Breaking News
Loading...

Recent Post

Selasa, 31 Maret 2015
Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran yang Efektif ?

Bagaimana Pelaksanaan Pembelajaran yang Efektif ?

image

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan setelah tahap perencanaan pembelajaran. Tahap perencanaan yang dimaksud adalah penyususnan RPP serta penyiapan alat/media pembelajaran yang dbutuhkan. Tahap pelaksanaan pembelajaran meliputi:

a. Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru:

  1. mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
  2. mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan dikembangkan;
  3. menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari;
  4. menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan; dan
  5. menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

b. Kegiatan Inti

Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi, yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Kegiatan inti menggunakan pendekatan saintifik yang disesuaikan dengan karakteristik mata pelajaran dan peserta didik. Guru memfasilitasi peserta didik untuk melakukan proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Dalam setiap kegiatan guru harus memperhatikan perkembangan sikap peserta didik pada kompetensi dasar dari KI-1 dan KI-2 antara lain mensyukuri karunia Tuhan, jujur, teliti, kerja sama, toleransi, disiplin, taat aturan, menghargai pendapat orang lain yang tercantum dalam silabus dan RPP.

c. Kegiatan Penutup

Kegiatan penutup terdiri atas:

  1. Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu: (a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran; (b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan; dan (c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan
  2. Kegiatan guru yaitu: (a) melakukan penilaian; (b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
7 Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP)

7 Sasaran Penerima Program Indonesia Pintar (PIP)


Ada tujuh sasaran penerima Program Indonesia Pintar (PIP) yang harus menjadi perhatian stakeholder pendidikan. Demikian salah satu butir paparan Hamid Muhammad, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar, saat menjadi pembicara bersama Direktur Jenderal Pendidikan Menengah pada Komisi 2 Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) Tahun 2015.

Ketujuh sasaran itu adalah: Pertama penerima PIP adalah penerima Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun 2014 yang keluarganya pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS). Kedua, siswa atau anak dari keluarga pemegang KPS atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum menerima BSM pada tahun 2014.
Program Indonesia Pintar

“Kami sudah mendata, di Didkas itu ada sekitar dua juta tambahan. Jadi sebenarnya, orangtua siswa ini pemegang KPS, tapi karena tidak dilaporkan melalui Dapodik atau sekolah, akhirnya data dua juta anak ini lewat. Nah ini baru teridentifikasi setelah melaporkan melalui Dapodik. Di SMA dan SMK juga sama, persoalannya seperti itu,” ujar Hamid kepada para kepala dinas pendidikan di Gedung Merah Putih, Pusbangtendik, Kemendikbud, Depok, Jawa Barat, Senin kemarin, 30 Maret 2015.

Ketiga, adalah siswa atau anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH) non KPS. Keempat, adalah siswa atau anak yang berstatus yatim piatu atau yatim atau piatu dari panti sosial atau panti asuhan. Kelima, siswa atau anak yang terkena dampak bencana alam. Keenam, anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah (drop-out) yang diharapkan kembali bersekolah. Ketujuh, siswa atau anak dari keluarga miskin atau rentan miskin yang terancam putus sekolah atau siswa/anak dengan pertimbangan khusus lainnya seperti: a) kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga terpidana, berada di lapas, memiliki lebih dari 3 seatap; dan b) dari SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang pertanian (bidang agrobisnis, agroteknologi) perikanan, peternakan, kehutanan dan pelayaran/kemaritiman.

“Nah untuk anak-anak usia 6-21 tahun yang tidak bersekolah karena drop out, mereka ini dapat memperoleh manfaat PIP manakala mereka kembali ke sekolah. Jadi tidak serta merta pemegang KIP itu kita berikan, itu ada syaratnya yaitu bila mereka kembali ke sekolah, atau masuk ke program paket kesetaraan atau lembaga kursus,” kata Hamid.

Hamid menambahkan, manakala sasaran pertama hingga keenam itu tidak ada masalah, maka pada sasaran ketujuh, sekolah dapat mengusulkan anak-anak yang dianggap tidak mampu. “Ini juga akan kita pertimbangkan.”

Pada kesempatan itu, Hamid juga menegaskan bahwa penyaluran PIP pada tahap pertama masih menggunakan istilah BSM. “Karena yang akan disalurkan itu memang APBN tahun 2015 yang ditetapkan pada tahun 2014. Saat ini kita sedang memproses APBN-P 2015 yang namanya nanti resmi menjadi PIP.”

dikdas.kemdikbud.go.id
Tips agar Semua Siswa Aktif Berdiskusi

Tips agar Semua Siswa Aktif Berdiskusi

Metode pembelajaran diskusi seringkali dipilih oleh guru terutama untuk materi yang terkait dengan kasus yang sedang hangat di bicarakan atau isu yang menimbulkan pro kontra. Misalnya pada pelajaran IPA, bahasan mengenai kelainan dan penyakit pada berbagai system tubuh akan sangat menarik jika dilakukan dengan metode diskusi. Contoh materi lainnya yang cocok menggunakan metode diskusi adalah materi yang terkait dengan kerusakan alam.
Metode diskusi disamping dapat mempermudah guru dalam menyampaikan materi pelajaran, juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan ide, belajar berkomunikasi, melatih percaya diri serta menghargai dan menerima pendapat orang lain. Namun tak jarang diskusi tidak berjalan optimal ketika tidak semua siswa aktif dalam diskusi. Yang biasanya terjadi adalah siswa yang PD semakin PD dan yang pendiam hanya pasrah saja dan menjadi pendengar yang baik, atau bahkan ada siswa yang sibuk dan asik ngobrol sendiri.
Berikut ini cara untuk mensiasatinya, berdasarkan pengalaman yang saya lakukan:
1.      Siapkan gambar yang menarik terkait tema yang akan dibahas. Misalnya kalau temanya kelainan dan penyakit maka pilihlah gambar organ tubuh yang rusak. Kalau temanya tentang lingkungan pilihlah gambar bencana alam, pencemaran, pembantaian binatang yang dilindungi dll. Gambar sebaiknya disiapkan oleh guru. Banyaknya gambar yang disiapkan disesuaikan dengan banyaknya jumlah kelompok yang ada di kelas. Jika jumlah siswa di kelas ada 30 orang maka bisa dibagi menjadi  6 kelompok yang masing-masing beranggotakan 5 orang.
2.      Siapkan kertas buram berukuran besar, gunting, kertas warna warni, spidol warna, lem, dan gunting. Alat dan bahan tersebut bisa disediakan oleh guru, atau oleh siswa dengan memberi informasi pada pertemuan sebelumnya.
3.      Pada kegiatan awal pembelajaran, guru memperlihatkan gambar untuk menarik perhatian siswa dan memotivasi siswa. Lalu guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan yaitu bahwa setiap anggota kelompok harus memberi komentar pada gambar yang nantinya akan ditempel di tengah-tengah kertas buram. Komentar dapat ditulis di kertas warna warni untuk kemudian ditempel, atau langsung pada kertas buram.  Disini guru harus memberi instruksi dan aturan yang jelas termasuk kategori penilaiannya. misalnya: setiap orang wajib menulis komentar, penilaian dilihat dari segi keaktifan dan variasi komentar dan tulisan. Harus ada penekanan disini bahwa keindahan tulisan tidak menjadi kriteria utama dalam penilaian. Ini untuk menghindari siswa yang jelek tulisannya menjadi minder dan tidak mau mengemukakan pendapatnya. Kemudian harus ditekankan bahwa komentar itu tidak ada benar dan salah, karena yang salah adalah yang tidak berkomentar.
4.      Pada kegiatan inti siswa mulai menuangkan idenya pada kertas. Biasanya siswa bersemangat untuk menuangkan idenya. Pada kegiatan ini macam-macam tipe kecerdasan anak bisa terlihat. Anak yang memiliki kecerdasan interpersonal akan giat membantu temannya, yang memiliki kecerdasan visual dan auditori akan sibuk menuangkan ide begitu langkah kerja selesai dijelaskan oleh guru. Dan anak yang cerdas kinestetiknya akan bergerak dan semangat sekali menyiapkan pernak-pernik peralatan seperti gunting, lem, kertas, bahkan biasanya sibuk meminjam dari kelompok lain. Disini proses diskusi dan kerjasama pasti akan terjadi. Ide-ide yang tidak terduga biasanya akan kita lihat dari hasil karya siswa. Terkadang kita tidak menyangka sebelumnya. Ada yang mengomentari dari segi pengetahuan ilmiah, dari segi social, ekonomi bahkan politik. Tak jarang ada komentar kritik pedas terhadap pemerintah.

5.      Pada kegiatan akhir setiap kelompok memperesentasikan dengan singkat tentang karyanya. Produk ini bisa dipajang di kelas, dan anak akan bangga ketika karyanya dipajang. 

Berikut contoh  foto produk siswa. Walau terkesan dadakan, tapi idenya yang tertuang di dalamnya cukup bagus.
Gambar di atas ini berbeda dengan majalah dinding. Majalah dinding biayanya mahal, proses membuatnya lama, dan biasanya  tidak semua siswa terlibat dalam pembuatannya. Majalah dinding mementingkan unsur keindahan. Gambar di atas lebih menilai ide dan komentar dari siswa.

Penulis : Rini Budiarti
Senin, 30 Maret 2015
Fungsi Statistik dalam Excel

Fungsi Statistik dalam Excel

image

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai fungsi atau rumus dalam pengolahan data dengan Microsoft Excel. Program keluaran Microsoft ini kini mampu menyajikan berbagai fungsi atau rumus dalam pengolahan data. Berbagai fungsi atau rumus yang dirilis dalam website Microsoft antara lain:

 

Fungsi AVEDEV

Mengembalikan nilai rata-rata simpangan absolut atas poin data dari nilai rata-ratanya

Fungsi AVERAGE

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya

Fungsi AVERAGEA

Mengembalikan nilai rata-rata dari argumennya, termasuk angka, teks dan nilai logika

Fungsi AVERAGEIF

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi AVERAGEIFS

Mengembalikan nilai rata-rata (nilai rata-rata aritmatika) dari semua sel yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi BETA.DIST

Mengembalikan fungsi distribusi kumulatif beta

Fungsi BETA.INV

Mengembalikan nilai inversi dari fungsi distribusi kumulatif untuk distribusi beta yang ditentukan

Fungsi BINOM.DIST

Mengembalikan probabilitas distribusi binomial individual

Fungsi BINOM.DIST.RANGE

Mengembalikan probabilitas hasil percobaan menggunakan distribusi binomial

Fungsi BINOM.INV

Mengembalikan nilai terkecil di mana distribusi binomial kumulatifnya lebih kecil atau sama dengan nilai kriteria

Fungsi CHISQ.DIST

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.DIST.RT

Mengembalikan probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.INV

Mengembalikan fungsi kepadatan probabilitas beta kumulatif

Fungsi CHISQ.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi probabilitas satu-ujung distribusi khi-kuadrat

Fungsi CHISQ.TEST

Mengembalikan nilai uji untuk independensi

Fungsi CONFIDENCE.NORM

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk rata-rata populasi

Fungsi CONFIDENCE.T

Mengembalikan nilai interval kepercayaan untuk nilai rata-rata populasi, menggunakan distribusi t Student

Fungsi CORREL

Mengembalikan koefisien korelasi di antara dua rangkaian data

Fungsi COUNT

Menghitung jumlah angka dalam daftar argumen

Fungsi COUNTA

Menghitung jumlah nilai dalam daftar argumen

Fungsi COUNTBLANK

Menghitung jumlah sel kosong di dalam rentang

Fungsi COUNTIF

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi kriteria

Fungsi COUNTIFS

Menghitung jumlah sel di dalam rentang yang memenuhi beberapa kriteria

Fungsi COVARIANCE.P

Mengembalikan kovarians, rata-rata produk simpangan berpasangan

Fungsi COVARIANCE.S

Mengembalikan sampel kovarians, rata-rata simpangan produk dari setiap pasang poin data dalam dua rangkaian data

Fungsi DEVSQ

Mengembalikan jumlah kuadrat simpangan

Fungsi EXPON.DIST

Mengembalikan distribusi eksponensial

Fungsi F.DIST

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.DIST.RT

Mengembalikan distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.INV.RT

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi probabilitas F

Fungsi F.TEST

Memperoleh hasil uji-F

Fungsi FISHER

Mengembalikan nilai transformasi Fisher

Fungsi FISHERINV

Mengembalikan nilai inversi transformasi Fisher

Fungsi FORECAST

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi FREQUENCY

Mengembalikan nilai distribusi frekuensi sebagai array vertikal

Fungsi GAMMA

Mengembalikan nilai fungsi gamma

Fungsi GAMMA.DIST

Mengembalikan distribusi gamma

Fungsi GAMMA.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif gamma

Fungsi GAMMALN

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAMMALN.PRECISE

Mengembalikan logaritma natural fungsi gamma, Γ(x)

Fungsi GAUSS

Mengembalikan nilai 0,5 lebih kecil daripada distribusi kumulatif normal standar

Fungsi GEOMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata geometrik

Fungsi GROWTH

Mengembalikan nilai di sepanjang tren eksponensial

Fungsi HARMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata harmonik

Fungsi HYPGEOM.DIST

Mengembalikan distribusi hipergeometrik

Fungsi INTERCEPT

Mengembalikan titik potong dari garis regresi linear

Fungsi KURT

Mengembalikan nilai kurtosis dari rangkaian data

Fungsi LARGE

Mengembalikan nilai k-th yang paling besar dalam rangkaian data

Fungsi LINEST

Mengembalikan parameter dari tren linear

Fungsi LOGEST

Mengembalikan parameter dari tren eksponensial

Fungsi LOGNORM.DIST

Mengembalikan distribusi lognormal kumulatif

Fungsi LOGNORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif lognormal

Fungsi MAX

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen

Fungsi MAXA

Mengembalikan nilai maksimum dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MEDIAN

Mengembalikan nilai median dari bilangan

Fungsi MIN

Mengembalikan nilai minimum dalam daftar argumen

Fungsi MINA

Mengembalikan nilai terkecil dalam daftar argumen, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi MODE.MULT

Mengembalikan array vertikal dari nilai yang paling sering muncul, atau nilai berulang dalam array atau rentang data

Fungsi MODE.SNGL

Mengembalikan nilai paling umum dalam satu unit data

Fungsi NEGBINOM.DIST

Mengembalikan distribusi binomial negatif

Fungsi NORM.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal

Fungsi NORM.S.DIST

Mengembalikan distribusi kumulatif normal standar

Fungsi NORM.S.INV

Mengembalikan inversi dari distribusi kumulatif normal standar

Fungsi PEARSON

Mengembalikan koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi PERCENTILE.EXC

Mengembalikan nilai persentil ke-k dalam sebuah rentang, di mana k berada dalam rentang 0..1, tidak termasuk 0 dan 1.

Fungsi PERCENTILE.INC

Mengembalikan persentil k-th nilai dalam satu rentang

Fungsi PERCENTRANK.EXC

Mengembalikan peringkat nilai dalam rangkaian data sebagai persentase (0..1, tidak termasuk 0 dan 1) dari rangkaian data

Fungsi PERCENTRANK.INC

Mengembalikan peringkat persentase nilai dalam satu set data

Fungsi PERMUT

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek

Fungsi PERMUTATIONA

Mengembalikan jumlah permutasi untuk sejumlah objek (dengan perulangan) yang bisa dipilih dari objek total

Fungsi PHI

Mengembalikan nilai fungsi kepadatan untuk distribusi normal standar

Fungsi POISSON.DIST

Mengembalikan distribusi Poisson

Fungsi PROB

Mengembalikan probabilitas yang nilainya di antara dua batas

Fungsi QUARTILE.EXC

Mengembalikan kuartil dari rangkaian data, berdasarkan nilai persentil dari 0..1, tidak termasuk 0 dan 1

Fungsi QUARTILE.INC

Mengembalikan nilai kuartil dari rangkaian data

Fungsi RANK.AVG

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RANK.EQ

Mengembalikan peringkat nilai dalam satu daftar bilangan

Fungsi RSQ

Mengembalikan kuadrat dari koefisien korelasi momen produk Pearson

Fungsi SKEW

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi

Fungsi SKEW.P

Mengembalikan nilai kecondongan distribusi didasarkan pada populasi: karakterisasi dari derajat asimetris dari distribusi di sekitar nilai rata-ratanya

Fungsi SLOPE

Mengembalikan kemiringan dari garis regresi linear

Fungsi SMALL

Mengembalikan nilai k-th yang paling kecil dalam rangkaian data

Fungsi STANDARDIZE

Mengembalikan nilai yang dinormalkan

Fungsi STDEV.P

Menghitung simpangan baku berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi STDEV.S

Memperkirakan simpangan baku berdasarkan satu sampel

Fungsi STDEVA

Memperkirakan nilai deviasi standar berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STDEVPA

Menghitung nilai deviasi standar berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi STEYX

Mengembalikan standar kesalahan dari nilai perkiraan y untuk setiap nilai x dalam regresi

Fungsi T.DIST

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.2T

Mengembalikan Titik Persentase (probabilitas) untuk distribusi-t Student

Fungsi T.DIST.RT

Mengembalikan distribusi-t Student

Fungsi T.INV

Mengembalikan nilai t dari distribusi t Student sebagai fungsi probabilitas dan derajat kebebasan

Fungsi T.INV.2T

Mengembalikan nilai inversi dari distribusi t Student

Fungsi T.TEST

Mengembalikan probabilitas terkait uji-t Student

Fungsi TREND

Mengembalikan nilai di sepanjang tren linear

Fungsi TRIMMEAN

Mengembalikan nilai rata-rata bagian dalam dari rangkaian data

Fungsi VAR.P

Menghitung varians berdasarkan populasi keseluruhan

Fungsi VAR.S

Memperkirakan nilai varians berdasarkan satu sampel

Fungsi VARA

Memperkirakan nilai varians berdasarkan sampel, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi VARPA

Menghitung nilai varians berdasarkan keseluruhan populasi, termasuk angka, teks, dan nilai logika

Fungsi WEIBULL.DIST

Mengembalikan distribusi Weilbull

Fungsi Z.TEST

Mengembalikan nilai probabilitas satu-ujung uji-z

 

Sumber : MIcrosoft Office

Cara Menampilkan Grafik Plots pada SPSS

Cara Menampilkan Grafik Plots pada SPSS

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menampilkan Plot pada SPSS. Grafik Plot berfungsi menampilkan distribusi datasecara lebih jelas, sehingga akan memberikan gambaran bagaimana persebaran data serat apakah ada interaksi antar variabel.

Sebagai contoh kita akan menggunakan ANOVA dua faktor untuk mengetahui pengaruh dua perlakuan, yaitu metode pembelajaran dan waktu belajar terhadap nilai siswa. Setelah dilakukan pendefinisian variabel dan pengkatogorian data maka masukkan data yang dibutuhkan:

image

Jika sudah kita lanjutkan dengan melakukan analisa data dengan ANOVA dua faktor, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Pertama, klik Analyze > General Linear Model > Univariate....

image

Maka akan ditampilkan jendela univariate, silahkan masukkan variabel NILAI sebagai Dependent List dan variabel Metode Pembelajaran serta Waktu Belajar sebagai Fixed Factor (karena metode dan waktu kita tetapkan, bukan secara random).

image

Untuk menampilkan Plot silahkan klik pada tombol Plots, maka akan ditampilkan jendela Profile Plots sebagai berikut:

image

Masukkan Waktu Belajar sebagai Horizontal Axiz dan Metode sebagai Separate Lines, lalu klik Add. Selanjutnya klik Continue dan OK. Grafik Plot akan ditampilkan sebagi output selain output berupa hasil ANOVA yang kita analisis.

image

Dari grafik plot tersebut tampak bahwa metode demonstrasi lebih efektif dari pada metode diskusi dan metode ceramah. Selain itu tidak ada interaksi antara ketiga metode, hal ini tampak dari tidak adanya garis yang bersinggungan antara ketiganya.

Demikian tutorial mengenai cara menampilkan plots pada SPSS. Semoga bermanfaat!

8 Langkah Penyusunan RPP

8 Langkah Penyusunan RPP

image

RPP merupakan perencanaan pembelajaran yang harus disusun guru sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung. Penyusunan RPP biasanya dilakukan guru di awal semester, baik secara pribadi maupun bersama-sama dengan guru yang lain. Dalam menyusun RPP ada 8 langkah penyusunan sebagai berikut:

Pertama, pengkajian silabus meliputi: (1) KI dan KD; (2) materi pembelajaran; (3) proses pembelajaran; (4) penilaian pembelajaran; (5) alokasi waktu; dan (6) sumber belajar;

Kedua, Perumusan indikator pencapaian KD pada KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4;

Ketiga, Materi Pembelajaran dapat berasal dari buku teks pelajaran dan buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi kekinian, konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler, pengayaan, dan remedial;

Keempat, Penjabaran Kegiatan Pembelajaran yang ada pada silabus dalam bentuk yang lebih operasional berupa pendekatan saintifik disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan satuan pendidikan termasuk penggunaan media, alat, bahan, dan sumber belajar;

Kelima, Penentuan alokasi waktu untuk setiap pertemuan berdasarkan alokasi waktu pada silabus, selanjutnya dibagi ke dalam kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup;

Keenam, Pengembangan penilaian pembelajaran dengan cara menentukan lingkup, teknik, dan instrumen penilaian, serta membuat pedoman penskoran;

Ketujuh, Menentukan strategi pembelajaran remedial segera setelah dilakukan penilaian; dan

Kedelapan, Menentukan Media, Alat, Bahan dan Sumber Belajar disesuaikan dengan yang telah ditetapkan dalam langkah penjabaran proses pembelajaran.

Sabtu, 28 Maret 2015
10 Prinsip Penyusunan RPP

10 Prinsip Penyusunan RPP

image

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Dalam penyusunan RPP ada 10 prinsip yang mesti diperhatikan sebagai dasar. Posting kali ini akan dibahas mengenai 10 prinsip penyusunan RPP, yaitu sebagai berikut:

Pertama, setiap RPP harus secara utuh memuat kompetensi dasar sikap spiritual (KD dari KI-1), sosial (KD dari KI-2), pengetahuan (KD dari KI-3), dan keterampilan (KD dari KI-4).

Kedua, satu RPP dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih.

Ketiga, memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik.

Keempat, berpusat pada peserta didik. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar, menggunakan pendekatan saintifik meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan.

Kelima, berbasis konteks. Proses pembelajaran yang menjadikan lingkungan sekitarnya sebagai sumber belajar.

Keenam, berorientasi kekinian. Pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan nilai-nilai kehidupan masa kini.

Ketujuh, mengembangkan kemandirian belajar. Pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk belajar secara mandiri.

Kedelapan, memberikan umpan balik dan tindak lanjut pembelajaran. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.

Kesembilan, memiliki keterkaitan dan keterpaduan antarkompetensi dan/atau antarmuatan. RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI, KD, indikator pencapaian kompetensi, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.

Kesepuluh, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Demikian posting mengenai 10 prinsip penyusunan RPP. Semoga bermanfaat !

Jumat, 27 Maret 2015
Juragan Boing, Cerita Rakyat Tema Percintaan dalam Buku Pelajaran SD

Juragan Boing, Cerita Rakyat Tema Percintaan dalam Buku Pelajaran SD


Lagi-lagi buku pelajaran mengandung materi tidak pantas ditemukan dalam buku pelajaran SD.  Dalam pelajaran yang termasuk muatan lokal ini menceritakan tentang kisah rakyat Betawi yang berjudul Juragan Boing. Kisah yang bercerita mengenai percintaan itu tidak sesuai bagi anak yang masih duduk di bangku SD.
Juragan Boing, Cerita Rakyat Tema Percintaan dalam Buku Pelajaran SD
image by beritasatu.com
Dedy, salah seorang orangtua siswa khawatir cerita itu akan membuat anak menjadi dewasa sebelum waktunya. Sebab, anaknya, Gita (10) yang merupakan siswa kelas 4 SD Negeri Baru 07 Pagi Cijantung, menanyakan soal istri kedua yang terkait dalam cerita Juragan Boing. "Saya bingung jawabnya apa. Gurunya juga bingung waktu ditanya soal istri kedua jawabnya bagaimana."

Gita menuturkan, ia bersama siswa lain diminta untuk mempraktikan cerita Juragan Boing di kelas. Ia mengaku tidak terlalu memahami isi cerita itu. "Ya, mengerti sedikit. Cuma enggak paham soal istri kedua," tuturnya lugu.

Kisah Juragan Boing ini bercerita tentang seorang juragan bernama Boing yang sangat kaya. Ia memiliki sawah yang luas hingga tidak sanggup mengurus sendiri sawahnya. Juragan Boing pun meminta tolong pada anak buahnya yang bernama Maun. Namun suatu hari Maun sakit dan tidak bisa bekerja, ia pun berkunjung ke rumahnya. Di situlah Juragan Boing jatuh cinta pada anak Maun, yakni Juleha yang berparas cantik. Ia pun meminta izin pada istrinya untuk melamar Juleha. Namun, ternyata Juleha berpacaran dengan Mat Salim, anaknya sendiri. Juragan Boing pun mengurungkan niatnya dan menikahkan Mat Salim dengan Juleha.

beritasatu.com
Berkumpulnya 15 Pendekar

Berkumpulnya 15 Pendekar

image Berkumpulnya 15 Pendekar, mungkin judul posting kali ini dikatakan berlebihan atau lebay dalam bahasa anak muda sekarang. Tetapi, jika ditinjau dari tujuan SangPengajar mengisahkan hal ini maka akan lain ceritanya. Tampaknya lisan ini agak kilu untuk mengisahkan, mengingat sudah lama sekali SangPengajar tidak menulis sebuah catatan perjalanan. Sebuah kategori tulisan yang sebenarnya dahulu menjadi topik utama di SangPengajar, yang sebelumnya biasa dituliskan lengkap sebagai Catatan Sang Pengajar.

Perjalanan itu bermula dari sebuah informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat P2TK Dikdas setahun lang lalu, tepatnya sekitar bulan Februari 2014. Informasi yang tersebar mengenai adanya kesempatan emas bagi para guru untuk meningkatkan kualifikasinya dengan mendapatkan beasiswa S2. P2TK memberi kesempatan kepada guru di seluruh Indonesia, dan tahun 2014 adalah tahun ketiga, untuk meningkatkan kualifikasi pendidikannya ke jenjang strata dua (S2) dengan memberikan beasiswa. Tak tanggung-tanggung, beasiswa yang diberikan bukan sekadar biaya kuliah saja, melainkan juga biaya hidup dan biaya buku. Sehingga, sangat terharu tentunya ketika kami lolos seleksi administrasi dan dikumpulkan di Grand Asia Hotel Makassar pada tanggal 12-13 Mei 2014. Terlebih di saat seleksi kami mendapatkan informasi bahwa 350-an dari kami yang lolos seleksi administrasi ini adalah hasil seleksi dari 3500-an pendaftar. “Amazing”….jika anak muda jaman sekarang mengatakannya. Satu banding sepuluh. Di tempat ini kami diseleksi dengan tes tulis berupa tes potensi akademik  dan bahasa Inggris (gak usah diceritakan soalnya sesulit apa, ya…he..he…).

image

Hasil seleksi diumumkan pada bulan Juni 2014.  Para peserta yang lolos ditempatkan di kampus pendidikan terbaik yang ditunjuk kementerian, yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI Bandung), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Negeri Malang (UM). Khusus di UNY, kami dari Program Studi Pendidikan Sains (IPA) sejumlah 15 guru dari seluruh pelosok Indonesia. Di kampus ini begitu terasa lingkungan akademik yang mendukung peningkatan kualitas kami, terlebih kami ber-15 memiliki semangat dan kebersamaan yang tinggi. Semangat tinggi tersebut kami ekspresikan salah satunya dengan deadline lulus yang kami sepakati. Dan waktu batas lulus itu menjadi nama bagi group socmed kami, untuk selalu menginspirasi kami agar selalu ingat target lulus yang disepakati.

Pelajaran dan pengalaman kami dapatkan begitu banyak di kampus ini. Mulai dari perbedaan latar belakang S1, perbedaan daerah dan karakteristiknya, dan lain-lain. Jika selama ini saya menganggap medan ke sekolah jalannya menantang (karena jauh, berlubang, dan bergelombang) ternyata ada teman dari luar Jawa yang medannya jauh lebih sulit. Untuk mencapai sekolah butuh perjalanan dengan menginap di tengah hutan, jalannya pun bukan seperti yang biasa kita sebut sebagai “jalan” karena hanya selebar 1 meter di antara terjalnya batu-batu pegunungan, sehingga untuk melaluinya butuh bantuan tukang ojek dengan biaya jutaan. Karena sepeda motor biasa akan sangat sulit melalui medan tersebut.

Pengalaman belajar yang luar biasa pun kami dapatkan dari para dosen yang memberi pemahaman kepada kami mengenai Integrated Science yang sebenarnya, pentingnya metode ilmiah dalam setiap mengambilan keputusan, pentingnya guru membudayakan meneliti dan menulis, serta banyak lagi. Meski harus kehilangan sementara sebagian dari penghasilan tetapi kami mendapatkan ganti pengalaman belajar, kebersamaan, pengalaman hidup, dan kualitas pendidikan yang tak akan pernah bisa dihitung secara finansial.

Sehingga, jika kembali kepada judul posting ini tampaknya tidak berlebihan jika kami ingin berbagi semangat kepada sabahat SangPengajar semua. Hidup adalah sebuah pilihan, di sini kita akan diuji …dengan ujian itulah akan diketahui seberapa kualitas kita…  Mari kita tingkatkan kualitas diri kita untuk Indonesia yang lebih baik.

 

Salam SangPengajar !

Para Guru Mau Diangkat CPNS Lewat Jalur Khusus, Ini Caranya

Para Guru Mau Diangkat CPNS Lewat Jalur Khusus, Ini Caranya


Kemristek Dikti membuka jalur khusus pengangkatan CPNS melalui jalur khusus dan pesaing sedikit, Apa itu? Kabar baik bagi para lulusan program Sarjana Mengajar di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T).

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memastikan jalur khusus seleksi CPNS bagi mereka masih tersedia.  ’’Tentu akan terus ada. Ini adalah mekanisme membangun Indonesia,’’ ungkap Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemenristek Dikti Supriadi Rustad di Jakarta, Kamis (26/3).
CPNS GURU
Dia menyatakan, akan ada penambahan kuota untuk jalur khusus tersebut. Dengan catatan, seluruh lulusan SM3T yang diangkat menjadi PNS tahun ini dapat bekerja maksimal di daerah penempatan.

 Selain itu, animo para lulusan SM3T untuk turut berkontribusi tahun depan cukup besar. ’’Tentu kita tidak mau kalau sampai sudah mengajukan, tapi ternyata kuota tidak dapat terpenuhi,’’ ujarnya.

Untuk diketahui, kuota khusus penerimaan CPNS untuk alumni SM3T baru diadakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) tahun lalu. Ada seribu kuota yang diberikan khusus untuk mereka.

Mantan pembantu rektor bidang akademik Universitas Negeri Semarang itu menjelaskan, pada jalur khusus tersebut, tidak ada perbedaan antara tes yang diberikan dan tes CPNS jalur umum. Materi yang diujikan relatif sama.

Hanya, keistimewaannya, pesaing dalam tes tidak terlalu banyak. Para alumnus SM3T hanya akan bersaing dengan sesama alumnus yang mencapai 11 ribu orang. Sementara itu, pada tes CPNS jalur umum, persaingan akan lebih ketat karena dilakukan bersama ratusan ribu pelamar lainnya.
dari catatan seleksi CPNS tahun lalu, 1.395 alumnus SM3T ikut mendaftar tes jalur khusus tersebut. Hasilnya, 1.224 orang dinyatakan lulus.

Meski, akhirnya hanya 809 orang yang berhasil terserap lantaran ketersediaan formasi di daerah yang tidak sesuai dengan minat para pendaftar. Jadi, banyak yang harus gugur.
Mengetahui Hakikat RPP

Mengetahui Hakikat RPP

image

RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. RPP mencakup: (1) identitas sekolah/madrasah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD, indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan pembelajaran; (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP dilakukan sebelum awal semester atau awal tahun pelajaran dimulai, namun perlu diperbaharui sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Pengembangan RPP dapat dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau berkelompok di sekolah/madrasah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh kepala sekolah/madrasah. Pengembangan RPP dapat juga dilakukan oleh guru secara berkelompok antarsekolah atau antarwilayah dikoordinasi, difasilitasi, dan disupervisi oleh dinas pendidikan atau kantor kementerian agama setempat.

Kisi-kisi USBN Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Tahun 2015

Kisi-kisi USBN Pendidikan Agama Islam (PAI) SD Tahun 2015



Kamis, 26 Maret 2015
Revisi POS Ujian Sekolah SD/MI/SDLB/PaketA/Ula Tahun 2015

Revisi POS Ujian Sekolah SD/MI/SDLB/PaketA/Ula Tahun 2015


Tidak berselang lama setelah situs Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan pada tanggal 23 Maret 2015 mengunggah Peraturan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor 009/H/HK/2015 tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah pada Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah, Sekolah Dasar Luar Biasa, dan Penyelenggara Program Paket A/ULA Tahun Pelajaran 2014/2015 diperoleh informasi dari halaman jejaring sosial facebook Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa peraturan tersebut sedang proses revisi sehingga akan diunggah secepatnya dokumen revisinya.

Revisi yang dilakukan dimungkinkan terkait dengan legalitas dari surat tersebut, karena berdasarkan hasil revisi yang telah diunggah pada situs yang sama pada tanggal 25 Maret 2015 tidak ditemukan perubahan yang cukup signifikan dari POS US yang terlebih dahulu di unggah.

Silahkan bisa diunduh DISINI
atau DISINI

Sumber: http://kemdikbud.go.id/
Rabu, 25 Maret 2015
Download Kisi-kisi Ujian Sekolah 2015

Download Kisi-kisi Ujian Sekolah 2015

 

image

Menjelang Ujian Nasional dan Ujian Sekolah, sekolah-sekolah di lingkungan dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri sedang getol mempersiapkan serangkaian ujian guna menentukan kelulusan siswa siswinya.
MGMP IPA SMP Kabupaten Wonogiri melalui website resminya memberikan informasi kegiatan yang akan dilaksanakan menjelang Ujian Nasional Utama SMP tahun 2014/2015, sebagai berikut:

1. Ujian Sekolah, mulai tanggal 06-11 Maret 2015;

2. Ujicoba UN Tingkat Solo Raya, mulai tanggal 13-16 April 2015;

3. Ujicoba UN Tingkat Rayon Wonogiri; mulai tanggal 22-25 April 2015;

4. Ujian Nasional Utama, mulai tanggal 04-07 Mei 2015.

Selanjutnya,  untuk kisi-kisi ujian sekolah tulis mata pelajaran IPA dapat diunduh [ klik di sini ].

Selasa, 24 Maret 2015
Cara CEPAT ANOVA dengan Excel

Cara CEPAT ANOVA dengan Excel

Tutorial kali ini akan dibahas mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Analisis yang digunakan sebagai contoh pada tutorial ini adalah ANOVA Single Factor atau ANOVA satu faktor (One Way Anova). Miscrosoft Excel memiliki fitur untuk menganalisis data secara otomatis, atau tidak menggunakan formula secara manual. Fitur tersebut adalah Data Analysis yang berada di menu Data. Fitur ini adalahfitur tambahan(Add in), Cara memunculkan menu Data Analysis  dapat anda baca di tutorial ini [ KLIK DI SINI].

Untuk menggunakan fitur Data Analysis siapkan data, misalnya sebagai berikut:

image 

Data tersebut adalah data hasil belajar dari 3 kelas sampel yang menggunakan metode pembelajaran yang berbeda, misalnya :

a1 : metode A

a2 : metode B

a3 : metode C

Kita ingin menganalisis dari data tersebut, apakah rata-rata hasil belajar sebagai pengaruh 3 metode pembelajaran tersebut sama atau tidak semua sama. Sebagai hipotesis misalnya kita tuliskan :

Ho : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C sama.

Ha : Rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Langkah untuk menganalisis secara ANOVA satu faktor sebagai berikut:

Pertama, klik menu Data Analysis pada bagian menu Data :

image

Maka akan muncul jendela sebagai berikut:

image

Pilih Anova : Single Factor lali klik OK. Sehingga muncul jendela sebagai berikut:

image

Klik pada Input Range kemudian blok range data nya. Beri centang pada Label in First Row lalu klil OK

image

Hasil analisis data muncul di sheet sebelah sebagai berikut :

image

Karena F = 7,602 > Fcrit = 3,554 maka Ho ditolah. Dengan demikian, menggunakan taraf signifikansi 5% dapat disimpulkan bahwa rata-rata hasil belajar metode A, metode B, dan metode C tidak semua sama.

Demikian tutorial mengenai cara menganalisis data dengan Excel. Semoga bermanfaat !

Cara Memunculkan Menu Analisis Data pada Excel

Cara Memunculkan Menu Analisis Data pada Excel

Bagi kita yang sedang dihadapkan pada kegiatan pengolahan data maka program analisis data seperti SPSS tentu sangat kita butuhkan. Selain program SPSS, kita juga bisa melakukan pengolahan atau analisis data dengan Microsoft Excel. Hanya saja, menu analisis data pada Microsoft Excel perlu dimunculkan terlebih dahulu. Menu ini merupakan bagian dari menu Data. Tutorial kali ini akan memberikan penjelasan mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel.

Langkah untuk memunculkan menu analisis data pada Excel adalah sebagai berikut:

Pertama, klik logo Office Button yang ada di pojok kiri atas, kemudian klik Excel Options :

image

Klik Add-Ins lalu pilih Analysis ToolPak dan klik Go.

image

Pada jendela yang muncul,silahkan pilih Analysis ToolPak lalu klik OK.

image

Tunggu sampai proses selesai, maka menu Data Analysis akan muncul di bagian menu Data.

image

Demikian tutorial mengenai cara memunculkan menu analisis data pada Excel. Semoga bermanfaat !

Senin, 23 Maret 2015
Bagaimana Penilaian Publikasi Ilmiah Guru? (bagian 1)

Bagaimana Penilaian Publikasi Ilmiah Guru? (bagian 1)

 

Publikasi ilmiah guru pada kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) terdiri dari tiga kelompok kegiatan, yakni:

  1. presentasi pada forum ilmiah;
  2. publikasi hasil penelitian atau gagasan inovatif pada bidang pendidikan formal;
  3. publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan dan/atau pedoman guru.

image

Uraian dari masing-masing kegiatan di atas adalah sebagai berikut.

1. Presentasi pada Forum Ilmiah

Guru seringkali diundang untuk mengikuti pertemuan ilmiah. Tidak jarang, mereka juga diminta untuk memberikan presentasi, baik sebagai pemrasaran atau pembahas pada pertemuan ilmiah tersebut. Untuk keperluan itu, guru harus membuat prasaran ilmiah.

Prasaran ilmiah adalah sebuah tulisan ilmiah berbentuk makalah yang berisi ringkasan laporan hasil penelitian, gagasan, ulasan, atau tinjauan ilmiah. Untuk memperoleh angka kredit dalam kegiatan

pengembangan keprofesian berkelanjutan, maka isi makalah haruslah mengenai permasalahan pada bidang pendidikan formal pada satuan pendidikannya sesuai tugas guru yang bersangkutan.

Isi makalah di luar hal tersebut di atas, misalnya membahas hal-hal di luar bidang tugas guru, bahasan terlalu umum, tidak berkaitan dengan tugas guru yang bersangkutan, tidak atau kurang jelas kaitannya dengan permasalahan pendidikan/pembelajaran pada satuan pendidikan, serta kurang menunjukkan kesesuaian dengan tugas pokok dan fungsi guru, tidak dapat diberikan angka

kredit.

Kerangka Isi

Kerangka isi makalah pada pertemuan ilmiah pada umumnya mengikuti ketentuan yang ditetapkan panitia pertemuan ilmiah. Namun demikian, setidaknya makalah tersebut, mempunyai bagian-bagian isi sebagai berikut.

Bagian Awal:

Memuat judul, keterangan tentang waktu pelaksanaan, tempat penyelenggaraan, dan pada kegiatan apa pertemuan ilmiah tersebut dilakukan.

Bagian Isi:

  1. sajian abstrak/ringkasan
  2. paparan masalah utama berikut pembahasan masalah,dan
  3. penutup.

Bagian Akhir:

Daftar Pustaka.

 

Bukti Fisik dan Besaran Angka Kredit

Makalah prasaran ilmiah untuk penilaian angka kredit menuntut bukti fisik sebagai berikut.

  1. Makalah yang sudah disajikan pada pertemuan ilmiah dan telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah.
  2. Surat keterangan dari panitia seminar atau sertifikat/ piagam dari panitia pertemuan ilmiah.

Besaran angka kredit pemrasaran/nara sumber pada forum ilmiah sebagai berikut:

image

 

Bersambung…

Persyaratan Pencairan Tunjangan Sertifikasi yang Dibawa ke Bank

Persyaratan Pencairan Tunjangan Sertifikasi yang Dibawa ke Bank

Sekitar bulan April nanti seluruh tunjangan guru akan dicairkan, berdasarkan informasi yang didapat dari laman P2TK Dikdas, ada beberapa persyaratan berkas yang harus dibawa ketika pencairan dana sertifikasi di Bank, khususnya bagi mereka yang baru pertama kali akan menerima tunjangan. Pencairan tunjangan tentunya jika data guru di cek info PTK sudah valid.

Kelengkapan berkas yang harus dibawa ke Bank Persyaratan Pencairan di Bank persyaratan berkas yang harus dibawa ketika pencairan dana sertifikasi di Bank
Kelengkapan berkas & Persyaratan yang harus dibawa guru ke Bank

Selain mengisi formulir, guru juga diminta untuk membawa dokumen persyaratan
(Jika rekening sudah aktif dan guru sudah memegang buku rekening dimaksud, abaikan persyaratan tersebut)
Persyaratan Umum :

  1. Foto Copy KTP
  2. Foto Copy Kartu NUPTK/NRG (jika ada)
  3. Surat keterangan dari Kepala Sekolah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan merupakan guru di sekolah tersebut dan dicantumkan NUPTK, NRG, Nomor Peserta dan alamat sesuai KTP

Syarat Khusus :

  1. Apabila terjadi perbedaan NUPTK, guru yang bersangkutan harus membawa fotocopy Sertifikat Pendidik atau SK Tunjangan Profesi pada tahun Anggaran 2013
  2. Apabila terjadi perbedaan nama antara KTP dengan SK dan nama di rekening, guru yang bersangkutan harus membawa surat keterangan dari kepala sekolah yang menerangkan perbedaan tersebut

Syarat bagi Guru Mutasi :
Dokumen pada persyaratan umum ditambah dengan :

  1.     Copy Surat Keputusan mutasi bagi PNS
  2.     Surat Keterangan mutasi dari Yayasan/Komite/Kepala Sekolah bagi guru bukan PNS 


Cek Info PTK / Tunjangan Guru

Cek Info PTK / Tunjangan Guru

Tak lama lagi pencairan dana aneka tunjangan guru seperti tunjangan sertifikasi/profesi, fungsional, bantuan akademik, dan tunjangan khusus akan segera cair. Bila melihat jadwal yang telah dikeluarkan oleh pihak P2TK Dikdas maka diperkirakan akan cair di bulan April mendatang. Perlu diketahui oleh Bapak Ibu Guru khususnya guru SD dan SMP bahwa proses pencairan tunjangan tunjangan tersebut di awali dengan keluarnya SKTP (untuk yg sudah sertifikasi) dan penerbitan tunjangan berdasarkan pengisian dan pengiriman dapodik oleh operator dapodik sekolah Bapak Ibu masing-masing.

Di bawah ini merupakan link-link tempat Bapak Ibu guru untuk mengecek sampai sejauh mana kebenaran data dapodik yang sudah diinput operator dapodik. Selain itu di link info PTK di bawah ini akan ketahuan apakah sudah keluar SK untuk tunjangan profesi ataukah pula bagi yang non PNS berhak mendapatkan tunjangan fungsional dll.

Silakan pilih salah satu link di bawah, Klik saja langsung.


http://223.27.144.195:8081/
http://223.27.144.195:8082/
http://223.27.144.195:8083/
http://223.27.144.195:8084/
http://223.27.144.195:8085/
http://223.27.144.195:8086/
[NEW]  http://223.27.144.195:8087/
[NEW]  http://223.27.144.195:8088/


link cek info PTK, lapor tunjangan dikdas lembar info guru cek tunjangan sertifikasi, cek SKTP fungsional, tunjangan profesi
Jika muncul tulisan "Maaf Akses anda tidak syah" ...... klik saja kembali ke Beranda


Jika sudah terbuka silakan masukkan username nya. bisa NUPTK, NRG, atau NIK sedangkan untuk password masukkan tahun, bulan dan tanggal lahir bapak ibu sekalian...

