Breaking News
Loading...

Recent Post

Sabtu, 07 April 2012
no image

Catatan Sang Pengajar Juara 1 Teacher Blog Competition

Insan cendekia Al Mujtaba menyelenggarakan sebuah pekan ilmiah yang bertajuk “IC Education Fair 2012”. Acara tersebut diselenggarakan pada tanggal 2-4 April 2012 bertempat di kampus SMP-SMA Insan Cendekia Al Mjtaba, Jl. Ovensari, Kadilangu, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Salah satu kegiatannya adalah l0mba blog guru yang bertajuk Teacher Blog Competition. Puncak lomba ini digelar hari senin tanggal 2 April 2012 dengan menghadirkan 5 finalis Teacher Blog Competition. Di hadapan dewan juri para finalis memaparkan konsep blog dan pemahamannya mengenai integrasi pendidikan Islam.
Setelah dilakukan penilaian, berikut para juara yang terpilih :

13333728401006861386
Juara 1 : Agus Dwianto, SPd (SMPN 2 Paranggupito Kab. Wonogiri), blog http://www.sangpengajar.com/
Juara 2 : Nashiruddin, SPd (SD Islam Internasional Al Abidin Solo) , blog http://ammarbinyasirclass.blogspot.com/
Juara 3 : Dwi Wahyudi. S.Pd.I (SMPN 4 Pracimantoro), blog http://haryosongosongo.blogspot.com/
Semoga blog para juara bisa memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan pendidikan Indonesia.
Minggu, 01 April 2012
no image

INSAN CENDEKIA UNTUK INDONESIA


Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003, sistem pendidikan nasional yang dimaksud adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

Jika kita amati saat ini kualitas dan kuantitas pendidikan di Indonesia sedang mengalami keterpurukan. Bagaimana tidak, sistem pendidikan saat ini belum bisa menghasilkan peserta didik yang memiliki pondasi iman dan taqwa (IMTAK) yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia. Masih banyak kita temukan output sistem pendidikan kita yang hanya kuat dalam pengetahuan saja, tetapi sangat lemah dalam moral.

Sehingga, upaya mewujudkan pendidikan yang berkualitas perlu terus dilakukan secara terus menerus dan berkelanjutan. Penyelenggaraan sekolah Islam yang mengkolaborasikan IMTAK dan IPTEK adalah salah satu bentuk upayanya.

Sekolah Insan Cendekia merupakan salah satu sekolah Islam yang menawarkan model sekolah alternatif. Sekolah Insan Cendekia mencoba menerapkan pendidikan yang memadukan pendidikan umum dan pendidikan agama menjadi satu jalinan struktur kurikulum. Struktur kurikulum yang didesain di Sekolah Insan Cendekia merupakan struktur khusus yang disusun untuk memberikan pelayanan yang maksimal terhadap perkembangan kompetensi yang dimiliki siswa, agar siswa yang rata-rata berkemampuan tinggi dapat ditumbuhkembangkan secara benar dan tepat kearah penguasaan IMTAKdan IPTEK. Artinya, dengan pendekatan ini, semua mata pelajaran dan semua kegiatan seklah tidak lepas dari bingkai ajaran dan pesan nilai Islam.

Sekolah Insan Cendekia memiliki visi menjadi sekolah unggul yang mampu menghasilkan generasi muslim yang mempunyai landasan aqidah yang lurus (saliimul ‘aqidah), ibadah yang benar (shahiihul ‘ibadah) dan berakhlak mulia (matiinul khuluuq) serta dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang unggul. Visi ini selaras dengan tujuan umum pendidikan Islam yang hendak melahirkan insan muttaqin yang cerdas, berakhlak mulia dan memiliki keterampilan yang memberi manfaat dan maslahat bagi umat manusia, dengan memilki karakter pribadi muslim :

  1. Aqidah yang lurus (saliimul ‘aqidah)
  2. Ibadah yang benar (shahiihul ‘ibadah)
  3. Kokoh akhlaknya (matiinul khuluq)
  4. Berwawasan luas (mutsaqaful fikr)
  5. Kuat fisiknya (qawiyyul jism)
  6. Mandiri dalam hidupnya (qadirul ‘alal kasbi)
  7. Bermanfaat bagimorang lain (nafi’ul lighairihi)
  8. Bijaksana dalam waktunya (harishun ‘ala waqtihi)


Untuk mewujudkan visi tersebut Sekolah Insan Cendekia mendesain struktur kurikulum yang mengkolaborasikan pendidikan umum dan pendidikan agama secara seimbang. Jika di sekolah umum mata pelajaran pendidikan agama hanya disampaikan dalam waktu 2 jam pelajaran, maka di Sekolah insan Cendekia diberikan dalam 7 jam pelajaran dan masih ditambah dengan muatan lokal bahasa arab maupun tahsin/tahfidz.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan visi tersebut maka telah diprogramkan berbagai kegiatan penunjang disertai pengadaan fasilitas yang mendukung. Dengan demikian maka Sekolah Insan Cendekia menjadi salah satu jawaban atas lemahnya pendidikan di Indonesia saat ini. Negeri yang sedang berkembang ini membutuhkan sekolah-sekolah cerdas yang akan menghasilkan generasi unggulan di masa yang akan datang. Sekolah Insan Cendekia menjadi salah satu agent of change, yang membawa pembaharuan pendidikan di Indonesia. Jika semua hal di atas sudah kita pahami bersama, tentu kita akan mengambil sebuah kesimpulan bahwa Sekolah Insan Cendekia adalah solusi pendidikan saat ini yang akan menghasilkan generasi unggulan di masa yang akan datang.

Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved