelamar harus menulis Nama, Alamat, Pendidikan, Golongan dan Formasi yang jelas pada Map berkas pelamar;
  2. Persyaratan Administrasi lainnya belum tercantum dalam pengumuman ini dipenuhi setelah pengumuman kelulusan;
  3. Hal – hal yang belum jelas dapat ditanyakan langsung pada tempat pendaftaran masing – masing atau pada Kantor Wilayah Dep. Agama Prov. Kalimantan Selatan (Subbag Ortala dan Kepegawaian).
Banjarmasin, 02 Oktober 2009

Untuk Informasi lengkap silahkan download file disini
Untuk Formasi yang dibutuhkan silahkan download disini
Contoh Surat lamaran
Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved