Breaking News
Loading...

Recent Post

Minggu, 28 Desember 2014
Rabu, 24 Desember 2014
Sabtu, 20 Desember 2014
Mengenal Berbagai Formula Excel untuk Pengolahan Nilai Guru (Bagian 1)

Mengenal Berbagai Formula Excel untuk Pengolahan Nilai Guru (Bagian 1)

image

Kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru dimulai dari kegiatan perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, sampai dengan penilaian dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap penialain ini dibutuhkan pemahaman guru mengenai bentuk penilaian, instrumen penilaian dan juga keterampilan guru mengolah nilai itu sendiri. Sehingga, keterampilan guru dalam menggunakan program komputer untuk menunjang kegiatan penilaian tersebut tentu tidak bisa dihindari lagi. Dalam tutorial ini akan dibahas mengenai berbagai formula basic pada Microsoft Excel yang sering digunakan guru dalam pengolahan nilai.

Download : Tutorial Formula Basic pada Microsoft Excel1.PDF (293 KB)

Selasa, 16 Desember 2014
Download Kumpulan Dasar Hukum Pendidikan

Download Kumpulan Dasar Hukum Pendidikan

image

Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menjelaskan  bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional disusun berbagai dasar hukum sebagai acuan pelaksanaan pendidikan. Berikut ini beberapa dasar hukum pendidikan nasional yang bisa anda download sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan maupun sebagai kajian teori penulisan karya ilmiah(skripsi/tesis/PTK) :

  1. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional [ Download ]
  2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan [ Download ]
  3. PP Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan [ Download ]
  4. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan [ Download ]
  5. PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan [ Download ]

 

Senin, 15 Desember 2014
Mendikbud: Kurikulum 2013 dilaksanakan bertahap

Mendikbud: Kurikulum 2013 dilaksanakan bertahap

Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak mencabut kurikulum 2013 dan menggantinya dengan kurikulum 2006. Anies menyatakan, pihaknya hanya menerapkan kurikulum 2013 secara bertahap.

"Tidak ada pencabutan kurikulum. Artinya kurikulum 2013 tetap diterapkan, tetapi bertahap. Masalahnya kemarin itu secara serentak, jadi tidak ada pencabutan," kata Anies usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Supervisi Pengelolaan Dana Pendidikan di Gedung KPK, Senin (15/12).

Menurut Anies penerapan kurikulum 2013 sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013 yang mengatur penerapan kurikulum itu diberikan waktu tujuh tahun.

pemberlakuan kurikulum 2013 akan dilakukan secara bertahap hingga 2019-2020 bukan dihentikan seluruhnya.
Anies Baswedan

Selain itu, Anies menyatakan, keputusan ini berdasar evaluasi yang dilakukan pihaknya terkait penerapan kurikulum 2013 atau yang dikenal dalam K13.

Dikatakan, dalam menerapkan sebuah kurikulum, harus ada kesesuaian antara ide kurikulum dengan desain kurikulum. Selanjutnya, harus ada kesesuaian antaran desain kurikulum dengan dokumen kurikulum, dan kesesuaian antara dokumen kurikulum dengan implementasi kurikulum.

"Nah, tiga kesesuaian ini yang harus dievaluasi," tuturnya.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, berdasar data di lapangan, saat ini baru tiga persen dari jumlah sekolah yang ada di Indonesia yang dapat menerapkan K13. Diharapkan, dengan evaluasi dan perbaikan yang dilakukan pihaknya, persentase jumlah sekolah yang menerapkan K13 akan terus meningkat setiap tahunnya.

"Ini yang akan kita koresksi lalu dijalankan secara bertahap. Sekarang kita sudah ada tiga persen sekolah yang menjalankan, nanti kemudian kita akan melaksanakan secara bertahap, jadi tahun berikutnya bisa meningkat," kata Anies. Hal inisesuai dengan permendikbud no 160 tahun 2014
Rabu, 03 Desember 2014
Kurikulum 2013 dibatalkan Untuk Seluruh Sekolah

Kurikulum 2013 dibatalkan Untuk Seluruh Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Rasyid Baswedan menggelar pertemuan dengan tim evaluasi Kurikulum 2013 (K-13), Rabu (3/12) pagi. Pertemuan itu menyimpulkan K-13 tidak akan diterapkan di semua sekolah sebagaimana rencana awal, melainkan dibatasi kepada sekolah-sekolah yang sudah siap saja.

Mendikbud akan menyaring kesiapan sekolah berdasarkan sejumlah kriteria. Untuk sekolah-sekolah yang belum siap, mendikbud mengizinkan kembali kepada Kurikulum 2006.
"Menteri minta supaya kita mengembangkan bagaimana kriteria siap untuk sekolah-sekolah yang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena opsinya melanjutkan tapi selektif, sambil membenahi," kata Ketua Tim Evaluasi K-13 Prof Suyanto di Jakarta, Rabu.

Menurut Suyanto, Mendikbud Anies akan membuat sekolah-sekolah prototipe atau sekolah model untuk K-13. Sekolah prototipe terdiri atas sekolah-sekolah yang melaksanakan K-13 pada tahap pertama (tahun 2013), yaitu sebanyak 6.326 sekolah, ditambah dengan sebagian sekolah pelaksana K-13 di tahap kedua (tahun 2014) yang dinilai sudah siap.

Suyanto mengatakan keputusan mendikbud sebenarnya sama dengan implementasi K-13 pada tahap pertama tahun 2013. Ketika itu, K-13 hanya diterapkan secara terbatas kepada "sekolah inti".
"Kemauan Pak Menteri membuat prototipe sekolah-sekolah, bukan hanya mengirimkan konsep kurikulum tapi aplikasi kurikulum ke sekolah-sekolah yang baru menerapkan," katanya.
Suyanto menambahkan opsi "selected school" merupakan opsi paling moderat di antara dua opsi lainnya.

Sebelumnya, tim evaluasi K-13 mengajukan tiga opsi terkait kelanjutan K-13, yaitu, pertama, K-13 akan dihentikan sama sekali. Kedua, K-13 diterapkan di sekolah-sekolah terpilih yang sudah sangat siap dari berbagai aspek. Ketiga, K-13 dijalankan seperti saat ini tapi dilakukan pembenahan sehingga hasilnya lebih baik.

"Itu opsi paling moderat di antara tiga opsi. Ada pro dan kontra dalam K-13 maka diwadahi dalam pilihan itu. Jangan sampai pro kontra tajam sekali," ujar Suyanto.
Menurutnya, sekolah-sekolah prototipe nantinya akan mempermudah sekolah-sekolah lain untuk melaksanakan K-13. Sebab, pada akhirnya, semua sekolah harus melaksanakan K-13.
"Jadi dibuat prototipe lalu dikloning. Bupati-bupati nanti diminta mengkloning untuk ambil model dari sekolah-sekolah yang sudah baik itu," katanya.

Sementara itu, Mendikbud Anies Baswedan, saat ditemui seusai pertemuan dengan tim evaluasi hari Rabu pagi, enggan membeberkan hasil pertemuan. Dia mengatakan semua informasi akan diberikan lengkap pada Rabu sore.

"Saya sudah putuskan nanti dibikin detailnya. Lebih baik ngomong-nya sudah lengkap termasuk konsekuensi-konsekuensinya," kata Anies yang terburu-buru karena akan mengikuti sidang kabinet.
Di pihak lain, anggota tim evaluasi K-13, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof Hamid Hasan mengatakan keputusan mendikbud adalah melanjutkan K-13 namun secara terbatas dengan menunjuk sekolah-sekolah prototipe. Menurutnya, tim evaluasi masih menyiapkan kriteria sekolah-sekolah yang dianggap siap untuk melaksanakan K-13.

"Jadi mirip model Cianjur saat pelaksanaan CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif). Jadi diterapkan di sekolah-sekolah tahun pertama yang menjadi sekolah inti dan ada juga sekolah-sekolah yang melaksanakan di tahun kedua, lalu disebarkan ke yang lain," ujar Hamid.
Hamid belum bisa memastikan jumlah sekolah yang dinilai siap. Namun, salah satu kriterianya adalah akreditasi sekolah.
Selasa, 02 Desember 2014
Tips Mengasah Kemampuan Berbicara Melalui Blog

Tips Mengasah Kemampuan Berbicara Melalui Blog

image Kemampuan berbicara, diakui atau tidak, menjadi hal yang sangat penting dan dibutuhkan di hampir setiap tempat. Dalam kehidupan rumah tangga, misalnya, hal ini akan sangat menentukan kualitas komunikasi antara suami dan istri atau dengan anak-anak. Begitu juga di tempat kerja atau pun di sekolah/kampus. Kemampuan berbicara sangat kita butuhkan ketika kerja, karena tidak mungkin kita lepas dari komunikasi. Kemampuan berbicara di dunia kerja akan menjadi salah satu faktor yang menentukan “posisi” kita atau karier kita.  Begitu juga ketika di sekolah atau pun kampus, kemampuan berbicara serta menyampaikan pendapat akan cukup berpengaruh terhadap “nilai jual” kita. Karena, di tempat inilah kita akan dinilai kekayaan ide, kemampuan menyampaikan ide, kemampuan mempengaruhi, kemampuan mempertahankan pendapat, dan sebagainya.

Salah satu cara untuk mengasah atau melatih kemampuan berbicara adalah dengan menulis melalaui blog. Kegiatan nge-Blog akan melatih kemampuan kita dalam menyampaikan ide serta mengemukakan pendapat. Bagaimana tidak, seseorang yang menulis di blog tentu saja dituntut untuk “merangkai kata” dalam mengkomunikasikan idenya. Tentu saja rangkaian kata tersebut dituntut harus berkualitas karena akan dibaca oleh publik. Ukuran kualitas tersebut setidaknya adalah bagaimana yang disampaikan bisa dipahami oleh publik dengan mudah.

Mengacu kepada ungkapan “orang yang tidak punya tak bisa memberi”, maka seorang bloger dituntut untuk selalu menambah wawasannya. Karena hanya dengan upgrade kognitif seperti itulah maka akan selalu ada yang dibagi / dishare oleh para bloger. Dari sini maka dapat kita ambil kesimpulan bahwa melalui kegiatan menulis di blog maka dapat meningkatkan wawasan maupun kemapuan menulis serta kemampuan berbicara kita. Mengapa tidak dimulai dari sekarang ?

Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved