Breaking News
Loading...

Recent Post

Kamis, 24 Desember 2015
Soal UKG 2016

Soal UKG 2016

Uji Kompetensi guru akan dilaksanakan secara serentak mulai 9 Nopember 2015 nanti yang akan dilaksanakan baik secara online maupun secara manual (offline) bagi seluruh guru di Indonesia. Untuk mengetahui nomor peserta, Mapel UKG jadwal dan TUK UKG bisa dibuka di link ini.

Contoh soal UKG Penjaskes (PJOK) Soal UKG guru TK Soal UKG guru PAI Contoh soal aplikasi UKG Soal media pembelajaran Soal UKG Pedagodik Soal pengetahuan perundangan pendidikan
Kali ini infogtk.com akan berbagi contoh soal UKG yang barangkali dibutuhkan para guru untuk belajar atau latihan jelas persiapan UKG, mengingat jika nilai UKG dibawah standar maka bisa berakibat fatal untuk urusan kenaikan pangkat dan tunjangan guru.
Buka juga cara mengerjakan soal UKG online
Ada beberapa macam contoh soal diantaranya mata pelajaran penjas, PAI, guru TIK, guru TK, pedagogik, kepribadian dll

Silakan klik pada link link dibawah ini

Contoh soal UKG Penjaskes (PJOK)
Soal UKG guru TK
Soal UKG guru PAI
Contoh soal aplikasi UKG
Soal media pembelajaran
Soal UKG Pedagodik
Soal pengetahuan perundangan pendidikan


Untuk anda guru kemenag buka contoh soal UKG Kemenag
Senin, 23 November 2015
INFO GTK KEMDIKBUD

INFO GTK KEMDIKBUD

info gtk kemendikbud
INFO GTK KEMDIKBUD

INFO GTK Kemdikbud merupakan web atau laman bagi guru / PTK untuk mengecek atau memeriksa data PTK. Data PTK di Info GTK ini merupakan data hasil input dapodikdas oleh operator sekolah dan sudah dikirim /disinkronisasi lewat aplikasi dapodik.

Diharapkan agar guru mengecek sendiri kevalidan datanya di aplikasi cek info GTK ini, setelah mengecek jika masih terdapat warna merah bisa diperbaiki di aplikasi dapodik lewat operator sekolah. Agar proses penerbitan SKTP bisa tepat waktu.
cek info GTK kemdikbud    INFO GTK Kemedikbud kemendikbud info.gtk.kemendikbud.go.id cek tunjangan PTK guru SKTP INFO UKG
INFO GTK KEMDIKBUD

Di laman Info GTK ini juga ada info terkait UKG yang akan dilaksanakan bulan nopember nanti. Yaitu data awal PTK yang belum divalidasi oleh dinas pendidikan kabupaten. Guru juga bisa mengecek kebenaran data peserta UKG, jika terdapat kekeliruan bisa melapor ke dinas pendidikan. Jika data penetapan calon peserta masih kosong,.. tidak perlu terlalu khawatir dalam 1-2 minggu ini akan diselaraskan dengan data base UKG,

Untuk login Info GTK ini silakan masuk ke alamat info.gtk.kemdikbud.go.id 


Gunakan NUPTK/NRG atau NIK dan tanggal lahir sebagai password
Kamis, 10 September 2015
Persyaratan Mengurus Tugas Belajar dan Ijin Belajar

Persyaratan Mengurus Tugas Belajar dan Ijin Belajar

Dalam rangka pembinaan dan manajemen Pegawai Negeri Sipil khususnya pengembangan Sumber Daya Aparatur yang mampu mengoptimalkan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintahan maka perlu upaya pemerintah dalam meningkatkan kemampuan intelektual, pengembangan wawasan dan profesionalisme Pegawai Negeri Sipil melalui pemberian ijin belajar dan tugas belajar. Berawal dari hal tersebut  Pemerintah Kabupaten Wonogiri telah mengeluarkan Peraturan Bupati Wonogiri Nomor 23 Tahun 2013 tentang Ijin belajar, tugas belajar, ijin penyesuaian gelar akademis, ujian kenaikan pangkatpenyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat penyesuaian ijazah bagi pegeawai negeri sipil di lingkungan pemerintah kabupaten Wonogiri.
image
Peraturan Bupati ini tentu saja menjadi rujukan bagi para PNS dalam mengajukan permohonan Ijin belajar, tugas belajar, ijin penyesuaian gelar akademis, ujian kenaikan pangkatpenyesuaian ijazah dan kenaikan pangkat penyesuaian ijazah.
Untuk download Peraturan Bupati Nomor 23 Tahun 2013 : [Klik di sini]
Selasa, 23 Juni 2015
Mencari Jurnal Ilmiah dengan Google Scholar

Mencari Jurnal Ilmiah dengan Google Scholar

Jurnal ilmiah merupakan referensi utama bagi mahasiswa dan dosen. Hal ini dikarenakan jurnal ilmiah merupakan publikasi hasil-hasil penelitian atau riset maupun kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Dalam mengerjakantugas akhir, baik itu skripsi, tesis, maupun disertasi, keberadaan jurnal ilmiah sangat dibutuhkan. Jurnal ilmiah menjadi referensi dalam mengerjakan tugas akhir, selain buku-buku referensi tentunya.

Dalam mencari jurnal ilmiah, kadang kita merasa kesulitan mencari jurnal ilmiah, karena jurnal-jurnal Ilmiah terkemuka umumnya diportal dan berbayar. Tetapi, sekarang ini di era keterbukaan, sudah menjadi kesepakatan bersama bahwa semua perguruan tinggi di dunia mempublikasikan karya ilmiahnya dalam portal yang gratis dan dapat diakses oleh semua pengguna internet. Untuk mencari jurnal ilmiah paling mudah adalah dengan menggunakan Google Scholar  atau Google Cendekia yang dapat diakses di https://scholar.google.co.id/.


Untuk mencari jurnal ilmiah menggunakan Google Scholar, cukup anda masukkan keyword atau kata kunci pencarian seperti pada Google biasanya. Maka hasil pencarian akan tampil dan anda dapat menyimpan jurnal ilmiah tersebut dalam format PDF.

image
Demikian tutorial mengenai cara mencari jurnal ilmiah dengan Google Scholar. Semoga bermanfaat !
Kamis, 28 Mei 2015
Analisis Butir Soal dengan QUEST

Analisis Butir Soal dengan QUEST

Salah satu software yang dierpergunakan untuk melakukan analisis butir soal adalah program QUEST. Tutorial kali ini akan kita pelajari mengenai cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST tersebut. Untuk melakukan analisis butir dibutuhkan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Membuat data masukan
  2. Membuat control file
  3. Menjalankan program Quest
  4. Memaknai output dari analisis yang dilakukan
Untuk langkah pertama, silahkan anda buat data masukan. Data masukan dibuat dengan menggunakan notepad. File data harus dibuat dalam satu folder dengan program QUEST. Data berisi kode kelas dan nomor siswa diikuti jawaban dari siswa. Misalnya data dituliskan : 1001BCBDADACADDCDAADDCBA. Hal ini menunjukkan data dari siswa pada kelas paralel 1 absen 001 dengan jawaban BCBDADACADDCDAADDCBA. Sebagai contoh berikut data masukan berupa data jawaban siswa dengan kode siswa 1001 sampai dengan 1030, dengan soal sebanyak 20 butir:
image
Simpan file, misalnya dengan nama : gab.txt.
 Langkah kedua, kita harus membuat control file yang berupa baris perintah (syntax) untuk menjalankan program QUEST. File ini juga dibuat dengan notepad dalam satu folder yang sama dengan program QUEST dan file gab.txt. Berikut contoh control file yang kita buat :
Title Math
data_file gab.txt
codes ABCDN
format name 1-4 items 5-24
key ACADADBCCDDCDACBDCBC
set width=107 ! page
estimate!iter=100
show >> gab.ot1
show items!stat=delta >> gabdelta.txt
show case! >> gabcase.txt
itanal!>> gabitem.txt
QUIT
Simpan file dengan nama gabQ.txt.
Langkah ketiga, jalankan program QUEST dengan klik dua kali pada program, maka akan muncul sebagai berikut :
image
Ketikkan> submit gabQ.txt maka akan muncul tampilan yang menunjukkan bahwa program QUEST sedang bekerja melakukan analisis butir. Jika anda lakukan semua langkah dengan benar, maka file-file dalam folder tersebut akan bertambah, yang merupakan output dari analisis yang kita lakukan.
image
Hasil gab.ot1 menyajikan reliabilitas tes dan reliabilitas peserta. Sedangkan, karakteristik butir dapat dilihat di gabitem.txt.
Demikian sekilas mengenai cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST . Untuk lebih jelasnya silahkan baca dengan teliti  lagi cara melakukan analisis butir soal dengan program QUEST  yang disajikan dalam tulisan Heri Retnawati yang dapat anda unduh di sini.
Rabu, 27 Mei 2015
Mau Terlihat Seksi? Ini Caranya

Mau Terlihat Seksi? Ini Caranya

Saat ini banyak sekali artis dan model membuat brand parfum atas namanya sendiri. Kemudian dengan kecantikan wajahnya dan keelokan tubuhnya mereka memikat pembelinya melalui iklan yang didesain sangat elegan. Iklan parrfum tersebut menjanjikan bahwa perempuan mana pun yang menyemprotkan cairan wangi tersebut, mereka akan tampil seseksi para model dan artis tersebut.

www.freedigitalphotos.net
Namun benarkah wewangian tersebut secara instan akan menggoda lelaki di sebelah Anda. Bagaimana dengan  orang-orang yang alergi terhadap wewangian. Jangan-jangan bukannya tertarik, mereka malah tunggang-langgang karena mencium parfum Anda.

Kabar baiknya ternyata pesan seksi yang disampaikan iklan tersebut benar adanya. Ketika Anda menyemprotkan parfum dengan aroma yang enak, Anda akan terlihat lebih seksi dan panas. Pada beberapa perempuan yang masih muda, aroma parfum juga akan membuatnya terlihat lebih muda.

Namun hati-hati bagi Anda yang sudah memiliki kerutan dan noda di wajah, parfum bisa membuat Anda terlihat semakin tua. Tampaknya parfum tak terlalu banyak menolong perempuan yang sudah berumur untuk tampil cantik dan seksi. Hal tersebut  terungkap oleh penelitian yang dilakukan oleh Monell Chemical Senseyang dilakukan kepada 18 laki-laki dan perempuan dewasa muda.

Selain itu, ada fakta menarik lagi yang dibeberkan oleh penelitian tersebut. Jika dua golongan perempuan tersebut (muda dan berumur) sama-sama memakai parfum yang tidak enak  baunya, orang-orang tidak bisa membedakan perbedaan umur antara perempuan muda dan sudah berumur. Mereka terlihat pada kisaran umur yang sama.  

Pesan yang ingin disampaikan adalah hati-hati untuk  memilih parfum. Jangan sampai cantiknya wajah Anda tersamarkan hanya karena wangi parfum murahan Anda. Oleh karena itu, jangan segan-segan berinvestasi pada parfum yang mahal. Anda berhak untuk tampil cantik dan seksi!

Senin, 25 Mei 2015
Menentukan Invers Matrik dengan Excel

Menentukan Invers Matrik dengan Excel

Dalam mempelajari matematika maupun statistika kita tidak bisa lepas dari pemahaman mengenai matrik. Salah satu pembahasan dalam statistika yang sring digunakan dalam perhitungan adalah mengenai invers matrik. Untuk menentukan atau mencari invers matrik bisa kita lakukan secara teoritis, yaitu dengan mencari nilai determinan terlebih dahulu. Cara ini dinilai sangat lambat, mengingat MIcrosoft Excel telah menyediakan formula atau rumus untuk menentukan invers suatu matrik.

Sebagai contoh kita akan menentukan imvers matrik A sebagai berikut :

image

Invers matrik A dilambangkan A-1 dapat diperoleh  dengan formula “=MINVERSE”.

Langkah-langkah menentukan invers matrik selengkapnya adalah sebagai berikut :

Pertama, tuliskan formulas =MINVERSE(array), di mana array menunjukkan range matrik yang kita cari inversnya, kemudian klik enter.

Kedua, blok range matrik A-1 seperti berikut:

image

Ketiga, tekan tombol F2 maka akan muncul sebagai berikut :
image

Terakhir, tekan tombol CTRL+SHIFT+ENTER maka invers matrik akan dihasilkan senagai berikut :

image

Demikian tutorial mengenai cara menentukan atau mencari invers matrik dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Tunjangan Fungsional dan Asuransi Guru di Garis Depan Aman; Janji Jokowi

Tunjangan Fungsional dan Asuransi Guru di Garis Depan Aman; Janji Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan tunjangan fungsional dan asuransi bagi para pengajar yang siap ditempatkan ke pelosok Indonesia. Hal itu dikemukakan Presiden saat melepas 798 Guru Garis Depan yang akan dikirim ke kabupaten-kabupaten pedalaman Indonesia, hari ini.
“Juga tentu saja kita ingin agar nanti ada peningkatan jaminan hidup yang memadai bagi para guru yang ditugaskan di tempat-tempat terpencil dengan memberikan sebuah tunjangan fungsional. Pemberian asuransi yang menjamin keamanan dan keselamatan,” kata Jokowi, di kompleks Istana Merdeka, Jakarta, Senin (25/5).

Jokowi menyatakan, masih banyak daerah terdepan dan terpencil yang jauh dari pemenuhan kebutuhan pendidikan seperti di Dompu, Merauke, perbatasan Entikong dan Sebatik. Pemerintah saat ini, kata dia, berkomitmen mewujudkan pemerataan pendidikan.
Menurut Jokowi, pemerintah juga memahami bahwa para guru tersebut nantinya membutuhkan sarana penunjang pengajaran dan penunjang karier mereka.

“Tapi bahagialah Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya menjadi angkatan pertama.  Tadi sudah disampaikan oleh pak menteri pendidikan, bahwa Bapak, Ibu dan Saudara-saudara semuanya adalah pejuang karena tempat yang akan dituju adalah memang tempat-tempat yang sulit, tempat-tempat yang terpecil, lokasi-lokasi perbatasan,” kata Jokowi.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, guru yang dikirim melalui Guru Garis Depan siap mengajar di manapun. Mereka adalah guru permanen dan bukan hanya kontrak program. Hari ini para guru itu akan langsung berangkat ke daerah-daerah penempatan.

Presiden mengingatkan kualitas pendidikan tidak merata karena di daerah pedalaman, guru-guru terbatas kemampuannya hanya untuk mata pelajaran tertentu. Oleh karena itu ketimpangan pendidikan terjadi antara Jawa dan luar Jawa.

"Jangan lupa berikan karakter mental yang baik untuk anak-anak kita. Bahwa anak-anak yang berasal dari daerah pinggir harus punya sebuah kebanggaan bahwa mereka juga Indonesia," kata Jokowi.
Program Guru Garis Depan merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Melalui program ini 800 guru akan disebar ke 38 kabupaten yang dianggap kurang dalam hal pendidikan.

Menurut Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Dikdas, Sumarna Surapranata, seleksi guru garis depan ada tiga tahap.
Pertama, tahap registrasi pendaftaran di panitia seleksi nasional dan seleksi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud ) yang diikuti 1480 calon perserta.
Kedua, tahap tes kompetensi dasar (TKD) mencakup tes wawasan kebangsaan, tes intelegensia umum, dan test karakteristik pribadi.
Ketiga, tahap penetapan nomor induk peserta (NIP) dan surat keputusan (SK) CPNS.

Kamis, 21 Mei 2015
Beasiswa S2 Guru SMP 2015, Mau ???

Beasiswa S2 Guru SMP 2015, Mau ???

image

Upaya    peningkatan   kualitas   sumberdaya manusia   dan   kesejahteraan masyarakat melalui  pendidikan  tidak  dapat  dilepaskan  dari  peran  dan  fungsi pendidik  dan  tenaga kependidikan  (PTK).  PTK perlu  diberi  kesempatan  yang  seluas-luasnya  untuk mengembangkan dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensinya. Berdasarkan hal itu, pada  tahun  2015,  Direktorat  Pembinaan  Pendidik  dan  Tenaga  Kependidikan Pendidikan Dasar,  Direktorat    Jenderal Pendidikan    Dasar    Kementerian Pendidikan  dan Kebudayaan  memberikan  Bantuan  Peningkatan Kualifikasi (beasiswa) S2 bagi Guru  SMP. Beasiswa S2 P2TK Kemdikbud ini merupakan beasiswa tahun ke empat.

Beasiswa S2 P2TK ini diperuntukkan bagi  guru  SMP  yang berstatus  sebagai  pegawai  negeri  sipil  (PNS), guru swasta yang berstatus sebagai guru tetap yayasan (GTY), maupun guru honorer di  SMP  negeri yang memiliki  SK Kepala  Dinas Pendidikan sebagai guru honor. Dari sisi usia, peserta seleksi maksimum  berusia 37  tahun  per 1 September 2015.

Adapun  program  studi  S2  bagi  guru  SMP  yang  dibuka  adalah sebagai berikut:
a.  Program Studi Pendidikan Matematika,
b.  Program Studi Pendidikan IPS,
c. Program Studi Pendidikan IPA,
d. Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia,
e. Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Pengiriman Berkas Pendaftaran
Berkas  pendaftaran dikirim  mulai  20 Mei  2015  sampai dengan terakhir diterima di Subdit PTK SMP, Dit. P2TK Dikdas tanggal  23 Juni  2015  ke
alamat:

Subdit PTK SMP
Dit. P2TK Dikdas – Ditjen Dikdas – Kemdikbud
Gedung C Lantai 18
Jl. Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
Telepon: 021.57851860
Fax: 021.57851860

Pedoman lengkap beasiswa S2 P2TK untuk Guru SMP Tahun 2015 dapat didownload dengan [ klik di sini ]. Semoga bermanfaat !

Selasa, 19 Mei 2015
Formalisme dalam Dunia Pendidikan

Formalisme dalam Dunia Pendidikan

Kualitas pendidikan kita dari tingkat dasar sampai tinggi belum memuaskan. Untuk tingkat dasar sampai menengah, kualitas rendah pendidikan kita ditandai dengan peringkat Programme for International Student Assessment yang terus berada pada kisaran lima terendah dari sekitar 60 negara sejak tahun 2000.
Untuk pendidikan tinggi, jumlah karya ilmiah kita masih kalah jauh dengan jumlah karya ilmiah dari negara-negara tetangga di lingkup ASEAN. Telah banyak usaha yang dilakukan pemerintah lewat berbagai kebijakan dan program mulai dari perbaikan kurikulum, model pendanaan seperti lewat dana bantuan operasional sekolah (BOS), program hibah kompetitif, perbaikan kualitas guru/dosen melalui program sertifikasi, sampai dengan pemberian otonomi ke beberapa perguruan tinggi negeri.
Sudah banyak usaha dan dana digunakan untuk memperbaiki kualitas pendidikan kita, tetapi sebenarnya yang justru mendasar dan menjadi kunci perbaikan kualitas tidak tersentuh oleh berbagai program tersebut. Malahan dapat dikatakan bahwa kebijakan dan program yang dilakukan pemerintah memperparahnya. Hal yang diperparah itu adalah formalisme dalam pengelolaan pendidikan dari tingkat dasar sampai dengan tingkat tinggi.


Yang saya maksud dengan formalisme adalah pemberian perhatian atau tekanan yang lebih besar pada aspek-aspek formal/legal kegiatan pengelolaan pendidikan ketimbang aspek-aspek yang lebih bersifat esensial dan penting terkait tujuan pendidikan. Tuntutan untuk memenuhi aspek legal/formal ini justru selalu menjadi bagian penting dan cenderung mendominasi setiap implementasi program perbaikan kualitas pendidikan yang digulirkan pemerintah.
Dalam implementasi Kurikulum 2013, yang akhirnya menjadi kesibukan utama para guru bukanlah melaksanakan model pembelajaran yang baik dan integratif, melainkan justru mengolah nilai yang rumit dan rinci karena menyangkut hampir semua aspek kehidupan siswa.
Begitu pula dalam pelaksanaan kegiatan penelitian yang didanai pemerintah, para dosen sangat disibukkan dengan pembuatan laporan keuangan yang sangat rinci dan bukan oleh kegiatan penelitian dan diseminasi hasilnya. Dalam Laporan Kinerja Dosen, setiap kegiatan juga harus disertai dengan surat tugas, bahkan bukti penulisan artikel di jurnal internasional pun baru sah kalau ada surat tugasnya. Surat tugas itu dibuat kapan dan oleh siapa tidak penting karena yang penting ada dan dilampirkan.

Taraf akut

Kuatnya formalisme di dunia pendidikan kita sudah pada taraf akut, bahkan sudah menjadi semacam ideologi bahwa hal itu menjamin kualitas yang lebih baik. Padahal, dampaknya adalah pereduksian makna dan praktik pendidikan ke wilayah formal legalistik. Pembelajaran tereduksi menjadi perkara administrasi nilai. Penelitian berubah lebih menjadi perkara pembuatan laporan keuangan. Demikian pula, kegiatan pemantauan dan evaluasi kualitas pendidikan lebih berkutat pada perkara ketersediaan dokumen dan pemenuhan peraturan.
Dengan formalisme ini akan menjadi jelas bagi kita semua mengapa pelajaran seni lebih berupa kegiatan menghafal hal-hal terkait seni karena pada akhir semester anak harus diuji secara formal pengetahuan seninya. Saya membayangkan betapa menariknya pelajaran seni ketika anak cukup diminta membawa alat musik yang paling disukai dan sekolah membantu menguasainya. Tidak perlu ada ujian mata pelajaran seni, tetapi semua anak lulus dan alangkah indahnya jika juga ada pentas yang menampilkan aksi pertunjukan mereka.
Alangkah prihatinnya kita menyaksikan anak-anak menghafal jenis tombol apa yang harus ditekan untuk menjalankan program komputer tertentu. Betapa absurdnya pendidikan kita ketika anak-anak kelas IV SD harus membaca teks padat kata-kata berbagai definisi tentang kelurahan, kecamatan, sampai lembaga tinggi negara seperti Mahkamah Konstitusi. Matematika dan Fisika yang mestinya menjadi pelajaran menarik dan menantang menjadi sangat membosankan karena aspek formalisme komputasi matematisnya yang justru menonjol dibandingkan dengan aspek pemecahan masalahnya.
Wabah formalisme ini mengalir deras sampai ke pendidikan tinggi. Dalam kegiatan seminar, memperoleh sertifikat sebagai pemakalah merupakan hal yang paling utama, sedangkan kegiatan diskusi dan debat tentang hasil penelitian cukup dilakukan sebagai basa-basi. Bahkan, ada usul menjadi guru besar yang ditolak hanya karena secara rumus matematis angka kreditnya kurang 0,4 dari syarat minimal 400. Padahal, dosen ini sudah malang melintang di berbagai pertemuan ilmiah dunia.
Formalisme ini menjadi musuh utama kreativitas dan kejujuran di sekolah. Padahal, sekolah harusnya menjadi tempat persemaian yang paling ideal bagi tumbuhnya kreativitas dan kejujuran. Mereka yang mempunyai kejujuran, ketulusan, dan kreativitas pasti akan tidak tahan menghadapi kuatnya tuntutan formalisme. Mereka akan menyingkir dan mencari tempat yang lebih sesuai. Pendidikan kita akhirnya kehilangan energi kreatif dan terperosok masuk ke dunia yang penuh dengan basa-basi yang memuakkan.
Sebenarnya peringatan akan dampak buruk dari formalisme ini pernah disampaikan rektor kedua Universitas Indonesia (1951-1954) Prof R Soepomo (Sulistyowati Irianto, 2012). Beliau mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh ditempatkan sebagai sebuah jawatan belaka di bawah administrasi Kementerian Pendidikan. Jika demikian, perguruan tinggi akan menyerahkan dirinya pada formalisme birokrasi dan sebagai akibatnya akan membinasakan semangat akademik dan perkembangan kehidupannya.

Jauhkan formalisme

Untuk itu formalisme harus sejauh mungkin dijauhkan dari dunia pendidikan kalau kita berharap ada perbaikan kualitas secara signifikan. Pemerintah sebagai pihak utama dalam pengelolaan pendidikan dapat membantu meminimalkan formalisme ini. Dalam tugasnya menjamin dan memfasilitasi perbaikan kualitas pendidikan, pemerintah sebaiknya menggunakan instrumen yang pokok dan sederhana. Pemerintah sebaiknya lebih positif dan percaya dalam memandang dan menempatkan institusi pendidikan baik negeri maupun swasta.
Dengan cara pandang ini, institusi pendidikan harus diberi otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan kegiatannya. Pemerintah hanya perlu fokus pada indikator keluaran kunci seperti kualitas lulusan, prestasi institusi, serta karya dan kontribusi konkretnya. Aspek lain seperti kelengkapan dokumen, pendanaan, serta model pengelolaan dipercayakan sepenuhnya kepada institusi, lebih-lebih untuk institusi swasta.
Kalau pemerintah saat ini sedang mengusung tema besar "Revolusi Mental", bagi dunia pendidikan kita, revolusi mental itu paling tepat kita wujudkan dengan mengikis mental formalisme. Mentalitas formalistik bertentangan dengan arus utama abad ini yang justru diwarnai demokratisasi, bebas struktur, dan partisipatif sebagaimana terjadi dalam dunia internet. Pemerintah harus dan dapat menjadi pihak yang paling utama menyingkirkan formalisme ini dan jangan justru kelemahan dan kelambanan birokrasinya menyuburkan mental dan praktik formalisme ini.
Johanes Eka Priyatma
Rektor Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
Guru Dituntut Lakukan Terobosan dalam Teknik Pembelajaran

Guru Dituntut Lakukan Terobosan dalam Teknik Pembelajaran

Guru harus mencari terobosan pada setiap proses pembelajaran untuk menumbuhkan minat dan perhatian anak didik. Cara belajar yang sekadar berdiri menyampaikan materi di depan kelas telah sangat ketinggalan zaman.

"Kini eranya digital. Sangat mungkin para guru menciptakan terobosan pembelajaran. Metode pembelajaran yang unik menjadikan materi yang disampaikan juga akan lebih bisa diterima," tutur Wakil Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Sri Suciati di sela-sela pelaksanaan Lomba Pembelajaran Inovatif untuk guru SMA dan SMP di kampus Jalan Lontar baru-baru ini. Dikatakan pembelajaran menyenangkan bisa memadukan antara seni dan teknologi informasi.
Seiring dengan itu guru tak boleh pasif. Mereka dituntut inovatif bahkan menumbuhkan inspirasi. Ini juga demi menyesuaikan kondisi zaman yang terus bergerak menciptakan banyak perubahan. Perubahan itu salah satunya kemajuan ilmu dan teknologi yang mempengaruhi dunia pendidikan.

Sumber Informasi

"Sekarang kalau sekadar mencari informasi sangat mudah melalui internet. Ini ikut memengaruhi peran guru yang dulu menjadi satu satunya sumber informasi. Namun, tak boleh lupa guru adalah pendidik yang tak sekadar memberikan informasi melainkan juga menanamkan karakter," imbuh dia. Selain bisa memikat hati siswa, maka metode pembelajaran yang menyenangkan bisa membekas di benak siswa.
Dalam pelaksanaan lomba yang berlangsung dua hari, masing masing peserta menyajikan kemampuan terbaiknya. Misalnya guru SMA PL Don Bosco Semarang Anna Sri Marlupi. Dia menyajikan pembelajaran mapel sejarah dengan diiringi alat musik gitar, papan permainan ular tangga, dan tak ketinggalan laptop.
Download Notepad++

Download Notepad++

image

Notepad++ merupakan sebuah sofware text editor dan source code editor yang berjalan di sistem operasi Windows. Notepad++ merupakan open source (perangkat lunak bebas) yang dapat kita miliki secara gratis.

Notepad++ dapat kita gunakan untuk melakukan editing source code suatu pemrograman, misalnya kode HTML pada pembuatan template blog. Berikut sejumlah bahasa pemrograman yang didukung oleh Notepad++ sejak versi 5.9.3:

  1. ActionScript, Ada, ASP, Assembler, autoIt
  2. Batch
  3. C, C++, C#, Caml, Cmake, COBOL, CSS
  4. D, Diff
  5. Flash ActionScript, Fortran
  6. Gui4CLI
  7. Haskell, HTML
  8. Berkas INI, InnoSetup
  9. Java, Javascript, JSP
  10. KiXtart
  11. LISP, Lua
  12. Makefile, Matlab, MS-DOS
  13. NSIS
  14. Objective-C
  15. Pascal, Perl, PHP, Postscript, PowerShell, Properties file, Python
  16. R, Resource file, Ruby
  17. Shell, Scheme, Smalltalk, SQL
  18. TCL, TeX
  19. Pascal, Perl, PHP, Postscript, PowerShell, Properties file, Python
  20. XML
  21. YAML

image Untuk download Notepad++ silahkan unduh dari website aslinya “ [ KLIK DI SINI ]

Minggu, 17 Mei 2015
Cara Sederhana Mengajarkan Konsep Seleksi Alam

Cara Sederhana Mengajarkan Konsep Seleksi Alam

Tulisan kali ini tidak akan keluar dari tema tulisan sebelumnya yaitu seputar keinginan penulis berbagi tips mengajar, terutama untuk konsep-konsep IPA yang terkadang membuat anak bosan apabila kosep tersebut diajarkan melalui metode ceramah.
Salah satu materi atau konsep IPA yang “rawan” untuk diajarkan dengan metode ceramah adalah konsep mengenai seleksi alam. Kebanyakan guru (termasuk penulis sendiri sebelum mencoba cara ini) sering terjebak mengajarkan konsep ini dengan mendongeng tentang pengertian seleksi alam yang ujung-ujungnya “menjudge” Charles Darwin dengan teori evolusinya. Hal yang lebih parah adalah kebanyakan guru hanya mengajarkan apa yang terkutip dalam buku. Misalnya tentang seleksi alam terhadap ngengat “Biston bestularia” yang ada di Inggis sejak terjadinya revolusi industri secara besar-besaran di eropa.
Dari semenjak penulis sekolah di SMA hingga sekarang menjadi guru, dalam buku-buku pelajaran umumnya kasus Biston bestularia-lah yang selalu menjadi contoh. Padalah contoh seleksi alam bisa saja disesuaikan dengan konsidi lingkungan yang umumnya ada di Indonesia. Misalnya tentang populasi belalang yang ada di persawahan.
Berikut ini langkah pembelajaran yang sederhana untuk mengajarkan konsep seleksi alam:
Cara Sederhana Mengajarkan Konsep Seleksi Alam
1.    Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Alasan pembelajaran secara berkelompok sudah penulis singgung pada tulisan-tulisan sebelumnya yaitu dapat melatih interaksi sosial diantara siswa disamping mengajarkan materi pelajarannya itu sendiri.
2.    Sebagai kegiatan awal guru bisa saja memotivasi dan menarik perhatian siswa dengan “mendongeng”. Tetapi carilah cerita yang menarik dan berimajinasi tinggi misalnya tentang dinosaurus. Biasanya siswa akan lebih tertarik dan memperhatikan guru.
3.    Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu “bermain” dengan kancing genetika. Adapun alat yang diperlukan adalah; a) kancing genetika warna : hitam, putih, kuning, hijau, merah masing-masing sebanyak 50 biji, b)Papan / meja berwarna putih, c)Stopwatch. Adapun langkah kerjanya adalah; a)letakkan  semua kancing genetika di atas meja secara menyebar dan acak dengan posisi telungkup, b)siapkan stopwatch, lalu ambil satu persatu kancing genetika dalam waktu 30 detik.
4.    Siswa menghitung jumlah kancing yang terambil untuk setiap warna. Umumnya warna yang mencolok akan mendapat jumlah tertinggi. Akumulasikan jumlah kancing yang terambil untuk setiap warna kancing. Dalam langkah ini sebaiknya guru menyiapkan tabel tabulasi data jumlah kancing yang terambil. Guru memandu siswa berdiskusi untuk membahas mengapa jumlah kancing yang terambil paling banyak adalah yang warnanya mencolok.
5.    Pada kegiatan akhir pandulah siswa untuk menghasilkan suatu kesimpulan bahwa seleksi alam benar-benar terjadi, dan bahwa di alam individu yang bisa menyesuaikan dengan lingkungannya akan “tersamarkan” oleh alam sehingga lebih relatif “aman” dari predator atau pemangsa. Guru dapat menegaskan konsep ini dengan memberi contoh nyata berupa gambar. Gambar yang diberikan bisa Biston Bestularia, Belalang, maupun gambar burung kutub, dimana hewan-hewan tersebut jumlahnya akan mengelami fluktuasi tergantung kondisi alam.



Demikian tips mengajar kali ini. Semoga bermanfaat!
Rabu, 13 Mei 2015
Inilah Website Penyedia Jurnal Gratis

Inilah Website Penyedia Jurnal Gratis

Di dalam dunia akademisi, setiap mahasiswa, dosen maupun praktisi akademis dituntut untuk bersinggungan dengan jurnal dan ebook. Permasalahan yang kadang dihadapi adalah sulitnya mendapatkan jurnal yang tidak berbayar, karena ketika pencarian junal melalui internet, kebanyakan harus membayar untuk download jurnal tersebut. Jurnal adalah terbitan berkala yang berbentuk pamphlet berseri berisi bahan-bahan ilmiah yang biasanya mengambil tema yang up to date (tema yang diminati) pada saat diterbitkan. Jurnal ilmiah biasanya berisikan hasil-hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan oleh akademisi dan disusun secara ringkas dan sistematis.

Sebagai salah satu syarat penulisan tugas akhir (skripsi, tesis, atau disertasi) biasanya kita dituntut untuk memiliki rujukan jurnal asing atau jurnal berstandar internasional yang disertakan di daftar pustaka. Bahkan beberapa universitas menyaratkan 5 % – 10 % daftar pustaka yang digunakan adalah literature asing, baik buku-buku asing yang berbahasa Inggris maupun berwujud artikel ilmiah dan penelitian yang sudah dikemas dalam bentuk jurnal asing.

Terdapat banyak website penyedia literature asing yang bisa di download dalam format pdf, xml atau doc. Namun demikian, tidak semua universitas mampu berlangganan karena kendala harga yang relatif tinggi. Beberapa website penyedia journal berbahasa asing yang full text adalah sebagai berikut:
ProQuest
image
Jurnal yang dapat diunduh mencakup bidang ilmu: Agama, Ilmu Sosial, Pertanian, –Sains, Seni. Bisa diakses melalui melalui URL: http://search.proquest.com/. Username dan password biasanya diberikan oleh pihak universitas melalui perpustakaan secara berkala setiap bulannya.
Google Scholar
image
Google Scholar atau Google Cendekia merupakan salah satu mesin pencari artikel jurnal dalam berbagai format seperti pdf, doc, xml, dll yang cukup powerfull. Anda bisa mencari berbagai macam artikel ilmiah full text yang bisa di download secara lengkap. Google Scholar dapat diakses melalui URL https://scholar.google.co.id/
Layanan e-Resources Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI)

Untuk memenuhi kebutuhan kita, PNRI melanggan berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal , ebook, dan karya-karya referensi online lainnya. Anda dapat mendaftar melalui URL http://keanggotaan.pnri.go.id/ dan mengakses layanan e-Resources PNRI melalui http://e-resources.pnri.go.id/index.php.
ResearchGate.Net

Anda juga dapat memperoleh berbagai jurnal di ResearchGate.Net. Untuk mendaftar menjadi anggota, anda harus menggunakan email resmi dari universitas. Anda dapat mengakses website ini melalui URL https://www.researchgate.net
Demikian beberapa website penyedia jurnal ilmiah gratis. Semoga bermnafaat !
Senin, 11 Mei 2015
PNS bakal Banjir Duit, Juni Nanti

PNS bakal Banjir Duit, Juni Nanti


Surat petunjuk Menteri Keuangan (PMK) memang belum keluar. Namun, para pegawai negeri sipil bakal banji duit pada Juni mendatang. Pasalnya, mereka akan menerima rapelan kenaikan gaji enam persen sejak Januari ditambah gaji ke-13.

"Rencananya Juni rapelan kenaikan gaji direalisasikan Juni seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Kabag Komunikasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Suwardi kepada media ini, Selasa (12/5).

Gaji ke-13 biasanya dibayarkan Juli. Namun, untuk tahun ini dimajukan Juni mengingat kebutuhan pembayaran sekolah. "Kemungkinan besar akhir Juli gaji ke-13 juga cair karena kan banyak yang butuh untuk bayar sekolah anak-anak," ucap Suwardi.
PNS banjir duit

Terkait kenaikan gaji PNS, Suwardi menyatakan, ada penurunan dibanding 2014. Tahun-tahun sebelumnya, PNS golongan satu sampai tiga menerima kenaikan gaji sebesar sepuluh persen. Sementara, golongan empat sebesar enam persen.

Namun, tahun ini seluruhnya merata enam persen. "Kenaikan tahun ini memang lebih kecil menjadi enam persen. Besarannya merata untuk semua golongan (I sampai IV)," tutur Suwardi.

Dia menambahkan, setiap tahunnya KemenPAN-RB selalu mengusulkan besaran kenaikan gaji PNS di kisaran 10-15 persen. Namun, realisasinya tergantung kemampuan anggaran negara.

Kendati kenaikan gaji menurun, PNS tetap mendapatkan peningkatan tunjangan kinerja sekitar 30 persen. Besaran ini disesuaikan dengan usulan masing-masing instansi dan capaian kinerjanya JPNN

                                      Klik gambar dibawah untuk browser paling kenceng
Wapres Setuju Pembangunan Asrama Pusat Pendidikan Guru

Wapres Setuju Pembangunan Asrama Pusat Pendidikan Guru

12 rektor dari Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) mengajukan rencana untuk membangun asrama untuk program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) disebut menyetujui wacana yang diajukan.

Bahkan, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Sunaryo Kartadinata mengungkapkan bahwa JK meminta agar asrama tersebut mampu menampung sampai 60.000 calon guru yang tengah menempuh program PPG.

Rektor Universitas Negeri Jakarta Djalil menyampaikan bahwa asrama merupakan instrumen yang penting dalam membentuk jiwa pendidik seorang guru. Belum tentu semua guru bisa menguasi ilmu sekaligus memiliki jiwa pendidik di dalam dirinya.

 
Semua bermula dari keinginan 12 Rektor LPTK yang menginginkan mutu guru yang dihasilkan baik. Sehingga, menyampaikan sejumlah usulan kepada Wapres dan salah satunya adalah membangun asrama bagi calon guru.

"Kami menyampaikan beberapa pemikiran ke pak Wapres, terutama menciptakan guru masa depan. Bagaimana menciptakan pendidikan yang lebih bermutu. Sebab, guru bermutu harus dihasilkan lembaga tinggi yang bermutu," ujar Sunaryo.

Menurutnya, mutu pendidikan adalah hal utama yang harus disiapkan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Untuk itu, diperlukan sistem yang baik dari mulai perekrutan mahasiswa calon guru sampai mencetak guru yang memiliki wawasan.

Atas dasar itulah, lanjut Sunaryo, kepada JK disampaikan perlunya infrastruktur yang memadai. Sehingga, muncul wacana membangun asrama untuk 56.000 sampai 60.000 calon guru yang menempuh program PPG. Mengingat, asrama yang ada saat ini kapasitasnya sangat sedikit.

Kemudian, wacana membangun laboratorium untuk riset, inovasi dan latihan calon guru, termasuk menggurukan dosen.

"Pak Wapres memberikan pemikiran tentang labschool. Sehingga sekolah di mana pun bisa jadi labschool," ungkap Sunaryo.

Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Djali menambahkan bahwa kebutuhan akan asrama ialah kebutuhan mendesak. Sebab, menurutnya menciptakan guru dengan jiwa pendidik yang profesional ialah penting.

"Untuk berjiwa pendidik profesional maka wahananya pembinaan dalam asrama. Yang penting adalah mentransfer nilai. Guru SD (Sekolah Dasar) itu urgen butuh asrama," ungkap Djali.

Selain itu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Rochmat Wahab menambahkan dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pendidik maka diperlukan revitalisasi LPTK.

Oleh karena itu, mulai tahun depan, akan dimulai penerapan tes khusus untuk calon mahasiswa kependidikan, yaitu tes keterampilan olahraga dan kesenian.

Butuh Anggaran Rp 2 Triliun


“Kami juga telah menghitung, karena kebutuhan yang ada, per tahun kebutuhan 50.000 hingga 60.000 guru baru, dan kami sudah simulasikan anggarannya, tidak lebih dari Rp 2 triliun per tahun. Jadi tidak besar untuk menyiapkan dana tersebut bagi guru. Pemerintah perlu perhatian khusus untuk menyiapkan guru dengan menyiapkan kebijakan-kebijakan seperti itu,” kata Rektor Universitas Pendidikan Indonesia Bandung Sunaryo Kartadinata, di Istana Wakil Presiden Jakarta, Kamis (7/5/2015) seusai bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, Direktur Pendidik Tenaga Kependidikan (PTK) Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristek-Dikti Supriadi Rustad sempat mengatakan bahwa tidak banyak LPTK yang membangun asrama.

Supriadi menjelaskan, sampai saat ini ada 421 LPTK. Tetapi, yang ditugaskan untuk membuka program PPG hanya ada 17 LPTK karena ternyata tidak banyak LPTK yang membuka asrama di kampusnya.

Rektor Universitas Negeri Jakarta Djalil menyampaikan bahwa asrama merupakan instrumen yang penting dalam membentuk jiwa pendidik seorang guru. Belum tentu semua guru bisa menguasi ilmu sekaligus memiliki jiwa pendidik di dalam dirinya.
"Untuk berjiwa pendidik, wahananya ialah pembinaan didalam asrama dengan 24 jam, bukan sekadar mentrasfer pengetahuan tapi dalam kehidupan asrama sebetulnya ialah transfer nilai," kata dia.
Ia mencontohkan akademi kepolisian yang dibentuk untuk menanamkan jiwa tribrata pada setiap calon polisi. Djalil juga menyampaikan bahwa Wapres menyambut baik usulan para rektor LTPK ini. Wapres, kata dia, menyampaikan bahwa pemerintah akan mulai memperhatian kebutuhan pembangunan asrama tersebut
Gagalnya Pendidikan Karakter

Gagalnya Pendidikan Karakter


Pendidikan karakter atau budi pekerti sebenarnya sudah tercakup dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Hanya saja, pelaksanaannya dinilai gagal mencapai amanat Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN).

Penyebab kegagalan ini antara lain, karena Kemdikbud tidak menempatkan pendidikan karakter sebagai materi yang serius. Sosialisasinya tidak memotivasi guru untuk sungguh sungguh mengelola meteri kelompok Pendidikan Agama dan Akhlak Mulia dan Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepribadian.

Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Daerah (PD) Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Jateng Dr Sudharto MA dalam sarasehan memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diselenggarakan IPPK Cabang Klaten, Sabtu (9/5).

pendidikan berkarakter dinilai gagal
pendidikan berkarakter

Dia mengatakan, kenyataannya bisa dilihat di lapangan bahwa guru lebih fokus melaksanakan tugas mengajar hanya pada mata pelajaran yang masuk materi ujian nasional (UN). "Sementara kelompok mata pelajaran Agama danAkhlak Mulia kalah dengan kelompok mapel UN,"ungkapnya.

Sarasehan yang berlangsung sehari di Gedung Ganeca Delanggu itu, selain dihadiri anggota IPPK se-Klaten juga Camat Delanggu Sri Wahyuni beserta pejabat di Kecamatan Delanggu.

Memprihatinkan

Ketua IPPK Klaten Djokosutrisno mengatakan, sarasehan memperingati Hardiknas merupakan salah satu kegiatan untuk mengenang jasa tokoh pendidikan nasional yang juga pendiri Taman Siswa Ki Hadjar Dewantoro. "Ajaran beliau sampai sekarang masih sangat relevan. Di samping itu, sarasehan juga untuk lebih meningkatkan hubungan kekeluargaan antara para pensiunan pendidikan," tuturnya.

Sudharto yang menyampaikan materi mengenai "Membangun Karakter Bangsa Melalui Pendidikan" itu mengatakan, pandidikan karakter sangat diperlukan anak didik, karena melihat situasi akhir-akhir ini, baik sosial maupun kultural bangsa yang sangat memprihatinkan.