Minggu, 22 Maret 2015
no image

Persyaratan Guru Penerima Tunjangan Fungsional 2015

Tunjangan Fungsional merupakan salah satu tunjangan yang diberikan kepada guru yang memenuhi syarat baik untuk PNS maupun NoN PNS. Setiap tahun tunjangan ini akan dinanti setiap guru untuk menambah kesejahteraan guru tersebut. Untuk mendapatkan Tunjangan Fungsional ini bagi guru non PNS harus memenuhi Kriteria Guru Penerima tunjangan Fungsional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Kriteria Guru Penerima Tunjangan Fungsional

  • Guru bukan pegawai negeri sipil (GBPNS) pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat yang dibuktikan dengan Surat Keputusan yang diterbitkan oleh penyelenggara pendidikan;
  • Memiliki masa kerja sebagai guru secara terus menerus sekurang-kurangnya 6 (enam) tahun dengan ketentuan, terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Januari 2006 secara terus menerus bagi GBPNS yang bertugas di satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, dibuktikan dengan surat keputusan pengangkatan pertama sebagai guru;
  • Memenuhi kewajiban melaksanakan tugas minimal 24 jam tatap muka per minggu bagi guru yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Pembagian Tugas Mengajar oleh Kepala Satuan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat atau ekuivalen dengan 24 jam tatap muka per minggu setelahmendapat persetujuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan;
  • Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala satuan pendidikan mengajar minimal enam (6) jam tatapmuka per minggu atau membimbing 40 (empat puluh) peserta didik bagi kepala satuan pendidikan yang berasal dari guru bimbingan dan konseling/konselor;
  • Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai wakil kepala satuan pendidikan mengajar minimal dua belas (12)jam tatap muka per minggu atau membimbing delapan puluh  (80) pesertadidik bagi wakil kepala satuan pendidikan yang berasal dari guru bimbingan dan konseling/konselor;
  • Guru yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala perpustakaan, kepala laboratorium, kepala bengkel, kepala unit produksi mengajar minimal dua belas (12)  jam tatap muka perminggu;
  • Guru yang bertugas sebagai guru Bimbingan Konseling paling sedikit mengampu seratus lima puluh (150) peserta didik pada satu atau lebih satuan pendidikan;
  • Guru yang bertugas sebagai guru pembimbing khusus pada satuan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan inklusi atau pendidikan terpadu paling sedikit enam  (6) jam tatap muka per minggu;
  • Guru yang bertugas sebagai guru pada satuan pendidikan khusus seperti pada daerah perbatasan, terluar, terpencil, atau terbelakang; masyarakat adat yang terpencil; dan/atau mengalami bencana alam; bencana sosial; dan tidak mampu dari segi ekonomi;
  • Guru yang berkeahlian khusus yang diperlukan untuk mengajar mata pelajaran atau program keahlian sesuai dengan latar belakang keahlian langka yang terkait dengan budaya Indonesia;
  • Guru yang tidak dapat diberi tugas pada satuan pendidikan lain untuk mengajar sesuai dengan kompetensinya dengan alasan kesulitan akses dibandingkan dengan jarak dan waktu;
  • Memiliki nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK);
  • Memiliki nomor rekening tabungan yang masih aktif  atas nama penerima STF;
  • Guru yang belum memiliki sertifikat pendidik.
    P2TK Dikdas Buka Loket Layanan Tunjangan Sertifikasi

    P2TK Dikdas Buka Loket Layanan Tunjangan Sertifikasi

    DIRESMIKAN: Dirjen Dikdas Kemendikbud Hamis Muhammad (dua dari kanan) menandatangani prasasti peresmian Unit Pelayanan P2TK Dikdas di Gedung C Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/3/2014) 
    JAKARTA - Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar Kemendikbud membuka loket layanan untuk melayani para guru yang mengalami kesulitan dalam mengakses informasi soal tunjangan sertifikasi. Baik kesulitan dalam mengakses Data Pokok Pendidik (Dapodik) maupun untuk mengetahui status tunjangan sertifikasi yang akan mereka terima.
    “Teman-teman di daerah itu kadang kesulitan dalam mengakses informasi. Mulai dari pengurusan tunjangan, angka kredit, inpassing, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan kelengkapan persyaratan. Makanya, kami siapkan loket layanan khusus bagi mereka,” urai Dirjen Dikdas Hamid Muhammad usai meresmikan Unit Pelayanan P2TK Dikdas di Gedung C Kemendikbud, Jakarta, Rabu (12/3/2014).
    Melalui unit pelayanan khusus itu, dirinya berharap guru bisa menjadi lebih nyaman dan terakomodir berbagai keluhannya. Umumnya, berbagai keluhan yang datang itu, antara lain merasa sudah mengakses secara online, tapi ketika memasukan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) dan password, data tidak bisa terakses dengan baik.
    “Bisa karena servernya yang sedang down karena faktor teknis, atau bisa juga karena para guru seakan tidak sabar, sehingga meng-klik berkali-kali yang berakibat justru aksesnya down. Biasanya itu bisa membuat guru di daerah panik dan mengeluh,” ujar Hamid.
    Kalau sudah begitu, biasanya mereka akan datang ke Jakarta untuk menanyakan hal itu. Sebelumnya, mereka harus menunggu di tempat-tempat yang tidak semestinya. Dengan adanya ruang unit pelayanan dengan 13 loket yang siap melayani, Hamid berharap bisa memberikan pelayanan maksimal. (sic)
    no image

    87 Ribu Guru Tak Layak Dapat Kucuran Tunjangan Profesi

    JAKARTA  - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengebut penuntaskan pembuatan surat keputusan (SK) pencairan tunjangan profesi pendidik (TPP). Hasil sementara saat ini, ada 87.004 guru bersertifikat yang tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP itu.

    Penerbitan SK pencairan TPP ini ditangani oleh Kemendikbud baik untuk guru PNS maupun non PNS atau swasta. "Pembuatan SK pencairan itu tidak bisa ditangani atau dilimpahkan ke dearah. Nanti bagaimana pengawasannya, anggaraanya bisa jebol," ujar Dirjen Pendidikan Dasar (Dikdas) Hamid Muhammad usai meresmikan Unit Pelayanan PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Dikdas Rabu (12/3).

    Hasil rekapitulasi hingga kemarin menunjukkan bahwa 87 persen usulan SK pencairan TPP guru non PNS sudah selesai dikerjakan. Sedangkan untuk SK guru PNS, sudah rampung sekitar 77 persen. Sisanya ada yang masih dalam masa validasi dan ada juga yang sudah divonis tidak layak menerima SK pencairan TPP itu.

    Jumlah guru non PNS (PAUD, Dikdas, dan Dikmen) yang memiliki sertifikat dan diusulkan mendapatkan SK pencairan TPP berjumlah 203.619 orang. Dari jumlah itu sebanyak 7.744 orang guru dinyatakan tidak layak mendapatkan SK. Sedangkan masih ada 49.997 guru yang masih dalam proses validasi.

    Kemudian untuk guru PNS (PAUD, Dikdas, dan Dikmen) yang bersertifikat dan diusulkan mendapatkan SK pencairan TPP mencapai 1.248.497 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 79.260 guru dinyatakan tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP. Sementara ada 162.749 orang guru yang masih menjalani fase validasi.

    Hamid menambahkan, banyak alasan sehingga seorang guru sertifikat masuk kategori tidak layak mendapatkan SK pencairan TPP. Di antaranya adalah, guru tersebut tidak bisa mengejar beban mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan.

    "Selain itu ada guru yang bisa mengejar beban mengajar, tapi mata pelajaran yang diampu tidak sesuai dengan sertifikatnya," kata dia. Alasan lainnya ada guru yang pensiun, dimutasi jadi pejabat politik seperti camat atau lurah, dan sebagainya.

    Pejabat asal Madura itu menuturkan pencairan TPP tidak menunggu seluruh SK pencairannya beres. Dia menegaskan SK yang sudah beres, bisa dicairkan terlebih dahulu. Dengan perkembangan ini, Hamid optimis TPP bisa dicairkan langsung ke rekening guru akhir bulan ini atau awal April nanti.

    Sumber: http://www.jpnn.com/
    Bagaimana Penilaian Pengembangan Diri Guru? (bagian 2)

    Bagaimana Penilaian Pengembangan Diri Guru? (bagian 2)

    Melanjutkan posting mengenai penilaian pengembangan diri guru, sebelumnya telah disampaikan mengenai penilaian kegiatan yang pertama, yaitu mengikuti diklat fungsional.Pada posting ini akan dilanjutkan pada kegiatan yang kedua, sebagai berikut :

    2. Mengikuti Kegiatan Kolektif Guru

    Kegiatan kolektif guru adalah kegiatan guru dalam mengikuti kegiatan pertemuan ilmiah atau mengikuti kegiatan bersama yang dilakukan guru yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesian guru yang bersangkutan.

    Macam kegiatan tersebut dapat berupa:

    1. Mengikuti lokakarya atau kegiatan kelompok/musyawarah kerja guru atau inhouse training untuk penyusunan perangkat kurikulum dan/atau kegiatan pembelajaran termasuk pembelajaran berbasis TIK, penilaian, pengembangan media pembelajaran, dan/atau kegiatan lainnya untuk kegiatan pengembangan keprofesian guru.
    2. Mengikuti, baik sebagai pembahas maupun sebagai peserta, pada seminar, koloqium, diskusi panel, atau bentuk pertemuan ilmiah lainnya.
    3. Mengikuti kegiatan kolektif lain yang sesuai dengan tugas dan kewajiban guru terkait dengan pengembangan keprofesiannya.

    Guru dapat mengikuti kegiatan kolektif guru atas dasar penugasan baik oleh kepala sekolah/madrasah atau institusi yang lain, maupun atas kehendak sendiri guru bersangkutan. Untuk keperluan pemberian angka kredit, bukti fisik yang harus disertakan adalah sebagai berikut.

    1. Fotokopi surat tugas dari kepala sekolah/madrasah atau instansi lain yang terkait, yang telah disahkan oleh kepala sekolah/madrasah. Bila penugasan bukan dari kepala sekolah/madrasah (misalnya dari institusi lain atau kehendak sendiri), harus disertai dengan surat persetujuan mengikuti kegiatan dari kepala sekolah/ madrasah.
    2. Laporan untuk setiap kegiatan yang diikuti yang dibuat oleh guru yang bersangkutan, diketik dan dijilid serta disajikan dengan kerangka isi sebagai berikut:

    Bagian Awal:

    Memuat judul kegiatan yang diikuti, keterangan tentang kapan waktu pelaksanaan, dimana kegiatan dilaksanakan dan tujuan dari pelaksanaan kegiatan, lama waktu pelaksanaan kegiatan, surat penugasan, surat persetujuan dari kepala sekolah/madrasah, serta fotokopi sertifikat atau keterangan dari pelaksana kegiatan (jika ada).

    Kegiatan yang pelaksanaannya di kelompok/ musyawarah guru (KKG, MGMP, KKKS, MKKS), sertifikat diberikan satu kali dalam satu tahun sesuai dengan tahun ajaran di akhir pelaksanaan pertemuan kegiatan rutin kelompok/musyawarah kerja guru. Sertifikat sebagai bukti keikutsertaan kegiatan di kelompok/musyawarah guru ini ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota atas usulan Ketua Kelompok/ Musyawarah Kerja.

    Bagian Isi:

    1. tujuan kegiatan yang dilakukan;
    2. penjelasan isi kegiatan;
    3. tindak lanjut yang akan atau telah dilaksanakan oleh guru peserta kegiatan tersebut; dan
    4. penutup.

    Bagian Akhir

    Lampiran, yang terdiri dari:

    1. makalah (materi) yang disajikan dalam kegiatan pertemuan, bahan bila yang bersangkutan sebagai peserta maupun pembahas;
    2. matriks ringkasan pelaksanaan kegiatan kolektif yang disajikan sebagaimana format berikut:

    image *) Adanya penambahan kompetensi pada guru sendiri maupun adanya perubahan dalam KBM yang lebih baik dan prestasi siswa.

     

    Besaran angka kredit untuk kegiatan mengikuti kegiatan kolektif guru adalah sebagai berikut:

    image

    Semua Siswa Bakal Dapat Sarapan di Sekolah

    Semua Siswa Bakal Dapat Sarapan di Sekolah

    Sebuah program bernama "Sarapan Sehat di Sekolah" akan digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes). Program ini didaulat  sebagai pengganti program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah ( PMT-AS). Upaya ini dianggap penting mengingat hampir 45 persen anak sekolah tidak sarapan, sehingga berpengaruh buruk pada kualitas belajar mereka di sekolah.

    Sebuah program bernama "Sarapan Sehat di Sekolah" akan digulirkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) bersama Kementerian Kesehatan (Kemkes).
    siswa sedang sarapan di sekolah

    "Dengan program ini, semua siswa bisa mendapatkan sarapan terlebih dahulu sebelum mengikuti pelajaran di sekolah. Karena kalau tidak sarapan, itu bisa mengganggu konsentrasi dan semangat belajar mereka di sekolah," ujar Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdikbud Hamid Muhammad di acara Dokter Kecil-Mahir Gizi, di Jakarta, Jumat (20/3).

    Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan status gizi anak. Apalagi Hamid menyebutkan, empat dari 10 anak usia sekolah mengalami masalah kekurangan gizi.

    "Ini masalah yang serius, karena pemenuhan gizi seimbang itu merupakan modal utama dalam menyiapkan generasi yang hebat. Kalau dibiarkan, bisa terjadi lost generation," ujar dia.

    Menurut Hamid, program sarapan sehat di sekolah ini secara efektif akan mulai digulirkan pada tahun 2016 mendatang. "Bentuk programnya seperti apa, masih akan kita bicarakan lebih lanjut," kata Hamid.
    Sabtu, 21 Maret 2015
    Penghapusan Uang Pensiun Cuma Isu

    Penghapusan Uang Pensiun Cuma Isu

    Menpan RB Yuddy Chrisnandi  pastikan penghapusan uang pensiun PNS cuma isu. Hal ini ditegaskan menjawab isu yang beredar beberapa hari belakangan yang menyatakan bahwa mulai 2017 Pensiunan PNS dan TNI/Polri tidak lagi akan menerima uang pensiun.

    Menurut dia, tidak ada niat pemerintah ingin menghapus tunjangan pensiun bagi PNS maupun TNI dan Polri. Sebab, secara aturan PNS, TNI/Polri di gaji oleh negara melalui dana APBN maupun APBD. "Bagaimana mau dihapus. PNS ini bekerja untuk puluhan tahun hingga dia pensiun dan berhak mendapatkan jaminan hari tua dan tunjangan pensiun," katanya.
    "Mungkin masyarakat salah membedakan mana PNS dan P3K atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja," tambahnya.

     Untuk diketahui, P3K sendiri merupakan Aparatur Sipil Negara yang memiliki tingkatan berbeda dengan PNS. Jika honorer atau pegawai lain untuk bisa menjadi PNS harus melalui tes seleksi CPNS, sama halnya dengan P3K yang harus melakukan tes secara bersamaan dengan ketentuan yang berlaku.

    Namun, tidak semua honorer bisa langsung diangkat menjadi P3K, tetap ada prosedur yang harus dilakukan dan dijalani. Jika honorer diberi gaji dari pemerintah daerah, maka PPPK diberi gaji dari pemerintah pusat dan memiliki undang-undang tersendiri seperti yang terdapat dalam UU ASN No 5 Tahun 2014, yaitu P3K memiliki hak untuk memperoleh gaji, tunjangan, cuti, perlindungan, dan pengembangan kompetensi, sedangkan PNS memiliki 2 hak yang berbeda yaitu jaminan hari tua dan jaminan pensiunan.

    sumber: antara

    Copyright © 2013 INFO GTK 2 All Right Reserved