Di antaranya bergesernya nilai-nilai kehidupan, nilai-nilai budaya bangsa semakin memudar, kemandirian bangsa melemah. Hal itu diperparah dengan kurikulum pendidikan yang tidak melaksanakan pendidikan karakter. "Satu hal yang lebih penting lagi adalah belum diamalkannya dengan baik nilai Pancasila oleh warga bangsa mulai pemimpin hingga rakyat kecil," tuturnya.

Karena itu, dia mengingatkan, keberhasilan pendidikan karakter tidak hanya tergantung pada peran guru, namun juga orang tua dan masyarakat. Yang perlu diperhatikan adalah bisa memberikan contoh yang baik. Dengan contoh atau teladan, anak didik akan meniru.
PLPG 2015 Sangat Krusial Buat Guru

PLPG 2015 Sangat Krusial Buat Guru


Tahun 2015 merupakan tahun terakhir pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG) bagi Guru Madrasah dan Guru PAI di Sekolah. Karena terakhir, para guru biasanya melakukan segala daya-upaya agar diikutsertakan pada PLPG tahun ini.

Demikian disampaikan Direktur Diktis, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA selaku Ketua Pokja Sertifikasi Guru Kemenag, saat membuka Kegiatan Penyusunan Soal Uji Kompetensi Awal (UKA) 2015 di Bogor, Kamis malam (7/5/2015). Untuk itu, Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) harus mencermati dengan sungguh-sungguh calon peserta PLPG 2015.

Pada kesempatan tersebut, Direktur juga menginstruksikan bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan Diktis hendaknya dalam rangka memperkuat 5 budaya kerja Kemenag. Mulai dari integritas, profesionalitas, inovasi, tanggung jawab hingga keteladanan.
Deskripsi Penelusuran Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) akan mencermati dengan sungguh-sungguh calon peserta PLPG 2015
PLPG Sergur 2015

Dalam penyusunan soal UKA misalnya, para penyusun dituntut memiliki integritas atau kejujuran agar soal tersebut tidak bocor. Dengan begitu, soal UKA makin berbobot. Apalagi ditambah dengan PLPG yang berkualitas pula, maka akan meluluskan Guru Madrasah dan Guru PAI yang berintegritas, berdaya saing dan berkualitas tinggi.

Selaras dengan 5 budaya kerja, Guru Besar UIN Jakarta ini menyebut bahwa sertifikasi guru bertujuan menghasilkan guru profesional, inovatif, dan bertanggung jawab. Guru profesional berarti guru yang kompeten dalam melaksanakan tugasnya dan menguasai materi secara luas dan mendalam. Sedangkan guru inovatif adalah guru yang tidak jumud/statis.

Sementara itu, guru bertanggung jawab bukan sekedar mampu memenuhi tanggung jawab administratif sebagai guru. Misalnya, mengajar 24 jam seminggu, membuat RPP dengan benar, dan sebagainya. Lebih dari itu, guru harus memiliki tanggung jawab secara substantif. Dengan memiliki integritas, profesional, inovatif dan bertanggung jawab, seorang guru telah memiliki keteladanan, baik di sekolah maupun di masyarakat, jelas Direktur.

Terkait penyusunan soal UKA 2015, menurut ketua panitia, Abdullah Hanif, soal UKA disusun oleh para ahli yang diutus oleh 24 LPTK penyelenggara sertifikasi guru tahun 2015. Yaitu: 21 PTKIN dan 3 LPTK untuk Pendidikan Agama Kristen, PA Hindu dan PA Budha. Adapun soal yang disusun berjumlah 12 mata pelajaran, meliputi: Al-Qur’an-Hadis, Akidah-Akhlak, Fikih, SKI, Bahasa Arab, PAI pada Sekolah, PGMI, PGRA/PGTK, PA Kristen, PA Katolik, PA Hindu, dan PA Budha, papar Hanif, yang juga Kasubag TU Diktis.
Madrasah dianaktirikan?

Madrasah dianaktirikan?

Dunia pendidikan madrasah tidak tepat dikatakan menjadi anak tiri pemerintah karena telah berkontribusi besar bagi pemerintahan. “Sebenarnya istilah madrasah dianaktirikan ini tidak tepat. Saya rasa, tidak ada istilahnya dianaktirikan. Sekarang, seluruh pendidikan baik madrasah dan yang lainnya sudah sama persis. Dari sisi kelembagaan, sama. Dari segi hak-hak para guru juga sudah dipenuhi,” terang Direktur Pendidikan Madrasah Kementerian Agama RI Nur Kholis Setiawan, akhir pekan lalu.

Meski ia menyatakan, porsi anggaran bagi madrasah-madrasah swasta masih dirasa sangat kurang. Tapi bukan berarti mereka dianaktirikan dan tidak diperhatikan."Yang terpenting, kita terus memperjuangkan dengan argumentasi-argumentasi yang konkret dan data yang valid. Sehingga madrasah yang ada bisa semakin baik," jelasnya. Porsi anggaran untuk pendidikan madrasah, diakuinya, belum seperti yang diharapkan. Lantaran terkait dengan prosentase lembaga pendidikan di lebih dominan dimiliki masyarakat, bukan milik pemerintah.

“Tentu disitu ada aturan main tentang keuangan negara. Ketika memberikan bantuan kepada madrasah yang jumlahnya 91 persen adalah swasta,” tegasnya

Ia menjelaskan bahwa madrasah swasta dikelola dengan model swadaya atau pola-pola charity. Biasanya, dananya memang bersifat gotong royong. Terlebih lagi, kata Nur Kholism madrasah negeri yang ada sekarang hanya 8,9 persen. Sementara 91 persen lebih bersifat dikelola swasta.

“Kita harus proporsional melihatnya. Kalau kita melihat madrasah swasta ini kita lihat dulu berada di mana. Kalau madrasah yang berada di perkotaan tentu sudah bisa mapan dan mengembangkan dirinya. Tetapi bagaimana dengan madrasah swasta yang ada di daerah pinggiran, perbatasan, transmigran, atau pedalaman?” jelasnya.
Maka, ia tetap berharap agar anggaran pendidikan untuk madrasah swasta ini bisa meningkat setiap tahunnya. Sehingga madrasah-madrasah swasta yang ada di daerah bisa tumbuh dan berkembang menjadi madrasah yang ideal dan tak kalah dengan yang ada di perkotaan. republika.com
Jumat, 08 Mei 2015
Menggunakan Tanda “$” pada Excel

Menggunakan Tanda “$” pada Excel

Ketika kita bekerja dengan Microsoft Excel, sering kita temui adanya tanda “$” atau absolute reference. Bisa jadi kita yang belum mengetahui akan bertanya-tanya, apa makna simbol ini dan bagaimana penggunaannya. Tutorial kali ini akan dibahas mengenai penggunaan tanda “$” atau absolute reference pada Excel.

Tanda “$” digunakan ketika kita membuat sebuah formula atau rumus di mana formula tersebut mengacu kepada sell atau range tertentu. Penambahan tanda “$” dimaksudkan agar sell atau range acuan tersebut bernilai absolut, artinya ketika formula tersebut dicopy ke sell lain maka sell atau range acuan tersebut tidak bergeser. Untuk memahami penggunaan tanda “$” dalam Excel maka kita coba penggunaannya untuk menentukan rangking siswa.

Buatlah tabel no, nama, dan jumlah nilai siswa sebagai berikut beserta kolom rangking :

image

Cara untuk menentukan rangking siswa dengan Excel adalah dengan formula =RANK(number;ref;order). Number menunjukkan sell jumlah nilai siswa yang kita cari peringkatnya, sedangkan ref menunjukkan reference atau range yang menjadi acuan. Sehingga untuk range kita gunakan range C3:C10 dalam contoh ini. Agar range ini bersifat absolut maka range pada formula kita blok lalu tekan F4 pada keyboard untuk menghasilkan absolute reference ($). Terakhir tambahkan nilai 0 pada order. Tekan enter kemudian copy rumus sampai sell terakhir di kolom rangking. Maka kita peroleh hasil sebagai berikut :

image

Kita perhatikan bahwa sampai dengan sell terakhir range C3:C10 bersifat absolute sebagai pembanding dalam menentukan rangking siswa. Dengan cara ini maka kita bisa memahami  penggunaan tanda “$” atau absolute reference pada Excel.

Demikian tutorial mengenai penggunaan tanda “$” atau absolute reference pada Excel. Semoga bermanfaat !

Rabu, 06 Mei 2015
Cara Mengajarkan Sistem Indera dengan Model Kooperatif Tipe Jigsaw

Cara Mengajarkan Sistem Indera dengan Model Kooperatif Tipe Jigsaw

Salah satu model pembelajaran yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar adalah model pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Materi yang bersifat deskriptif dan deklaratif memang sangat cocok diajarkan dengan menggunakan model kooperatif. Lain halnya dengan materi yang bersifat prosedural yang lebih cocok diajarkan dengan model pembelajaran langsung (direct instruction).
Banyak tipe dalam pembelajaran koooperatif, salah satunya yaitu tipe “jig saw” atau kelompok ahli. Inti dari kegiatan pembelajarn kooperatif tipe “jig saw” adalah menjadikan siswa paham secara mendalam terhadap suatu konsep lalu siswa dilatih untuk membagi pemahamannya tersebut kepada orang lain.
Pada prinsipnya semua pengetahuan yang bersifat deskriptif dan deklaratif dapat diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran ini. Namun setiap materi pelajaran terutama dalam mata pelajaran IPA memiliki karakteristik tersendiri sehingga terkadang hanya materi tertentu saja yang hasilnya efektif jika menggunakan model ini. Berdasarkan pengalaman mengajar penulis, diantara materi IPA SMP yang paling efektif hasilnya jika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe “jig saw” adalah materi tentang alat indera pada manusia
Jika materi alat indera diajarkan hanya dengan pembelajaran langsung dengan metode ceramah, maka siswa akan lebih cenderung bosan. Selain itu butuh waktu yang banyak untuk mengajarkan kelima organ indera mulai dari mata, hidung, telinga, lidah, dan kulit. Namun dengan menggunakan model ini untuk mengajarkan sistem alat indera pada manusia hanya membutuhkan waktu satu kali pertemuan saja.
Berikut ini langkah-langkahnya:
1.    Sebagai kegiatan awal, apersepsi dan motivasi bisa dilakukan guru dengan memberikan gambaran betapa pentingnya organ indera, dan betapa dihargainya kinerja seseorang ketika seseorang itu sudah menjadi “ahli”. Misalnya dokter spesialis akan lebih dihargai dibandingkan dengan dokter umum. Jangan lupa untuk menyampaikan bahwa kegiatan yang akan dilakukan adalah belajar menjadi “ahli”.
2.    Bagilah siswa menjadi beberapa kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Misalnya jika jumlah siswa dalam satu kelas ada 30 orang maka akan terbentuk  6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang. Kelompok ini dinamakan kelompok asal. Kita bisa memberi nama kelompok 1, 2, 3 dan seterusnya. Setelah itu bagilah tugas kepada siswa dalam setiap kelompok untuk mempelajari organ yang berbeda, yaitu: mata, hidung, telinga, lidah dan kulit.
3.    Setelah setiap siswa mendapat tugas untuk mempelajari salah satu organ indera, intruksikan siswa untuk bergabung dengan temannya yang memiliki tugas yang sama. Dengan demikian akan ada lima kelompok yaitu kelompok mata, telinga, hidung, lidah dan kulit. Kelompok ini dinamakan kelompok ahli. Dalam kelompok ahli siswa berdiskusi dan saling membantu untuk memahami konsep organ indera yang sama. Dalam mempelajari organ indera tertentu, setiap kelompok ahli dapat dibekali dengan carta, torso/model, buku maupun artikel yang terkait dengan organ indera yang dibahas
4.    Setelah setiap siswa dalam kelompok ahli faham akan konsep yang dipelajari, instruksikan siswa untuk kembali pada kelompok asal. Dalam kelompok asal, secara bergantian siswa berbagi pemahaman konsep yang telah diperolehnya dari kelompok ahli. Pada tahap ini diharapkan pengetahuan siswa akan bertambah dimana awalnya siswa hanya paham satu organ indrera, kini menjadi paham kelima organ indera.
5.    Pada kegiatan penutup tunjuklah siswa secara sampling satu orang per kelompok untuk mempresentasikan dengan singkat materi tentang system indera manusia, lalu guru memberi konfirmasi.
Demikian contoh langkah pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe jigsaw. Langkah pembelajaran ini dapat diadopsi dan adaptasi pada materi lain dan mata pelajaran lainnya. Semoga bermanfaat!.

Penulis:
Rini Budiarti
Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah

Kemendikbud Ajak Penerima KIP Segera Daftar Ke Sekolah


Jakarta, Kemendikbud --- Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan kartu identitas untuk mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). KIP diberikan kepada peserta didik atau anak-anak yang berusia 6 s.d. 21 tahun dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menghimbau penerima KIP segera mendaftarkan diri ke sekolah masing-masing.
Hal tersebut perlu dilakukan agar penerima tersebut dapat terdata sebagai calon penerima manfaat PIP. “Saya sampaikan kepada orang tua, begitu nanti mendapatkan KIP segera berikan kartu itu kepada anak-anak agar daftar ke sekolah. Kalau anaknya tidak sekolah (putus sekolah atau tidak sekolah karena bekerja, red), segera daftarkan ke sekolah,” demikian disampaikan Thamrin Kasman, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar, di ruang kerjanya, Rabu (18/03/2015)
Thamrin berharap, kepala sekolah dapat bekerja maksimal dalam pendataan anak-anak peserta KIP, dan kemudian menyampaikan data tersebut kepada dinas pendidikan setempat. Kepala sekolah, kata Thamrin, harus mendata anak-anak peserta KIP, dan disusun rapi, kemudian dikirimkan ke dinas pendidikan di daerah masing-masing. “Selanjutnya, dinas pendidikan menyampaikannya ke direktorat. Nah direktorat akan membikin SK nya,” katanya.
Mengingatkan kembali mengenai KIP. Tertulis dalam laman TNP2K, disebutkan bahwa KIP menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA. Lebih dari itu, secara bertahap cakupan peserta akan diperluas menjangkau masyarakat kurang mampu  yang mencapai 24 juta anak usia sekolah.
Termasuk didalamnya anak usia sekolah penyandang masalah kesejahteraan sosial dan anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu yang selama ini tidak dijamin. Selain itu, KIP juga  mencakup anak usia sekolah yang tidak berada di sekolah seperti anak jalanan, pekerja anak,  di panti asuhan, dan difabel. KIP berlaku juga di pesantren, pusat kegiatan belajar masyarakat dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Melalui KIP diharapkan dapat mendorong keikutsertaan anak usia sekolah yang belum terdaftar di satuan pendidikan untuk kembali bersekolah, dan menjamin keberlanjutan bantuan antar jenjang pendidikan sampai tingkat SMA/SMK/MA.

Unduh Juknis Program Indonesia Pintar Tahun 2015



Dinas Pendidikan Kota Bogor

Dinas Pendidikan Kota Bogor menindaklanjuti surat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor: 313/C2/TU/2015 tanggal 8 April 2015 perihal: Program Indonesia Pintar Sekolah Dasar.


Berdasarkan hal tersebut di atas, seluruh Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bogor diharapkan segera mengentri (update) data siswa yang memiliki KPS/SKKS/KIP ke dalam aplikasi Dapodikdas. 

Sekolah juga mengusulkan siswa miskin atau rentan miskin yang tidak memiliki KPS/SKKS/KIP sebagai calon penerima BSM/PIP tahun 2015. Mekanisme pengusulan melalui aplikasi Verifikasi Indonesia Pintar (VIP) yang tersedia di halaman http://pip.kemdikbud.go.id



PAUD akan menjadi syarat masuk SD

PAUD akan menjadi syarat masuk SD

Pendidikan anak usia dini (PAUD) bisa menjadi investasi murah bagi masyarakat. PAUD wajib diberikan untuk anak-anak usia dini sebelum masuk ke tingkat sekolah dasar (SD).

"Pendidikan  itu harus merakyat dan berkualitas dan itu bisa didapatkan lewat PAUD. Tetapi, PAUD harus memiliki standar yang tinggi supaya bisa memberikan pendidikan dasar pada anak sebelum masuk ke tingkat SD," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal, dan Informal (Sesditjen PAUDNI) Kemendikbud, Ella Yulaelawati, pada pelatihan keterampilan di bidang pariwisata dan kemaritiman di Kepulauan Seribu, Sabtu (2/5/2015).


Ella mengatakan, ke depannya, PAUD akan diwajibkan kepada setiap anak sebagai salah satu syarat pendidikan sebelum masuk SD, minimal satu tahun. Tujuannya untuk memperkenalkan tata cara belajar kepada anak agar bisa memahami dengan mudah saat masuk ke tingkat SD.

"Banyak hal yang bisa dilakukan dalam memberi pembelajaran kepada anak. Belajar membaca sebagai pengetahuan dasar untuk anak, namun jangan terlalu terus-menerus membaca. Semua harus disesuaikan dengan kondisi anak supaya tidak mudah bosan," kata Ella.

Dia menambahkan, saat ini PAUD menjadi prioritas dalam memberikan penanaman pendidikan karakter pada anak. Hal ini menjadi tujuan Kemendikbud dalam Gerakan PAUD Berkualitas. Saat ini total ada sekitar 73.000 PAUD di seluruh wilayah Indonesia dan akan mendapatkan pengembangan dalam meningkatkan kualitas.
Selasa, 05 Mei 2015
Menghitung  Determinan Matriks dengan Excel

Menghitung Determinan Matriks dengan Excel

Di dalam matematika, kita mengenal suatu teori mengenai matriks. Matriks adalah susunan bilangan yang dituliskan dalam baris dan kolom. Di dalam teori matriks, kita juga mengenal adanya determinan matriks, yaitu hasil kali setiap elemen matriks. Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menghitung determinan matriks dengan Excel.

Sebagai contoh pertama, kita akan menghitung determinan matriks A yang berordo 2x2 sebagai berikut :

image

Determinan matriks A diperoleh dengan formula ‘=MDETERM(array)” di mana array merupakan range matrik tersebut. Dari formula tersebit diperoleh nilai determinan matriks A sebesar 20. Nilai ini secara teoritis diperoleh dari :

Det [A] = 8.4 –4.3 = 32 – 12 = 20

Sebagai contoh kedua, kita hitung determinan matriks B yang berordo 3x3 berikut :

image

Dari fromulat tersebut diperoleh nilai determinan sebesar 0. Hal ini sesuai secara teori, dengan menggunakan metode Sarrus :

image

Demikian tutorial mengenai cara menghitung determinan matriks dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Sabtu, 02 Mei 2015
Verifikasi dan Validasi Proses Pembelajaran

Verifikasi dan Validasi Proses Pembelajaran


PENGANTAR


Situs ini menyajikan sistem verifikasi validasi data proses pembelajaran pada tingkat entitas satuan pendidikan (meliputi peserta didik. pendidik dan sarana-prasarana) yang mengacu pada SPM (Standard Pelayanan Minimal) dan SNP (Standard Nasional Pendidikan).
Proses verifikasi dan validasi data dilakukan dengan formula/parameter yang berbasis pada indikator pendidikan yang tertuang dalam SPM dan SNP. Pada tahap awal jumlah formula/parameter masih sangat tebatas, dan akan terus dikembangkan. Sistem ini menghasilkan catatan-catatan kesesuaian dan konsistensi terhadap proses belajar mengajar setiap satuan pendidikan dengan standard yang telah ditentukan. Implikasi dari hasil sistem ini adalah sebagai bahan masukan pada penentu kebijakan tentang kondisi proses belajar mengajar pada setiap entitas satuan pendidikan, yang selanjutnya dapat di susun intervensi kebijakan yang tepat.

TUJUAN


Sistem 'Verifikasi dan Validasi Data Proses Pembelajaran' bertujuan untuk melakukan verifikasi kesesuaian data proses pembelajaran setiap satuan pendidikan menurut kabupaten-kota menurut standard (SNP dan SPM) yang sudah ditentukan.
Output dari aplikasi ini akan menghasilkan informasi tentang potret proses pembelajaran di setiap Kabupaten-kota, yang selanjutnya menjadi bahan Pengelola Pendidikan di kabupaten/kota , Provinsi dan Pusat untuk menentukan arah kebijakan pembinaan Satuan Pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan yang merata dan tepat sasaran.

ULASAN


Proses pembelajaran melibatkan proses mengajar dan belajar di mana pendidik, peserta didik, substandi pendidikan, sarana dan prasarana terorganisir secara sistematis untuk mencapai target yang telah ditentukan. Input, proses dan output pembelajaran menjadi penting untuk mengukur keberhasilan pendidikan yang tergambarkan dalam data proses pembelajaran.
Data proses pembelajaran merupakan kompilasi dari data peserta didik, satuan pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan yang merupakan salah satu bagian dari data pokok pendidikan.
Proses verifikasi-validasi data proses pembelajaran berada pada tingkat entitas satuan pendidikan, sebagai bentuk monitoring dan evalusi pelaksanaan proses belajar mengajar yang mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Data tersebut selanjutnya diolah menjadi informasi yang diperlukan pimpinan dan pemangku kepentingan (stakeholder) pendidikan dalam menyusun strategi-strategi pengelolaan dan pembinaan Satuan pendidikan, Pendidik-Tenaga Kependidikan dan Peserta Didik.

Konfigurasi Sistem



PENGERTIAN


PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

  1. Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan urusan wajib daerah yang berhak diperoleh setiap warga negara secara minimal, terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Penerapan SPM dimaksudkan untuk menjamin akses dan mutu bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan dasar dari pemerintah kabupaten/kota sesuai dengan ukuran-ukuran yang ditetapkan oleh Pemerintah.
  3. Pendidikan Formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
  4. Pendidikan Nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
  5. Kompetensi adalah seperangkat sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki, dihayati, dan dikuasai oleh Peserta Didik setelah mempelajari suatu muatan pembelajaran, menamatkan suatu program, atau menyelesaikan satuan pendidikan tertentu.
  6. Standar Kompetensi Lulusan adalah kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  7. Standar Isi adalah kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat Kompetensi untuk mencapai Kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
  8. Standar Proses adalah kriteria mengenai pelaksanaan pembelajaran pada satu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan.
  9. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan adalah kriteria mengenai pendidikan prajabatan dan kelayakan maupun mental, serta pendidikan dalam jabatan.
  10. Standar Sarana dan Prasarana adalah kriteria mengenai ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi serta sumber belajar lain, yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
  11. Standar Pengelolaan adalah kriteria mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, atau nasional agar tercapai efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
  12. Standar Pembiayaan adalah kriteria mengenai komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku selama satu tahun.
  13. Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar Peserta Didik.
  14. Kompetensi Inti adalah tingkat kemampuan untuk mencapai Standar Kompetensi Lulusan yang harus dimiliki seorang Peserta Didik pada setiap tingkat kelas atau program.
  15. Kompetensi Dasar adalah kemampuan untuk mencapai Kompetensi Inti yang harus diperoleh Peserta Didik melalui pembelajaran.
  16. Biaya operasi satuan pendidikan adalah bagian dari dana pendidikan yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi satuan pendidikan agar dapat berlangsungnya kegiatan pendidikan yangsesuai Standar Nasional Pendidikan secara teratur dan berkelanjutan.
  17. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
  18. Kerangka Dasar Kurikulum adalah tatanan konseptual Kurikulum yang dikembangkan berdasarkan Standar Nasional Pendidikan.
  19. Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu mata pelajaran atau tema tertentu yang mencakup Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar.
  20. Pembelajaran adalah proses interaksi antarPeserta Didik, antara Peserta Didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.
  21. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah Kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan.
  22. Peserta Didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses Pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.
  23. Buku Panduan Guru adalah pedoman yang memuat strategi Pembelajaran, metode Pembelajaran, teknik Pembelajaran, dan penilaian untuk setiap mata pelajaran dan/atau tema Pembelajaran
  24. Buku Teks Pelajaran adalah sumber Pembelajaran utama untuk mencapai Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti.
  25. Penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar Peserta Didik.
  26. Evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian, penjaminan, dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur, jenjang, dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggung jawaban penyelenggaraan pendidikan.
  27. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Peserta Didik secara berkelanjutan dalam proses Pembelajaran, untuk memantau kemajuan dan perbaikan hasil belajar Peserta Didik.
  28. Ujian adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian Kompetensi Peserta Didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari suatu satuan pendidikan.
  29. Akreditasi adalah kegiatan penilaian kelayakan program dan/atau satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
  30. Badan Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut BSNP adalah badan mandiri dan independen yang bertugas mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi Standar Nasional Pendidikan.
  31. Kementerian adalah kementerian yang bertanggung jawab di bidang pendidikan dan kebudayaan.
  32. Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan yang selanjutnya disebut LPMP adalah unit pelaksana teknis Kementerian yang berkedudukan di provinsi dan bertugas untuk membantu Pemerintah Daerah dalam bentuk supervisi, bimbingan, arahan, saran, dan bantuan teknis kepada satuan pendidikan dasar dan menengah serta Pendidikan Nonformal, dalam berbagai upaya penjaminan mutu satuan pendidikan untuk mencapai Standar Nasional Pendidikan.
  33. Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah yang selanjutnya disebut BAN-S/M adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah jalur formal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  34. Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal yang selanjutnya disebut BAN-PNF adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan jalur Pendidikan Nonformal dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  35. Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang selanjutnya disebut BAN-PT adalah badan evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.
  36. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pendidikan.



PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN

  1. Standar penilaian pendidikan adalah standar nasional pendidikan yang berkaitan dengan mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar pesertadidik.
  2. Penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan danpengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik.
  3. Ulangan adalah proses yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran, untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan keberhasilan belajarpeserta didik.
  4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  5. Ulangan tengah semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah melaksanakan 8-9 minggu kegiatan pembelajaran. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan seluruh KD pada periode tersebut.
  6. Ulangan akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
  7. Ulangan kenaikan kelas adalah kegiatan yang dilakukan oleh pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket. Cakupan ulangan meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada semester tersebut.
  8. Ujian sekolah/madrasah adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukanoleh satuan pendidikan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari satuan pendidikan. Mata pelajaran yang diujikan adalah mata pelajaran kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi yang tidak diujikan dalam ujian nasional dan aspek kognitif dan/atau psikomotorik kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah/Madrasah.
  9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan danteknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan.
  10. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM pada akhir jenjang satuan pendidikan untuk kelompok mata pelajaran selain ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan nilai batas ambang kompetensi.





Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved